Jateng

Kronologi Banjir Kabupaten Grobogan 05 Februari 2024

Afri Rismoko | 6 Februari 2024, 10:01 WIB
Kronologi Banjir Kabupaten Grobogan  05 Februari 2024

AKURAT.CO, Kabupaten Grobogan terjaga dengan rintik hujan yang berubah menjadi hujan deras, memulai kronologi perjuangan warga melawan bencana banjir.

Senin, 5 Februari 2024 sejak pukul 04.00 WIB, intensitas hujan yang tinggi telah mengguyur kawasan tersebut, memicu kecemasan akan meluapnya sungai-sungai utama.

Baca Juga: Banjir Kali Tuntang Putus Akses, Gubug- Grobogan Lumpuh

04.00 WIB: Curah hujan yang tinggi mulai mengguyur wilayah Kabupaten Grobogan. Warga mulai mengantisipasi peningkatan debit air di daerah hulu.

Siang Hari: Air dari Sungai Lusi, Sungai Serang, dan Sungai Tuntang mulai meluap. Debit air yang terus meningkat menyebabkan keprihatinan akan potensi banjir.

Sore Hari: Pintu air dan bendungan di sejumlah lokasi mulai tidak mampu menahan aliran sungai yang semakin besar.

Warga di bantaran sungai diingatkan untuk waspada.

18.00 WIB: Banjir mulai merendam beberapa desa di Kabupaten Grobogan. Pemerintah setempat dan BPBD mulai mengevakuasi warga yang terdampak ke tempat yang lebih aman.

20.00 WIB: Jumlah desa yang terendam banjir terus bertambah. Relawan dan petugas gabungan terus berupaya menyelamatkan warga dan harta benda.

22.00 WIB: Situasi banjir semakin parah. Akses komunikasi dan logistik ke beberapa desa terputus. BPBD terus melakukan pendataan dan menyediakan bantuan darurat.

Banjir besar yang melanda Kabupaten Grobogan telah menyebabkan beberapa jalur transportasi utama di Jawa Tengah tidak dapat dilalui.

Pengendara di wilayah Semarang dan Purwodadi kini menghadapi kendala perjalanan akibat beberapa jalan yang terblokir.

Berdasarkan informasi terkini, jalur Semarang-Purwodadi tepatnya di Gubug tidak bisa dilewati.

Situasi yang sama terjadi pada jalur Kedungjati Gubug di area Gardusili dan jalur Ngroto Jeketro, di mana jembatan Ngroto kini tidak dapat dilintasi.

Penutupan jalan ini mengakibatkan gangguan signifikan pada mobilitas penduduk setempat dan logistik.

Tidak hanya itu, jalur Glapan-Kapung tepatnya di Ngambakrejo juga mengalami nasib yang serupa, menambah daftar jalur yang terputus akibat banjir. Kondisi ini memaksa warga untuk mencari rute alternatif atau menunda perjalanan mereka.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Reporter
Afri Rismoko
A