Jateng

Asap Kebakaran TPA Jatibarang Mulai Menyebar ke Permukiman, Warga Semarang Diminta Waspada Gangguan Pernapasan

Muhammad Husni Mushonifi | 1 Oktober 2026, 19:49 WIB
Asap Kebakaran TPA Jatibarang Mulai Menyebar ke Permukiman, Warga Semarang Diminta Waspada Gangguan Pernapasan

JATENG.AKURAT.CO, Kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatibarang, Kota Semarang, mulai berdampak terhadap sejumlah kawasan permukiman. Asap dari lokasi kebakaran dilaporkan telah menyebar hingga beberapa wilayah dan berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat.

Pemerintah Kota Semarang kini meningkatkan pemantauan terhadap arah pergerakan asap sekaligus menyiagakan layanan kesehatan untuk mengantisipasi munculnya gangguan pernapasan pada warga yang terdampak.

Sejumlah wilayah yang terpantau terdampak sebaran asap antara lain Kelurahan Sadeng, Kecamatan Gunungpati; Kelurahan Kalipancur, Kecamatan Ngaliyan; serta Kelurahan Manyaran, Kecamatan Semarang Barat.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang, Endro Pudyo Martanto, mengatakan pemantauan terhadap sebaran asap terus dilakukan seiring dengan proses penanganan kebakaran di kawasan TPA Jatibarang.

Menurut Endro, pemerintah perlu mengantisipasi dampak yang mungkin muncul karena asap telah mencapai kawasan yang menjadi tempat aktivitas masyarakat.

“Untuk Dinas Kesehatan sendiri sudah menyampaikan kepada seluruh jajaran lurah, terutama di area sini, apabila ada keluhan sesak napas ya, ini bisa segera untuk memeriksakan ke puskesmas terdekat. Mobil Dinas Kesehatan ambulans sendiri pun standby di lokasi ini,” ujar Endro saat ditemui di lokasi kebakaran TPA Jatibarang, Kamis (1/10).

Warga dengan Keluhan Pernapasan Diminta Segera Memeriksakan Diri

Aspek kesehatan menjadi salah satu perhatian dalam penanganan kebakaran TPA Jatibarang. Dinas Kesehatan Kota Semarang telah berkoordinasi dengan jajaran kelurahan, khususnya wilayah yang berada dalam jalur sebaran asap.

Warga yang mengalami sesak napas maupun keluhan kesehatan lainnya setelah terpapar asap diminta tidak menunda pemeriksaan dan segera mendatangi puskesmas terdekat.

Layanan kesehatan juga disiapkan untuk memberikan respons apabila terjadi peningkatan jumlah warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap.

Endro menyebut gangguan pernapasan, termasuk infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), menjadi salah satu risiko yang menjadi perhatian tim kesehatan di lapangan.

“Memang khusus untuk dampak dari asap ISPA-nya. Ya, itu yang jadi prioritas dari tim kesehatan,” katanya.

Dengan kesiapsiagaan tersebut, warga yang mengalami keluhan akibat paparan asap diharapkan dapat memperoleh pemeriksaan maupun penanganan secara cepat.

Pemkot Semarang Pertimbangkan Modifikasi Cuaca

Selain melakukan penanganan langsung terhadap kebakaran, Pemerintah Kota Semarang juga membuka kemungkinan penggunaan operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk membantu proses pemadaman.

BPBD Kota Semarang akan melakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terkait kemungkinan mendapatkan dukungan pelaksanaan OMC.

Namun, opsi tersebut tidak dapat dilakukan secara mandiri karena membutuhkan koordinasi lintas instansi, dukungan pemerintah pusat, serta kesiapan anggaran. Pelaksanaan OMC juga membutuhkan dukungan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“Tidak menutup kemungkinan kami akan berkoordinasi dengan provinsi. Siapa tahu ya bisa ada dukungan OMC (operasi modifikasi cuaca). Itu kan membutuhkan proses maupun biaya yang tidak sedikit, harus ada dukungan dari BNPB,” kata Endro.

Sementara itu, proses penanganan kebakaran di TPA Jatibarang masih terus berlangsung. Pemerintah juga melanjutkan pemantauan terhadap pergerakan asap serta memastikan layanan kesehatan tetap siaga di wilayah yang berpotensi terdampak.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.