Jateng

Tujuh Kafilah Semarang Diguyur Hadiah Umroh Usai Berprestasi di MTQ Nasional XXXI

Muhammad Husni Mushonifi | 23 September 2026, 16:38 WIB
Tujuh Kafilah Semarang Diguyur Hadiah Umroh Usai Berprestasi di MTQ Nasional XXXI

JATENG.AKURAT.CO, Prestasi tujuh kafilah asal Kota Semarang dalam Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXXI mendapat apresiasi khusus dari Pemerintah Kota Semarang. Mereka dijanjikan hadiah umroh yang dijadwalkan berlangsung pada November 2026.

Penghargaan tersebut disampaikan Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng saat menerima 16 anggota kafilah MTQ Kota Semarang dalam agenda silaturahmi di Lobby Balai Kota Semarang, Rabu (23/9/2026).

Agustina mengatakan, pemberian hadiah umroh menjadi salah satu bentuk penghargaan atas perjuangan para kafilah yang telah mengharumkan nama Kota Semarang dalam ajang tingkat nasional tersebut.

"Kebanggaan ini salah satunya kami wujudkan dengan memberikan apresiasi kepada tujuh orang yang menang untuk diberangkatkan umroh pada November 2026. Terima kasih kepada orang tua, pembina, pelatih, guru, dan semua pihak," kata Agustina.

Sebanyak 16 peserta dari Kota Semarang sebelumnya memperkuat Kontingen Jawa Tengah dalam MTQ Nasional XXXI yang berlangsung selama delapan hari di Kota Semarang. Dari jumlah tersebut, tujuh kafilah berhasil membawa pulang medali maupun penghargaan.

Kontribusi para peserta tersebut turut menopang capaian Jawa Tengah yang berhasil menduduki posisi kedua nasional dengan perolehan 208 poin. Pencapaian itu menjadi peningkatan signifikan dibandingkan posisi Jawa Tengah yang sebelumnya berada di peringkat ke-16.

Agustina menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, termasuk mereka yang belum berhasil menjadi juara. Menurutnya, seluruh kafilah telah memberikan kontribusi melalui keikutsertaan mereka dalam ajang tersebut.

"Kita lega perhelatan MTQ sudah rampung dan anak-anak kita meraih sukses yang luar biasa. Pesan saya untuk adik-adik peserta, baik yang juara maupun belum, kalian adalah pahlawan di mata Kota Semarang," ujarnya.

Tujuh kafilah yang mendapat apresiasi tersebut yakni Muhammad Abdul Faqih, Juara I Tafsir Bahasa Indonesia Putra; Lisa Rodul Janah, Juara II Seni Kaligrafi Hiasan Mushaf Putri; serta Aulia Ainis Lisa, Juara II Karya Tulis Ilmiah Al-Qur'an Putri.

Selanjutnya, Galen Firjatullah meraih Juara III Fahmil Qur'an Putra, Laila Nurqiliah Juara III Fahmil Qur'an Putri, Aisyah Assaraf meraih Harapan I Tafsir Bahasa Arab Putri, dan Umar Izul Haq memperoleh Harapan II Tilawah Dewasa Putra.

Meski kompetisi telah berakhir, Agustina meminta para kafilah tetap meningkatkan kemampuan dan memperdalam ilmu Al-Qur'an.

"Adik-adik, teruslah membaca, belajar, dan mengasah kemampuan. Jadikan ilmu dan nilai Al-Qur'an sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari," pesannya.

Salah satu penerima penghargaan, Aulia Ainis Lisa (22), mengaku bersyukur atas apresiasi yang diberikan Pemkot Semarang. Peraih Juara II Karya Tulis Ilmiah Al-Qur'an (KTIQ) itu menyebut penghargaan tersebut menjadi bentuk perhatian besar terhadap perjuangan para kafilah.

"Alhamdulillah saya sangat senang, begitu pun teman-teman, karena ini merupakan bentuk apresiasi terbesar yang pernah kami dapatkan dari Kota Semarang. Bagi kami, MTQ bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan tempat memperkuat ukhuwah, bertukar ilmu, dan menambah kecintaan kepada Al-Qur'an," tutur Aulia.

Selain menyoroti prestasi kafilah, Agustina juga menilai pelaksanaan MTQ Nasional XXXI di Kota Semarang berlangsung aman dan lancar. Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak hanya terlihat dari sisi penyelenggaraan, tetapi juga dari dampak kegiatan terhadap aktivitas ekonomi masyarakat dan pelaku UMKM.

Ia menyebut pelaksanaan MTQ mendapat apresiasi dari Menteri Agama karena tidak terjadi insiden berarti selama kegiatan berlangsung. Koordinasi antara panitia tingkat kota, provinsi, dan nasional juga dinilai berjalan dengan baik.

"Kita dapat apresiasi dari Pak Menteri Agama karena tidak ada insiden berarti, panitia tingkat kota, provinsi, maupun nasional bisa bekerja sama dengan baik. Yang paling membanggakan adalah terbangunnya sense of belonging bahwa MTQ menjadi ruang merepresentasikan Kota Semarang sebagai kota sejahtera yang terbuka dan melayani semua kafilah dengan baik," pungkasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.