Menguak Rahasia Supreme Guard Command: Pasukan Elit Penjaga Nyawa Kim Jong Un

JATENG.AKURAT.CO, Pernahkah Anda melihat tayangan televisi tentang kunjungan diplomatik pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, dan merasa heran dengan puluhan pria berjas gelap yang berlari mengelilingi mobil limusinnya? Gerakan mereka begitu kompak, serempak, seolah-olah sedang melakukan tarian yang telah dilatih ribuan kali.
Mereka bukanlah pelari maraton atau pengawal biasa. Mereka adalah personel elit dari Supreme Guard Command (SGC) , pasukan paling elite dan paling misterius yang dimiliki Korea Utara. Di balik penampilan mereka yang kaku dan disiplin tinggi, tersembunyi kisah tentang pengabdian total, latihan ekstrem, dan tanggung jawab yang tak terbayangkan: menjadi perisai hidup bagi pemimpin tertinggi.
SGC bukan sekadar pasukan pengawal; mereka adalah simbol kekuasaan absolut, ujung tombak stabilitas dinasti, dan salah satu institusi paling tertutup di dunia yang selalu berhasil membuat para analis intelijen internasional penasaran.
Baca Juga: Misteri Penerus Kim Jong Un: Antara Putri Remaja, Bibi Berpengaruh, dan Pangeran yang Hilang
Apa Itu Supreme Guard Command? Definisi dan Tugas Utama
Supreme Guard Command (SGC) adalah pasukan pengawal pribadi yang bertugas melindungi pemimpin tertinggi Korea Utara dan keluarganya. Mereka adalah lapisan pertahanan paling dalam dalam sistem keamanan nasional Korea Utara.
Tugas utama mereka adalah memastikan tidak ada celah sedikit pun bagi ancaman, baik fisik maupun visual, yang dapat membahayakan keselamatan sang pemimpin. SGC bekerja dalam sistem berlapis yang sangat kompleks dan terorganisir dengan rapi.
Setiap lapisan memiliki fungsi spesifik yang saling melengkapi untuk menciptakan benteng perlindungan yang nyaris mustahil ditembus.
Lapisan-Lapisan Pengamanan SGC
Sistem pengamanan SGC terdiri dari tiga lapisan utama:
Lapisan Pertama: Pengawal Pribadi (Close Protection) – Mereka adalah personel yang berada paling dekat dengan tubuh Kim Jong Un. Tugasnya adalah membentuk barikade manusia yang bergerak dinamis, siap menjadi tameng hidup jika terjadi serangan mendadak.
Lapisan Kedua: Pengamanan Area dan Intelijen – Bertugas memantau kerumunan dan area sekitar secara teknis maupun intelijen. Mereka menyisir kerumunan untuk mencari gerak-gerik mencurigakan dan memastikan tidak ada pihak yang mengganggu.
Lapisan Ketiga: Pengamanan Perimeter Luar – Mengamankan jalur perimeter luar dengan persenjataan berat dan teknologi sensor. Mereka bertanggung jawab atas sterilisasi area sebelum pemimpin tiba dan memastikan tidak ada ancaman dari jarak jauh, seperti sniper atau kendaraan tak dikenal.
Prosedur Pengamanan: Tidak Ada Celah untuk Ancaman
Sterilisasi area dilakukan beberapa jam sebelum Kim Jong Un tiba di lokasi acara. Petugas SGC akan memeriksa setiap sudut ruangan, mulai dari langit-langit hingga sistem kelistrikan. Mereka juga memastikan makanan dan minuman yang akan dikonsumsi sudah melalui uji laboratorium yang ketat; semua dilakukan untuk meminimalkan risiko sabotase atau upaya pembunuhan secara diam-diam.
Saat Kim Jong Un melakukan kunjungan lapangan, SGC mengubah lokasi tersebut menjadi zona militer sementara. Tidak ada warga sipil yang boleh mendekat tanpa izin khusus dan pemeriksaan tubuh menyeluruh.
Mereka menggunakan alat pemindai elektronik untuk mendeteksi sinyal radio atau bahan peledak di sekitar area. Kehadiran mereka sering kali tidak terlihat, namun pengaruhnya sangat terasa kuat. Komunikasi antar personel dilakukan melalui kode-kode rahasia yang terus berubah secara berkala.
Mereka menggunakan perangkat pendengar yang tersembunyi untuk tetap terhubung secara langsung tanpa gangguan. Setiap pergerakan Kim Jong Un selalu dipantau melalui pusat komando pusat yang beroperasi selama 24 jam. Hal ini memungkinkan respons cepat jika terjadi situasi darurat yang tidak terduga.
Keamanan Transportasi: Prioritas Utama
SGC juga memiliki unit khusus yang mengawasi keamanan transportasi yang digunakan oleh keluarga Kim. Baik itu kereta api kepresidenan, pesawat pribadi, maupun mobil limusin, semuanya harus dalam kondisi antipeluru. Jalur yang akan dilewati disisir secara total oleh tim penjinak bom dan sniper. Keamanan transportasi menjadi prioritas utama karena merupakan titik paling rentan saat perjalanan.
Anggota SGC tidak hanya dibekali kemampuan tempur tetapi juga ketajaman insting pengamatan. Mereka dilatih untuk mengenali gerak-gerik mencurigakan di tengah kerumunan massa yang sangat padat. Mata mereka selalu bergerak menyisir area sementara tubuh mereka tetap waspada melindungi objek utama.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Profil Instagram Ko Hyung-jin Wasit Indonesia vs Malaysia, Sejarah Kelam 2019 Kembali Terbayang usai Tom Haye Dikartu Merah!
- 2LIVE SCORE Indonesia vs Malaysia, Skor 0-0 Menit ke-70 Thom Haye Kartu Merah, Cek Skor Akhir FULL TIME Menang Siapa?
- 3Kalender Jawa Oktober 2026: Weton, Neptu, dan Rekomendasi Hari Baik untuk Hajatan
- 4Laga PERSIKU VS PSIS BATAL DIGELAR! Ini Alasan Manajemen Tuan Rumah Terkait Pembatalan Pertandingan
- 5Laga Persiku vs PSIS Mendadak BATAL Digelar, Netizen: Harusnya Tuan Rumah Kalah WO!
- 6F1 Ubah Jadwal GP Azerbaijan ke Sabtu, Ternyata Ini Penyebabnya
- 7Panduan Lengkap Kalender Jawa November 2026, dari Minggu Pahing hingga Senin Legi
- 8MotoGP 2026 Masuki Fase Akhir: Ini Jadwal Lengkap Sisa Balapan
- 9PLN Umumkan Pemeliharaan Jaringan di Semarang Timur, Listrik Padam 6 Jam
- 10TNT Awards Jateng 2026 Dorong Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah



