Heboh! Ekonom Senior Bongkar Skandal Gratis Saham BCA, Negara Diduga Rugi Ratusan Triliun!

JATENG.AKURAT.CO, Sebuah diskusi publik di Kampus Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST), Yogyakarta, Selasa (19/8/2025) menjadi sorotan.
Ekonom senior, Prof. Dr. Sri Edi Swasono, dan Ketua Lembaga Pengkajian Ekonomi Keuangan Negara (LPEKN), H.M. Sasmito Hadinegoro, hadir untuk membahas pencegahan korupsi.
Dalam forum itu, Sasmito melontarkan pernyataan mengejutkan terkait penjualan saham Bank Central Asia (BCA) yang disebutnya merugikan negara.
Tudingan Penjualan Saham yang Penuh Rekayasa
Sasmito Hadinegoro menyoroti kembali kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) dan penjualan saham BCA.
Ia menduga ada rekayasa besar dalam proses tersebut. Menurutnya, 51% saham BCA yang dijual pada era Presiden Megawati hanya ditebus sekitar Rp5 triliun.
“Nilai BCA itu lebih dari Rp200 triliun, tapi dijual hanya Rp5 triliun. Itu sama saja gratis,” ujar Sasmito.
Ia juga menyoroti peran pemerintah yang masih memberikan subsidi bunga rekap kepada bank besar, yang menurutnya merugikan rakyat.
“Stop pemberian subsidi bunga rekap dari APBN, itu semua berasal dari pajak rakyat yang sudah ngos-ngosan. Pemerintah harus punya political will untuk tidak lagi menghidupi bankir bandit,” tegas Sasmito di UST, Yogyakarta, Selasa, 19 Agustus 2025.
Desakan kepada Presiden Prabowo dan Kritik untuk KPK
Tak hanya itu, Sasmito juga mendesak Presiden Prabowo untuk berani mengambil langkah tegas.
Jika terbukti ada rekayasa dan korupsi dalam penjualan saham BCA, ia meminta agar 51% saham BCA diambil alih negara tanpa kompensasi.
Sasmito juga melayangkan kritik pedas kepada KPK yang ia nilai tidak serius dalam mengusut kasus BLBI dan BCA Gate.
Laporan yang ia berikan dianggap usang oleh KPK. Sebagai bentuk keseriusannya, Sasmito menyatakan siap bergabung dalam satgas pemberantasan mafia keuangan negara.
Besarnya dugaan kerugian negara ini juga fantastis. Ia memperkirakan akibat skandal ini, negara bisa rugi mencapai Rp200 triliun hingga Rp1.030 triliun jika dikaitkan dengan keseluruhan program BLBI.
Pihak BCA telah dihubungi untuk dimintai keterangan terkait pernyataan Sasmito namun hingga berita ini diturunkan, belum ada respons.
Publik kini menanti langkah nyata dari pemerintah baru untuk menanggapi desakan ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Profil Instagram Ko Hyung-jin Wasit Indonesia vs Malaysia, Sejarah Kelam 2019 Kembali Terbayang usai Tom Haye Dikartu Merah!
- 2LIVE SCORE Indonesia vs Malaysia, Skor 0-0 Menit ke-70 Thom Haye Kartu Merah, Cek Skor Akhir FULL TIME Menang Siapa?
- 3Kalender Jawa Oktober 2026: Weton, Neptu, dan Rekomendasi Hari Baik untuk Hajatan
- 4Laga PERSIKU VS PSIS BATAL DIGELAR! Ini Alasan Manajemen Tuan Rumah Terkait Pembatalan Pertandingan
- 5Laga Persiku vs PSIS Mendadak BATAL Digelar, Netizen: Harusnya Tuan Rumah Kalah WO!
- 6F1 Ubah Jadwal GP Azerbaijan ke Sabtu, Ternyata Ini Penyebabnya
- 7Panduan Lengkap Kalender Jawa November 2026, dari Minggu Pahing hingga Senin Legi
- 8MotoGP 2026 Masuki Fase Akhir: Ini Jadwal Lengkap Sisa Balapan
- 9PLN Umumkan Pemeliharaan Jaringan di Semarang Timur, Listrik Padam 6 Jam
- 10TNT Awards Jateng 2026 Dorong Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah



