Jateng

Sanksi Keras Kepada Pelatih Pasuruan United dan Pemain NZR di Liga 3 Jatim

Afri Rismoko | 30 Januari 2024, 14:06 WIB
Sanksi Keras Kepada Pelatih Pasuruan United dan Pemain NZR di Liga 3 Jatim

 

 

AKURAT.CO, Komite Disiplin Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jawa Timur telah mengeluarkan keputusan tegas terkait insiden yang terjadi dalam laga 8 besar Liga 3 Kapal Api PSSI Jatim antara Pasuruan United dan NZR Sumbersari.

Pelatih Pasuruan United, Irfan Junaidi, mendapat sanksi berat atas perilakunya setelah pertandingan tersebut.

Dalam putusan dengan nomor 021/Komdis/PSSI-Jatim/2024, Komdis Asprov PSSI Jatim menguraikan serangkaian fakta dan pertimbangan hukum, termasuk laporan spesial dari Match Commissioner tanggal 28 Januari 2024.

Baca Juga: Link Streaming Live: PERSETA 1970 Hadapi Pasuruan United dalam Pertarungan Babak 8 Besar Liga 3 Jatim

Sidang yang diadakan oleh Komdis telah mendengar keterangan dari berbagai pihak terkait, termasuk perangkat pertandingan dan ofisial kedua tim.

Menurut pasal 61 kode disiplin PSSI, tindakan intimidasi atau ancaman terhadap perangkat pertandingan dikenai sanksi berupa denda sebesar Rp 45 juta dan skorsing minimal satu pertandingan, dimana sanksi tersebut tidak bisa digabung.

Berdasarkan fakta-fakta yang ada, Irfan Junaidi dianggap bersalah dan melanggar pasal tersebut.

Baca Juga: Link Nonton NZR Sumber Sari vs Persekabpas Pasuruan Babak 8 Besar Liga 3 Jatim

Sebagai hasilnya, Komdis PSSI Jatim memutuskan untuk memberikan hukuman skorsing selama enam bulan kepada Irfan Junaidi, serta denda sebesar Rp 11.250.000 yang harus dibayarkan melalui rekening Asprov PSSI Jawa Timur.

Dalam perkembangan terkait, pemain NZR dengan nomor punggung 13, Ali Akbar Navis, juga menerima hukuman karena tindakan kasarnya dalam pertandingan yang sama.

Sesuai dengan pasal 49 kode Disiplin PSSI, Ali Akbar Navis dilarang bermain dalam enam pertandingan dan diwajibkan membayar denda sebesar Rp 2,5 juta.

Keputusan ini menegaskan komitmen Asprov PSSI Jawa Timur dalam menjaga integritas dan sportivitas dalam sepak bola di wilayahnya.

Sanksi yang diberikan diharapkan menjadi peringatan keras bagi semua pihak untuk selalu bertindak sesuai dengan nilai-nilai kejujuran dan keadilan dalam olahraga.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Reporter
Afri Rismoko
A