Pertahanan Runtuh di Penghujung Laga, PWI Jateng Seri Melawan Mantan Bintang PSIS

AKURAT.CO, Diluar dugaan PWI Jateng hampir saja mengalahkan Dispora Kota Semarang, yang didominasi mantan pemain PSIS dalam laga persahabatan di Stadion Citarum, Selasa (12/12/2023). Sebenarnya PWI Jateng di menit ke- 85 sudah unggul skor 5-3.
Namun karena faktor fisik yang melemah, hal ini dimanfaatkan Dispora untuk memutar balikkan keadaan, dalam waktu 5 menit, PWI kebobolan 2 gol hingga bisa menyamakan kedudukan 5-5.
" Teman-teman sudah sudah berjuang maksimal. Mendekati menit terakhir pemain kehilangan konsentrasi, ini akibat fisik mulai kedodoran. Ini yang menjadikan kita tidak bisa mempertahankan kemenangan ," papar Kapten Tim PWI Jateng Gunawan Wibisono.
Baca Juga: Petisi Panser Biru Menentang Sanksi PSSI Capai 9.265 Tanda Tangan, Targetkan 10.000 Dukungan
Koordinator tim Dispora Firman Sukmono yang juga mantan pemain PSIS, merasa senang bisa sparing dengan tim PWI. Selain bisa menjaga silaturahmi, Firman mengaku pertahanan yang digalang Ian dkk sangat sulit ditembus.
"Kami kaget ternyata tim PWI sangat solid. Semoga kita bisa bertemu dan bermain bola dilapangan Sidodadi," ujar Firman yang diamini para pemain.
Dalam laga tersebut, lima gol untuk tim wartawan dicetak Reza Pahlevi menit 20 dan 30, Dani Poel 36, Herry B menit ke- 60 dan 77. Sedang gol Dispora diciptakan Rizal menit ke 40 dan 55, Widianto menit ke-70 Winarno menit- 86 dan Fadarno menit ke -90.
Baca Juga: PSSI Jawa Tengah Buka Pendaftaran Kursus Wasit Lisensi C-2
Mengingat lawan yang dihadapi didominasi mantan pemain PSIS. Tim PWI Jatengpun, berusaha menyiapkan pemain terbaiknya. Babak pertama PWI memainkan strategi 4 4 2 .
Dua didepan diisi pemain tamu Ketua KKS dan Asjat Jateng Dani Poel dan Perwira Kodam Reza Pahlevi.
Sektor tengah ada Wisnu, Lander, Gunawan dan Ashok. Barisan belakang masih paten Wahyu, Arif, Halim dan Ian Firhanusa, kiper dipercayakan Rully.
Baca Juga: PSIS Semarang Ajukan Banding ke PSSI: Yoyok Sukawi Minta Doa Kepada Suporter dan Penonton
Sejak peluit dibunyikan wasit Edy Kipau, kedua tim terlihat masih hati-hati memainkan sikulit bundar. Bola banyak mengalir diareanya sendiri. Baru sepuluh menit berjalan, kedua tim mulai berani melakukan serangan secara frontal.
Tim Dispora tampak lebih percara diri. Ini bisa dimaklumi karena terdapat beberapa mantan pemain liga yakni Restu Kartiko, Sunarso dan Firman Sukmono, dibantu pemain muda yang sarat pengalaman Ahmad Sedar Triyanto, Fatur Danu, Paryoto, Yani Widianto, Memet Yulianto dengan kiper Aldo.
Dua jenderal lapangan Narso dan Firman dengan umpan-umpan akurat memanjakan dua striker Dispora Rizal dan Widianto.
Namun berkat pertahanan yang digalang Ian sangat kokoh. Setiap serangan bergelombang yamg mengarah dijantung pertahanan berhasil diredam.
Baca Juga: Revolusi Digital PSIS Semarang: Yoyok Sukawi Pimpin Inovasi Aplikasi Pemesanan Tiket Baru
Tim PWI merubah strategi dengan meninggalkan Reza sendirian didepan. Mencoba mengandalkan serangan balik.
Strategi serangan balik, ternyata membuahkan hasil. Dua gol Reza lewat tendangan jarak jauh, dan tandukan kepala Dani, akibat transisi yang tidak dijalankan dengan baik oleh pemain belakang Dispora.
Menit ke-40 Rizal berhasil memperkecil kedudukan menjadi 3- 1. Gol terjadi setelah sebelumnya terjadi scrimed dikotak pinalti yang gagal ditangkap Rully.
PWI tidak terpancing masih tetap mengandalkan serangan balik. Gelandang serang PWI Lander, Wisnu dan Ashok tidak banyak membawa bola. Setiap bola yang datang, langsung diarahkan kelini depan PWI.
Baca Juga: Panser Biru Bersatu Melawan Sanksi PSSI: Petisi Change.org untuk PSIS Semarang Menggema
Tercatat tim wartawan mendapat 3 peluang emas, sayang tendangan Reza dan Dani berhasil ditepis kiper Aldo. Sampai wasit Edy Kipau meniup peluit tanda turun minum skor tidak berubah 3-1.
Menginjak babak kedua PWI menarik semua pemainnya, masuk kiper Syahrul Qirom, dua striker Trinil dan Hery B, tengah diisi Lutfi, Arif Riyanto, Hakim, barisan belakang Januar, Amin, Anggit Heldi.
Tidak kalah menariknya PWI bermain terbuka. Untuk menambah serangan Anggit dinaikkan ke tengah. Diharapkan strategi 3 5 2 PWI unggul dilapangan tengah dan bisa menambah pundi- pundi gol.
Baca Juga: Lini Belakang Keropos, PSIS Ditekuk Borneo FC Dua Gol Tanpa Balas
Saling serang dengan memanfaatkan lebar lapangan. Menjadikan permainan enak ditonton.
Restu Kartiko sebagai orang terakhir beberapa kali bisa dilewati dua striker PWI.
Melalui serangan yang di bangun dari bawah bola dialirkan ke Anggit. Anggit trupas ke Herry, dengan meliuk-liuk hery berhasil menembus pertahanan Dispora dan bisa mengelabuhi penjaga gawang Aldo.
Gol kedua yang dilesakke Herry tidak lepas dari kerjasama tim yang baik, dari sudut sempit bola plesing pelan meluncur disudut kiri gawang Dispora.
Menginjak mendekati menit- menit akhir pertahanan PWI mulai mengendor karena kelelahan. Hal ini dimanfaatkan tim lawan untuk menyerang secara bergelombang.
Meski kiper PWI Syahrul Qirom sudah jatuh bangun menyelamatkan gawangnya, namun dalam lima menit terjadi dua gol yang menyelamatkan Dispora dari kekalahan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 3Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 4Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 5Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 6Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 7Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 8Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 9Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal
- 10Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?



