Antisipasi Penyakit Mulut dan Kuku, Tim BPP Karangawen Berikan Pelayanan Kesehatan Hewan Ternak di Karangawen

Akurat.co – Bahaya penyakit PMK pada hewan ternak terutama sapi tidak main-main, meski kini wabah sudah mereda, namun peternak tetap was-was jika ternak mereka harus dihinggapi penyakit tersebut.
Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) atau Foot and Mouth Disease (FMD) sendiri adalah penyakit hewan menular dan dapat menyerang semua hewan berkuku belah atau genap, seperti sapi, kerbau, babi, kambing, domba, termasuk juga hewan liar yang seperti gajah, rusa, dan lainnya.
Berkaca pada pengalaman beberapa waktu lalu, Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Demak terus melakukan pemantauan kepada ternak milik petani di Demak.
Salah satunya adalah dengan menerjunkan tim BPP di wilayah Kecamatan Karangawen yang terdiri dari Agus Arifin (P2K), Ainur Rofiq dan Ponco.
Tim ini melaksanakan kegiatan pelayanan kesehatan di Desa Karangawen, Sidorejo, Rejosari, Wonosekar dan Desa Jragung.
Mereka memberikan pelayanan inseminasi buatan (IB), pengobatan PMK dan pemeriksaan kesehatan hewan ternak.
“Kesehatan ternak menjadi salah satu fokus dalam menjamin keamanan bahan pangan asal hewan. Jenis kegiatan yang di laksanakan yaitu memberikan pelayanan kesehatan hewan dalam rangka pencegahan, observasi, diagnosis, pengobatan, perawatan, pemulihan kesehatan dan rehabilitasi,” jelas Kadinas Pertanian dan Peternakan Demak Agus Herawan.
“Kami memberikan pelayanan aktif, semi aktif dan pelayanan pasif pada masyarakat. Pelayanan Pasif adalah pelayanan yang dilakukan dimana pemilik ternak membawa hewan ternaknya ke UPT Puskeswan,” jelasnya.
Sedangkan untuk Pelayanan semi aktif adalah pelayanan yang dilakukan oleh Petugas dengan cara mendatangi lokasi setelah mendapatkan laporan dari pemilik hewan.
Pelayanan aktif adalah pelayanan yang dilakukan oleh Petugas di tempat Pelayanan Kesehatan Hewan atau kelompok ternak pada lokasi tertentu. ADVDEMAK
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 3Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 4Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 5Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 6Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 7Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 8Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 9Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal
- 10Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?








