Geger Penemuan Mayat Bayi Laki-laki di Saluran Dam Tempuran Sleman, Polisi Lakukan Penyelidikan

JATENG.AKURAT.CO, Warga Dusun Senden II, Kelurahan Selomartani, Kapanewon Kalasan, Sleman, digegerkan dengan penemuan mayat bayi di Dam Tempuran, pada Rabu (5/11) sekitar pukul 14.30 WIB.
Bayi berjenis kelamin laki-laki tersebut ditemukan dalam kondisi mengapung dan sudah meninggal dunia.
Melansir dari akun @merapi_uncover, penemuan berawal ketika warga sedang pergi memancing dan mencium bau menyengat di sekitar lokasi.
Karena penasaran, warga kemudian mencari sumber bau tersebut dan mendapati tubuh bayi mengapung di aliran air dam.
Warga tersebut kemudian memanggil perangkat dusun untuk memastikan dan melaporkan temuan ini ke pihak kepolisian.
Tim gabungan dari Polsek Kalasan, Polsek Ngemplak, Inafis Polresta Sleman, serta perangkat desa dan Babinsa langsung terjun ke lokasi usai mendapatkan laporan.
Kapolsek Kalasan, AKP Wartono, S.H, memimpin langsung penanganan kasus ini bersama tim gabungan.
Polisi kini tengah menyelidiki lebih lanjut untuk mengungkap siapa orang tua bayi tersebut.
Pihak kepolisian menghimbau kepada masyarakat yang mengetahui informasi terkait kejadi ini untuk segera melapor.
"Kami akan menindaklanjuti kasus ini secara mendalam. Dukungan informasi dari masyarakat sangat dibutuhkan," pungkas Kapolsek Wartono.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 3Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 4Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 5Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 6Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 7Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 8Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 9Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal
- 10Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?







