PDAM Tirta Moedal Perluas Utilitas Jaringan Layanan untuk Menjaring Pelanggan dari Sektor Industri, Perhotelan, dan Korporasi

JATENG.AKURAT.CO, Hingga saat ini, masih banyak industri, perhotelan, dan korporasi yang menggunakan sumur bor atau air tanah untuk memenuhi operasional kegiatannya.
Oleh sebab itu, Perumda Air Minum Tirta Moedal Kota Semarang terus memperluas utilitas jaringan pelanggan untuk sektor tersebut.
Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Moedal Kota Semarang, Yudi Indardo mengatakan, bahwa pihaknya terus menggencarkan sosialisasi guna melakukan subsitusi penggunaan sumur air tanah oleh industri agar beralih menjadi pelanggan PDAM.
Apalagi dengan adanya pelayanan pelanggan premium untuk bisa mempercepat proses peralihan tersebut.
"Jaringan kita masih menjangkau seperti SPAM Semarang barat untuk ngopeni wilayah Semarang Barat, lalu industri candi juga kita dorong untuk pakai air PDAM,"katanya, Jum'at (3/10/2025).
"Sekarang kita sudah punya kapasitas dari sisi komersial, karena jika melihat dari 5 tahun lalu bahwa pelanggan non domestik atau rumah tangga hanya 8 persen, yang mulai bergerak menjadi 12 persen, lalu untuk kebutuhan industri saat ini telah bergeser sebesar 18 persen," lanjutnya.
Peningkatan pelanggan dari industri dan komersial, kata Yudi, tak lepas dari aturan karena Semarang telah mempunyai Perwal No. 23 tahun 2023 tentang Zonasi Bebas Air Tanah Kota Semarang, terkait pengaturan pengambilan air bawah tanah untuk mencegah penurunan muka tanah yang ekstrem.
Sehingga bagi semua kegiatan perdagangan dan jasa di wilayah Kota Semarang, yang masuk area kritis dan zona merah, harus memiliki ijin menggunakan air tanah.
"Harusnya ijin air tanah tidak keluar, selama jaringan air bersih dari PDAM masih bisa melayaninya," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 3Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 4Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 5Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 6Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 7Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 8Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 9Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?
- 10Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal










