Jalan Penghubung Ungaran–Mranggen Terancam Putus, Longsor Terjadi di Kalongan

JATENG.AKURAT.CO, Jalur penghubung utama antara Ungaran dan Mranggen terancam putus usai longsor yang terjadi di Desa Kalongan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, Senin dini hari (16/2/2026).
Jalur tersebut merupakan satu-satunya jalur yang menghubungkan Kabupaten Semarang dan Kabupaten Demak secara langsung.
Longsor tersebut viral melalui akun instagram @portalsemarang. Berdasarkan pantauan situasi cuaca dan laporan kejadian di Kabupaten Semarang pada pertengahan Februari 2026, kawasan Kalongan memang berada dalam status risiko tinggi bencana tanah bergerak.
Curah hujan lebat yang turun berturut-turut memicu longsor di sejumlah titik, termasuk di jalur yang selama ini menjadi urar nadi perekonomian warga tersebut.
Wilayah Kalongan diketahui memiliki kontur tanah labil. Bahkan, sejak 2022–2023, longsor besar telah memutus jalur utama tersebut secara permanen.
Setiap musim hujan, pergerakan tanah dilaporkan terus terjadi dan memperparah kerusakan di sekitar lokasi.
Dalam laporan yang dikutip dari @portalsemarang, pergerakan tanah terbaru kini semakin mendekati permukiman warga, khususnya di Dusun Bandungan, Desa Kalongan.
Retakan tanah terlihat memanjang dan beberapa titik mengalami amblesan yang mengkhawatirkan.
Pihak berwenang telah memberlakukan penutupan total pada jalur terdampak guna mencegah korban jiwa.
Warga juga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi longsor susulan, terutama saat hujan deras kembali turun.
“Pergerakan tanah masih terus berlangsung. Jika hujan lebat kembali terjadi, risikonya sangat tinggi,” tulis akun @portalsemarang dalam unggahannya yang telah dibagikan ribuan kali.
Masyarakat setempat diminta mematuhi arahan aparat desa dan petugas terkait kemungkinan evakuasi darurat apabila longsor semakin mendekati kawasan hunian.
Situasi di Desa Kalongan kini terus dipantau sebagai salah satu titik rawan bencana di Kabupaten Semarang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 3Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 4Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 5Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 6Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 7Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 8Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 9Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal
- 10Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?







