Nana Sudjana Dinilai Berhasil Jaga Kondusifitas Jateng Saat Pemilu, Ini PR Selanjutnya Dalam Memimpin Jateng

Akurat.co - Nana Sudjana sudah 8 bulan menjadi Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Tengah. Sejak serah terima jabatan Pj Gubernur Jawa Tengah pada hari Rabu (6/9/2023) Nana Sudjana bernjanji akan melanjutkan kinerja Gubernur sebelumnya, Ganjar Pranowo, yang selama 10 tahun memimpin Jawa Tengah melalui berbagai kebijakan. Terutama soal pelayanan ASN, dan menyapa rakyat secara langsung.
Saat itu, Nana Sudjana menyampaikan, ada beberapa kegiatan atau agenda yang jadi perhatiannya yaitu pemilu dan Pilkada serentak 2024.
Selama 8 bulan tersebut, kinerja Nana Sudjana diperhatikan oleh pengamat kebijakan publik UIN Walisongo Semarang, Dr M Kholidul Adib.
Adib mengatakan tugas dia beserta Forkopimda telah berhasil mengawal pelaksanaan pemilu legislatif dan presiden 2024 berjalan dengan baik terutama adalah menjaga stabilitas di Jawa Tengah.
Baca Juga: PSIS vs RANS: Bentrok Gengsi, Usaha Merajut Asa ke Empat Besar dengan Jauhi Zona Merah
"Tidak menimbulkan suatu permasalahan, terjaga kondusivitas," terang Adib, Senin (22/4/2024).
Namun untuk pilkada yang akan dilaksanakan 27 November 2024 masih butuh kerja keras agar tetap berjalan dengan baik, aman dan kondusif.
Selain pemilu, Pj Gubenur juga mempunyai pekerjaan rumah berupa penurunan kemiskinan, penyediaan fasilitas pendidikan dan kesehatan.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah pada Maret 2023 tercatat jumlah warga miskin mengalami penurunan 10,77 persen.
"Tentu butuh kerja keras untuk dapat menurunkan angka kemiskinan di Jawa Tengah pada tahun 2024 yang programnya sekarang masih berjalan," ungkap Adib.
Kemudian soal penuntasan stunting, berdasarkan EPPGBM (Elektronik Pencacatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat) angka stunting di Jawa Tengah dalam empat tahun terakhir turun 51 persen. Lebih rinci, pada 2018 tingkat stunting Jateng 24,4 persen.
Kemudian 2019 turun menjadi 18,3 persen. Lalu 2020 turun 14,5 persen. Kemudian 2021 sempat naik 18,8 persen, berikutnya pada 2022 bisa mencapai 11,9 persen. Adapun, menurut Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) pada tahun 2022, angka stunting Jateng mencapai 20,8 persen, maka pada tahun 2024 angka stanting harus dapat diturunkan.
Di sektor pendidikan, Ganjar berhasil menerapkan pendidikan gratis bagi siswa miskin SMKN Jawa Tengah. Bahkan program ini, digadang-gadang oleh Presiden RI Joko Widodo bisa menjadi program percontohan nasional. Terkait hal ini Nana Sudjana harus dapat melanjutkannya.
Kemudian yang butuh perhatian adalah soal lingkungan hidup, kerusakan lingkungan, banjir, rob hingga tanah longsor harus diperhatikan. Banjir pantura Jateng beberapa waktu lalu menjadi bukti nyata bahwa Pemprof Jateng belum berhasil menyelesaikan persoalan banjir.
"Memang untuk banjir ini harus melibatkan pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten/kota karena faktor banjir pantura ini sangat kompleks," urainya.
Ke depan, kata Adib, dalam waktu 5 tahun yang akan datang, pemprof Jateng harus bisa menjadi motor atau penggerak bagi daerah-daerah agar dapat memprihatinkan, misalnya, soal alih fungsi lahan di kawasan hulu, penggundulan hutan, sungai-sungai yang dangkal, penataan tanggul sungai.
Problem lingkungan hidup yang sekarang ini kondisinya semakin memprihatinkan butuh keseriusan kita semua karena kerusakan lingkungan akan merugikan masyakarat luas. Misalnya pemprof bersama pemerintah pusat dan kabupaten/kota harus dapat menanggulangi banjir agar tidak terulang lagi di waktu mendatang.
Kemudian soal pembangunan di kawasan Jateng selatan yang masih lambat juga butuh diperhatikan agar terjadi pemerataan pembangunan masyarakat Jawa Tengah.
"Selama ini ada kesan pembangunan lebih fokus di pantura (pantai utara) sedangkan kawasan pansela (pantai selatan) dan kawasan tengah belum maksimal," tutupnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Jalan Diperbaiki, Warga Malah Menderita: Seragam Anak Kotor, Motor Rusak di Jalur Semarang–Kendal
- 2Atlet Selam Jepara Meninggal di Porprov Jateng, Lomba di Awann Costa Ditunda
- 3LIVE SCORE PSMS vs PSIS! Ayam Kinantan Unggul 2-0 di Babak Pertama, Tuan Rumah Kena Kartu Merah, Cek Skor Akhir FULL TIME
- 4UPDATE! Kronologi Atlet Selam Jepara Syabilla Rizkia Meninggal Saat Porprov Jateng 2026
- 5Viral Pelari JRF 2026 Terobos Barikade, Apa Itu COT dan COP? Ini Aturan yang Wajib Dipahami
- 6Jadwal BWF Hylo Open 2026 Lengkap hingga Final, Cek Wakil Indonesia dan Link Live Streaming
- 7GMPI Kota Semarang Gelar Rakercab dan Forum Diskusi Kepemudaan, Ajak Gen Z Menjaga Nilai Demokrasi di Era Digital
- 8Prediksi Skor Garudayaksa vs Persib, Cuma Punya 1 Hari Persiapan, Mampukah Persib Taklukkan Garudayaksa?
- 9CEK! Viral Pelari JRF 2026, Mengenal Flag-Off Time, Gun Time, dan Chip Time
- 10Perangkat Pertandingan Garudayaksa vs Persib: Wasit Irfan Wahyu Wijanarko Pimpin Laga Panas Malam Ini



