Longsor dan Pohon Tumbang di Curug Lawe Kendal, Satu Tutup Usia

JATENG.AKURAT.CO, Bencana longsor disertai pohon tumbang menerjang kawasan wisata Curug Lawe Secepit, Desa Gunungsari, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Sabtu (7/11/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.
Insiden tersebut menimpa empat wisatawan, satu di antaranya meninggal dunia dan tiga lainnya mengalami luka-luka.
Korban meninggal diketahui bernama Dhea Syifa’ul Qolbi (19), warga Desa Pecabean, Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal. Ia tewas setelah tertimpa pohon yang tumbang akibat longsoran tanah di kawasan wisata alam tersebut.
Saat kejadian, Curug Lawe Secepit masih ramai dikunjungi wisatawan. Longsor yang membawa material tanah dan menyebabkan pohon tumbang itu membuat sejumlah pengunjung terdampak hingga harus mendapatkan pertolongan tim penyelamat.
Humas Basarnas Semarang, Zulhawary, membenarkan adanya korban meninggal dunia dalam peristiwa tersebut.
“Dhea Syifa’ul Qolbi korban meninggal dunia,” kata Zulhawary saat memberikan keterangan melalui layanan pesan singkat, Sabtu (7/11/2026) petang.
Selain Dhea, tiga wisatawan lainnya mengalami luka-luka. Mereka adalah Bimo Putra Maulana (19), yang juga berasal dari Desa Pecabean, Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal, serta Aura Artika (20) dan Dina (20), warga Kabupaten Kendal.
Seluruh Korban Dievakuasi ke Puskesmas
Begitu kejadian dilaporkan, tim gabungan langsung bergerak melakukan penyelamatan dan evakuasi terhadap para korban. Keempat wisatawan yang terdampak berhasil dikeluarkan dari lokasi bencana.
Selanjutnya, seluruh korban dibawa ke Puskesmas Limbangan, Kabupaten Kendal, untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
“Empat korban sudah terevakuasi,” ujar Zulhawary.
Hingga Sabtu petang, jenazah Dhea bersama tiga korban luka masih berada di Puskesmas Limbangan.
Ancaman Longsor di Destinasi Wisata Alam
Insiden di Curug Lawe Secepit menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap potensi bencana di kawasan wisata alam. Destinasi yang berada di wilayah perbukitan dengan vegetasi pepohonan tersebut memiliki risiko longsor maupun pohon tumbang, terutama saat kondisi cuaca tidak bersahabat.
Keselamatan pengunjung perlu menjadi prioritas bagi pengelola wisata dan pihak terkait. Pemantauan kondisi lingkungan secara berkala serta pembatasan akses di titik-titik rawan menjadi langkah penting untuk mencegah jatuhnya korban saat terjadi potensi bencana.
Peristiwa ini juga menjadi perhatian agar pengelolaan destinasi wisata alam tidak hanya berfokus pada daya tarik dan kenyamanan pengunjung, tetapi juga kesiapsiagaan menghadapi risiko bencana.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Live Score PSMS Medan vs Persiraja: Ayam Kinantan Mengamuk, Javier Siverio Borong 4 Gol!
- 2Gak Perlu Modal! 10 Game di Play Store Ini Bisa Kasih Saldo DANA Tiap Hari, Ada yang Rp100 Ribu
- 3Semarang Berpuisi Bakal Merambah TBRS dan Kota Lama, Pemkot Perluas Ruang Ekspresi Seniman
- 4Persijap Kian Merana, Kalah Kandang di Tangan Garudayaksa FC, Jurang Degradasi Kian Dekat, Skor Akhir 1-2
- 5Tiket Kereta Api Keberangkatan 1 Desember 2026 Sudah Bisa Dipesan, KAI Minta Pelanggan Cek Jadwal Baru
- 6Review Jujur ISUL: Cair ke DANA Tanpa Deposit, Tapi Iklannya Bikin Emosi
- 7Ekosistem Pendidikan Sehat Wujudkan Sekolah Ramah Anak
- 8Review Jujur MaGer: Benarkah Bisa Cair ke DANA Tanpa Deposit Sepeser Pun?
- 9Sudah Jatuh Tertimpa Tangga, Persis Siap-siap Disanksi Komdis PSSI Usai Dua Kartu Merah
- 10Turunan Panjang di KM 39 Bikin Lutut Nyeri? Ini 5 Cara Mencegahnya Sebelum Borobudur Marathon 2026



