Gak Nyangka! Ini Fakta Unik Seputar Sistem Pendidikan di Beberapa Negara Besar di Dunia yang Bikin Kamu Melongo, Indonesia Sudah Tertinggal Jauh

JATENG.AKURAT.CO, Pendidikan adalah salah satu aspek yang sangat penting dalam pembentukan individu dan masyarakat.
Berbagai negara memiliki pendekatan yang berbeda dalam hal sistem pendidikan mereka.
Di antara keragaman ini, ada fakta-fakta unik yang menarik perhatian kita. Mari kita jelajahi beberapa dari mereka:
Korea Selatan:
Menduduki peringkat negara dengan angka bunuh diri pelajar tertinggi di dunia.
Pelajar Korea Selatan rata-rata menghabiskan 12-14 jam per hari untuk belajar, termasuk les tambahan.
Indonesia:
Negara Indonesia sendiri ternyata sudah tertinggal selama 128 tahun dalam hal pendidikan.
China:
Negara dengan ujian Gokao (ujian universitas) tersulit di dunia.
Pelajar di Cina rata-rata mengerjakan PR selama 14 jam dalam seminggu.
Finlandia:
Negara dengan sistem pendidikan terbaik di dunia.
Siswa hanya mengikuti ujian masuk universitas pada usia 16 tahun.
Setiap 45 menit, siswa diberi waktu istirahat dan bermain.
Jepang:
Siswa harus lulus ujian untuk masuk sekolah universitas.
Tidak ada petugas kebersihan di sekolah-sekolah, siswa yang membersihkan.
Setiap sekolah memiliki ahli gizi yang memantau menu makanan siswa.
Universitas menggunakan sistem pemilihan disiplin ilmu dan laporan, bukan skripsi.
Pelajar di Jepang dikenal sebagai yang paling mandiri di dunia.
Jerman:
Melarang homeschooling dan mewajibkan anak-anak masuk sekolah dari usia 6 sampai 15 tahun.
Menyediakan pendidikan gratis dari sekolah dasar sampai perguruan tinggi.
Mempunyai sistem penilaian sekolah dengan 6 grade.
India:
Memiliki sekolah terbesar di dunia dengan lebih dari 32.000 siswa.
Perancis:
Memiliki hari belajar sekolah terpanjang dan tahun ajaran terpendek di dunia.
Bangladesh:
Memiliki lebih dari 100 sekolah perahu karena sering terjadi banjir.
Setiap sekolah perahu dilengkapi dengan akses internet dan perpustakaan, serta digerakkan oleh tenaga matahari.
Amerika Serikat:
Anak-anak berusia 6 tahun ke atas mendapat pelajaran catur sebagai pelajaran wajib.
Dengan berbagai pendekatan yang berbeda ini, dapat dilihat bagaimana setiap negara memprioritaskan dan mengadaptasi sistem pendidikan mereka sesuai dengan kebutuhan dan nilai-nilai budaya mereka.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Jalan Diperbaiki, Warga Malah Menderita: Seragam Anak Kotor, Motor Rusak di Jalur Semarang–Kendal
- 2Atlet Selam Jepara Meninggal di Porprov Jateng, Lomba di Awann Costa Ditunda
- 3LIVE SCORE PSMS vs PSIS! Ayam Kinantan Unggul 2-0 di Babak Pertama, Tuan Rumah Kena Kartu Merah, Cek Skor Akhir FULL TIME
- 4UPDATE! Kronologi Atlet Selam Jepara Syabilla Rizkia Meninggal Saat Porprov Jateng 2026
- 5Viral Pelari JRF 2026 Terobos Barikade, Apa Itu COT dan COP? Ini Aturan yang Wajib Dipahami
- 6Jadwal BWF Hylo Open 2026 Lengkap hingga Final, Cek Wakil Indonesia dan Link Live Streaming
- 7Sosok Wasit Persija vs Persik di Super League 2026/2027, Steven Yubel Poli Pimpin Duel, Aidil Azmi Jadi Wasit VARdi JIS
- 8GMPI Kota Semarang Gelar Rakercab dan Forum Diskusi Kepemudaan, Ajak Gen Z Menjaga Nilai Demokrasi di Era Digital
- 9Prediksi Skor Garudayaksa vs Persib, Cuma Punya 1 Hari Persiapan, Mampukah Persib Taklukkan Garudayaksa?
- 10CEK! Viral Pelari JRF 2026, Mengenal Flag-Off Time, Gun Time, dan Chip Time




