Jateng

Tragedi di Sungai Sragi Pekalongan, Dua Bocah Hanyut, Satu Meninggal Dunia

Afri Rismoko | 22 Februari 2024, 19:25 WIB
 Tragedi di Sungai Sragi Pekalongan,  Dua Bocah Hanyut, Satu Meninggal Dunia

AKURAT.CO, Sebuah tragedi mengguncang desa Legok Clile, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan, dimana dua bocah, yang diketahui merupakan saudara, hanyut di sungai Sragi pada Kamis siang (22/2/24) sekitar pukul 13.00 WIB.

Menurut informasi yang diberikan oleh Budiono, Kepala Kantor Basarnas Semarang, dua korban tenggelam adalah Jihan Nur Fitriani dan Queen Malika Karin, keduanya berusia lima tahun.

Peristiwa naas ini bermula ketika ketiga bocah tersebut bermain di tepi sungai sekitar pukul 12.30 WIB, yang terletak hanya 30 meter dari rumah mereka.

Baca Juga: Pertandingan PSIS vs Dewa United di Stadion Moch Soebroto Magelang Terbatas untuk 5.000 Penonton

Area bermain menjadi licin akibat hujan yang baru saja turun, dan arus sungai yang kencang membuat situasi semakin berbahaya.

"Kedua bocah tersebut diduga sedang bermain dorong-dorongan dan karena terlalu asyik, salah satu dari mereka terpeleset dan tanpa sengaja menarik saudaranya, sehingga keduanya terjatuh ke dalam sungai dan hanyut," jelas Budiono.

Ahmad Nur Budiono, yang berumur empat tahun dan menyaksikan kejadian tersebut, berlari pulang untuk memberitahukan kejadian tersebut kepada keluarga.

Respons cepat dari keluarga dan warga setempat menginisiasi pencarian, yang kemudian dibantu oleh tim SAR gabungan.

Baca Juga: Taktik Hodak: Persib Siap Manfaatkan Celah Barito Putera untuk Raih Kemenangan

Setelah beberapa jam pencarian, salah satu korban, Jihan, berhasil ditemukan oleh tim SAR gabungan dan warga, namun sayangnya telah meninggal dunia.

Jihan ditemukan sekitar pukul 16.18 WIB, sejauh 2 kilometer dari lokasi kejadian, dan langsung dibawa ke rumah duka.

Sementara itu, upaya pencarian untuk Queen, korban kedua, masih terus dilakukan oleh Basarnas Unit siaga SAR Pemalang dan tim SAR gabungan.

Pencarian yang dilakukan meliputi penyisiran sungai, baik dengan menyelam langsung maupun menggunakan perahu karet, dihentikan sementara waktu karena kondisi gelap yang membuat pencarian tidak efektif.

"Kami akan melanjutkan pencarian besok pagi dengan harapan cuaca cerah dan air sungai yang surut agar memudahkan pencarian," tutup Budiono.

Kejadian ini menjadi pengingat yang keras bagi masyarakat, terutama bagi mereka yang tinggal dekat dengan sungai dan memiliki anak kecil, untuk selalu waspada dan mengawasi anak-anak saat bermain di dekat area berbahaya seperti sungai. Keselamatan anak-anak harus menjadi prioritas utama dalam setiap kondisi.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Reporter
Afri Rismoko
A