PSSI Beri Sanksi Keras pada Pendukung PSS Pasca-Kerusuhan di Stadion Jatidiri

AKURAT.CO, Komite Disiplin PSSI telah resmi mengeluarkan keputusan terkait insiden kerusuhan yang terjadi di Stadion Jatidiri, Semarang.
Pada pertandingan BRI Liga 1 yang mempertemukan PSIS Semarang dan PSS Sleman pada tanggal 3 Desember 2023, beberapa pendukung teridentifikasi melakukan tindak pelanggaran hukum yang serius.
Melalui hasil sidang yang digelar pada 13 Desember 2023, PSSI menetapkan sanksi larangan memasuki stadion di seluruh Indonesia selama 5 tahun kepada tiga pendukung PSS: Sdr. Sulistyono, Sdr. Panji Pramono, dan Sdr. Heriyanto.
Baca Juga: Barisan Pengusaha Pejuang Jateng All-Out Dukung Prabowo-Gibran untuk Kemakmuran Berkelanjutan
Ketiganya dinyatakan bersalah karena sengaja hadir di stadion dan terlibat dalam peristiwa kerusuhan yang mengakibatkan pengrusakan dan melukai beberapa individu.
Keputusan ini diambil sebagai bagian dari upaya PSSI untuk mempromosikan keamanan dan kenyamanan dalam setiap pertandingan sepak bola di Indonesia.
Tindakan tegas diambil guna menegaskan bahwa segala bentuk kekerasan dan pelanggaran tidak akan ditolerir oleh badan sepak bola tertinggi di Indonesia.
Baca Juga: Kekuatan Persab Brebes Ditantang oleh Persibangga di Panggung 8 Besar Liga 3 Jateng
PSS dan PSIS, sebagai klub yang terlibat, diharapkan untuk mengambil langkah-langkah preventif agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
PSSI juga mengimbau semua klub dan suporter sepak bola di Indonesia untuk bersama-sama menjaga kedamaian dan sportivitas selama menghadiri pertandingan.
Sanksi ini menjadi peringatan keras bagi siapa saja yang mencoba mengganggu ketertiban dan keamanan acara olahraga.
Baca Juga: Smart Stream AI: Wajah Baru Teknologi di Bandara Ahmad Yani
PSSI berkomitmen untuk bekerja sama dengan klub, kepolisian, dan pihak terkait lainnya untuk memastikan bahwa sepak bola Indonesia dapat dinikmati oleh semua orang dalam suasana yang aman dan positif.
Keputusan ini juga diharapkan akan menjadi langkah maju dalam usaha PSSI mengurangi insiden kekerasan di sepak bola Indonesia, sekaligus memelihara integritas permainan yang dicintai oleh jutaan penduduk Indonesia.
PSSI mengucapkan bahwa kesehatan dan keselamatan penggemar, pemain, dan semua yang terlibat dalam pertandingan sepak bola adalah prioritas utama, dan akan terus memastikan bahwa sepak bola Indonesia tetap menjadi ajang yang menghibur dan aman bagi semua.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Jalan Diperbaiki, Warga Malah Menderita: Seragam Anak Kotor, Motor Rusak di Jalur Semarang–Kendal
- 2Atlet Selam Jepara Meninggal di Porprov Jateng, Lomba di Awann Costa Ditunda
- 3Profil Instagram Wasit Persija vs Persik di Super League 2026/2027, Steven Yubel Poli Pimpin Duel, Aidil Azmi Jadi Wasit VARdi JIS
- 4LIVE SCORE PSMS vs PSIS! Ayam Kinantan Unggul 2-0 di Babak Pertama, Tuan Rumah Kena Kartu Merah, Cek Skor Akhir FULL TIME
- 5UPDATE! Kronologi Atlet Selam Jepara Syabilla Rizkia Meninggal Saat Porprov Jateng 2026
- 6Viral Pelari JRF 2026 Terobos Barikade, Apa Itu COT dan COP? Ini Aturan yang Wajib Dipahami
- 7Jadwal BWF Hylo Open 2026 Lengkap hingga Final, Cek Wakil Indonesia dan Link Live Streaming
- 8GMPI Kota Semarang Gelar Rakercab dan Forum Diskusi Kepemudaan, Ajak Gen Z Menjaga Nilai Demokrasi di Era Digital
- 9Prediksi Skor Garudayaksa vs Persib, Cuma Punya 1 Hari Persiapan, Mampukah Persib Taklukkan Garudayaksa?
- 10Perangkat Pertandingan Garudayaksa vs Persib: Wasit Irfan Wahyu Wijanarko Pimpin Laga Panas Malam Ini






