Penelitian BRIN Ungkap Peradaban Megalitik di Gunung Slamet

AKURAT.CO, Peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) telah mengungkap keberadaan peradaban megalitik di sekitar Gunung Slamet, Jawa Tengah, yang berlangsung sekitar tahun 2500 hingga 200 sebelum masehi.
Hal ini diungkapkan dalam seminar tentang Rekam Jejak Manusia dan Budaya Austronesia di Nusantara yang diadakan secara daring di Jakarta, Kamis.
Menurut Priyatno Hadi, Peneliti Pusat Riset Arkeologi Prasejarah dan Sejarah BRIN, masyarakat megalitik di Gunung Slamet memiliki kepercayaan kuat terhadap kekuatan supranatural.
"Mereka percaya ada kekuatan di luar diri manusia yang dapat mempengaruhi kehidupan," kata Hadi. Penemuan ini didasarkan pada analisis situs-situs megalitik yang berupa susunan batu-batu besar di lereng Gunung Slamet.
Baca Juga: Maroko Buat Kejutan, Kalahkan Argentina di Pembukaan Olimpiade Paris 2024
Situs megalitik ini terletak di lereng bawah (low land) dan lereng tengah (middle land), dengan orientasi bangunan pemujaan yang tidak diletakkan di puncak tetapi mengarah ke sana.
"Penempatan ini menunjukkan bahwa kebutuhan spiritual mereka terpenuhi dengan mendirikan bangunan pemujaan di lokasi tersebut," tambah Hadi.
Selain itu, ditemukan pula 70 situs megalitik di kawasan Gunung Slamet, menunjukkan bahwa kebudayaan megalitik telah berkembang luas di era tersebut.
Menariknya, masyarakat setempat memisahkan tempat tinggal dan tempat pemujaan.
Hal ini dibuktikan dengan temuan 231 menhir, yang dibagi menjadi tiga kelompok: situs penguburan, situs pemujaan, dan pemukiman penduduk.
Analisis lebih lanjut oleh tim BRIN menunjukkan bahwa pemilihan lokasi situs-situs megalitik yang terbatas pada lereng bawah dan tengah adalah strategis, mengingat masyarakat megalitik adalah agraris dan memilih lahan yang cocok untuk pertanian.
"Lingkungan gunung menyediakan sumber daya pertanian yang terbatas pada lereng bagian bawah atau tengah, sangat sesuai dengan subsistensi mereka," jelas Hadi.
Temuan ini menambahkan pemahaman yang lebih dalam mengenai peradaban megalitik di Indonesia, khususnya dalam konteks interaksi mereka dengan lingkungan dan spiritualitas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Atlet Selam Jepara Meninggal di Porprov Jateng, Lomba di Awann Costa Ditunda
- 2Profil Instagram Wasit Persija vs Persik di Super League 2026/2027, Steven Yubel Poli Pimpin Duel, Aidil Azmi Jadi Wasit VARdi JIS
- 3LIVE SCORE PSMS vs PSIS! Ayam Kinantan Unggul 2-0 di Babak Pertama, Tuan Rumah Kena Kartu Merah, Cek Skor Akhir FULL TIME
- 4UPDATE! Kronologi Atlet Selam Jepara Syabilla Rizkia Meninggal Saat Porprov Jateng 2026
- 5Viral Pelari JRF 2026 Terobos Barikade, Apa Itu COT dan COP? Ini Aturan yang Wajib Dipahami
- 6Jadwal BWF Hylo Open 2026 Lengkap hingga Final, Cek Wakil Indonesia dan Link Live Streaming
- 7GMPI Kota Semarang Gelar Rakercab dan Forum Diskusi Kepemudaan, Ajak Gen Z Menjaga Nilai Demokrasi di Era Digital
- 8Prediksi Skor Garudayaksa vs Persib, Cuma Punya 1 Hari Persiapan, Mampukah Persib Taklukkan Garudayaksa?
- 9Perangkat Pertandingan Garudayaksa vs Persib: Wasit Irfan Wahyu Wijanarko Pimpin Laga Panas Malam Ini
- 10CEK! Viral Pelari JRF 2026, Mengenal Flag-Off Time, Gun Time, dan Chip Time




