Dinsos P2PA Demak Dorong Evaluasi Layanan Ramah Anak di Fasilitas Kesehatan

JATENG.AKURAT.CO, Komitmen Pemerintah Kabupaten Demak untuk mewujudkan wilayah yang peduli terhadap pemenuhan hak anak kembali ditegaskan melalui kegiatan Evaluasi Mandiri Pelayanan Ramah Anak di Fasilitas Kesehatan Tahun 2025.
Kegiatan yang digelar Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P2PA) ini berlangsung di aula kantor dinas setempat pada 31 Juli 2024 lalu.
Kegiatan ini melibatkan lintas sektor dengan menghadirkan perwakilan dari Dinas Kesehatan, 27 Puskesmas, serta dua rumah sakit yang ada di wilayah Kabupaten Demak.
Evaluasi ini menjadi bagian dari langkah strategis menuju Kabupaten Layak Anak, khususnya dalam pemenuhan hak anak atas pelayanan kesehatan yang bermutu dan ramah.
Plt Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Betti Susilowati, menuturkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menguatkan kesadaran semua pihak mengenai pentingnya layanan yang mengutamakan hak dan kebutuhan anak di fasilitas kesehatan.
“Kita ingin memastikan bahwa anak-anak mendapatkan perlakuan yang sesuai dengan tahapan tumbuh kembang mereka. Fasilitas kesehatan harus mampu menciptakan suasana yang mendukung rasa aman, nyaman, serta memberikan stimulasi yang tepat bagi perkembangan anak,” terang Betti.
Selain itu, ia menambahkan bahwa pelayanan ramah anak tidak hanya menyangkut sikap petugas medis, tetapi juga mencakup penyediaan sarana dan prasarana yang mendukung, seperti ruang tunggu yang ramah anak, informasi yang mudah dipahami, serta perlakuan yang adil tanpa diskriminasi.
Sementara itu, Plt Kepala Dinsos P2PA Kabupaten Demak, Agus Herawan, menekankan pentingnya sinergi antar instansi dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang berpihak kepada anak.
“Fasilitas kesehatan harus menjadi ruang yang tidak menakutkan bagi anak-anak. Dengan begitu, anak lebih terdorong untuk rutin memeriksakan kesehatan mereka,” ujar Agus.
Ia menyoroti bahwa sekitar 30 persen penduduk Demak merupakan kelompok usia anak, termasuk janin dalam kandungan. Hal ini menjadikan perhatian terhadap kesehatan anak sebagai langkah investasi jangka panjang.
“Jika kita bisa menjamin kualitas kesehatan anak sejak dini, maka kita sedang membentuk generasi yang sehat dan tangguh di masa depan. Ini bukan hanya tentang saat ini, tapi tentang keberlanjutan sumber daya manusia Kabupaten Demak,” imbuhnya.
Evaluasi ini juga menjadi momentum untuk menegaskan empat prinsip dasar perlindungan anak: non-diskriminasi, kepentingan terbaik bagi anak, hak hidup dan tumbuh kembang, serta partisipasi anak.
Diharapkan, dari kegiatan ini lahir rekomendasi konkret bagi seluruh fasilitas kesehatan agar pelayanan kepada anak-anak tidak hanya memenuhi standar teknis, tetapi juga mengedepankan pendekatan yang lebih humanis dan inklusif. (adv-demak)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Rute Macet Semarang-Solo, 22 Oktober 2026: Mana yang Harus Dihindari, Mana yang Harus Diambil
- 2Prediksi Skor Madura United vs Persib: Ketajaman Dimitar Mitkov Jadi Ancaman, Ini yang Diwaspadai Igor Tolic
- 3Prediksi Madura United vs Persib: Balsa Sekulic Starter, Mitkov Kembali Jadi Ancaman
- 4Pentingnya Ketajaman Intuisi untuk Menghadapi Dinamika Kehidupan
- 5Kebakaran Gunung Lawu Capai 140 Hektare, Bagana dan Relawan terus Berjibaku
- 6Polda Jateng Bongkar Jaringan Togel di Demak, Grobogan, dan Semarang, Saldo Rekening Rp2,46 Miliar Diblokir
- 7Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Pupuk Indonesia Ungkap Transformasi Tata Kelola Pupuk yang Berpihak Pada Petani
- 8iPhone 18 Pro dan Pro Max Resmi Tersedia, Telkomsel Tawarkan Bundling Halo dan SIMPATI hingga Diskon Rp1 Juta
- 9Lepas 845 Atlet ke Porprov Jateng 2026, Semarang Bidik 190 Emas demi Pertahankan Takhta Juara Umum
- 10Mahjong Rooftop Clash di Semarang, Louis Kienne Hotel Hadirkan Ruang Hangout dan Kolaborasi Komunitas










