Jateng

Intel Kembali ke Pelukan Apple? Chip M series Entry Level Dirumorkan Diproduksi Mulai 2027!

Theo Adi Pratama | 4 Desember 2025, 13:37 WIB
Intel Kembali ke Pelukan Apple? Chip M series Entry Level Dirumorkan Diproduksi Mulai 2027!

JATENG.AKURAT.CO, Dunia teknologi kembali dihebohkan dengan spekulasi yang melibatkan dua raksasa yang sudah lama berpisah: Apple dan Intel.

Setelah Apple dengan bangga meninggalkan prosesor Intel pada tahun 2020 untuk beralih ke chip rancangan sendiri, Apple Silicon, kini analis ternama Ming-Chi Kuo memberi petunjuk bahwa Intel mungkin akan kembali ke ekosistem Apple—namun bukan sebagai desainer CPU, melainkan sebagai mitra manufaktur (foundry).

Rumor ini menunjukkan perubahan strategi rantai pasokan yang signifikan dari Apple. Jika semua berjalan lancar, Intel bisa mulai memproduksi chip M series kelas bawah untuk Apple paling cepat pada pertengahan hingga akhir tahun 2027.

Intel 18AP: Pabrik Baru untuk MacBook Air

Kolaborasi ini tidak berarti Apple kembali menggunakan prosesor lama Intel. Apple tetap memegang kendali penuh atas desain dan arsitektur chip M series (berbasis ARM).

Intel hanya akan berperan sebagai pabrik yang memproduksi chip tersebut menggunakan teknologi fabrikasi canggih mereka, yaitu node 18AP (varian dari 2nm).

  • Target Chip: Fokusnya adalah pada chip M-series level dasar (kemungkinan M6 atau M7) yang digunakan pada produk dengan volume penjualan tinggi seperti MacBook Air dan iPad dasar/Pro.
  • Jalur Produksi Terpisah: Chip Apple kelas atas (seri Pro, Max, dan Ultra) kemungkinan besar akan tetap diproduksi oleh mitra lama Apple, TSMC.
  • Jadwal Krusial: Intel diharapkan mengirimkan sampel awal setelah Apple menerima design kit 18AP (diperkirakan Q1 2026). Jika hasilnya memuaskan, produksi massal bisa dimulai pada 2027.

Mengapa Apple Rela Balikan dengan Intel?

Langkah ini bukan didasarkan pada teknologi semata, melainkan didorong oleh strategi besar:

  • Diversifikasi Rantai Pasokan: Selama ini, Apple sangat bergantung pada TSMC di Taiwan. Dengan menggunakan Intel, Apple mengurangi risiko single-source dependency (ketergantungan pada satu pemasok) di tengah ketegangan geopolitik global.
  • Mendukung Industri Domestik AS: Intel Foundry memiliki fasilitas produksi besar di Amerika Serikat (seperti di Arizona). Keputusan Apple memanfaatkan pabrik ini selaras dengan dorongan pemerintah AS (CHIPS Act) untuk memperkuat industri semikonduktor domestik.

Bagi Apple, hal ini berpotensi berarti stok yang lebih stabil untuk produk entry-level seperti MacBook Air, mengurangi risiko penundaan mendadak.

Sementara bagi Intel, mendapat Apple sebagai klien foundry adalah validasi terbesar atas upaya comeback mereka dalam teknologi manufaktur advanced node.

Dampak Nyata bagi Konsumen

Jika kolaborasi ini terwujud, konsumen mungkin akan merasakan dampaknya dalam beberapa tahun ke depan:

  • Ketersediaan Produk: Ketersediaan MacBook Air dan iPad dasar di pasar global bisa menjadi lebih konsisten.
  • Variasi Harga Regional: Ada kemungkinan muncul sedikit perbedaan harga atau jadwal peluncuran tergantung dari mana chip tersebut diproduksi (TSMC atau Intel).
  • Spesifikasi Baru: Seiring waktu berjalan, memeriksa siapa foundry yang membuat chip di dalam Mac Anda (TSMC atau Intel) mungkin menjadi hal yang sama normalnya dengan memeriksa kapasitas RAM atau storage.

Untuk Anda yang sedang mempertimbangkan membeli Mac dalam waktu dekat, tidak perlu menunda pembelian.

Perubahan ini baru akan berlaku pada tahun 2027 paling cepat. Namun, jika Anda tertarik dengan ide memiliki chip yang diproduksi di AS atau ingin melihat bagaimana strategi dual-sourcing ini memengaruhi harga, perkembangan cerita ini patut dicermati selama satu tahun ke depan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.