Jateng

Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang Berinovasi dengan Budidaya Magot untuk Pengelolaan Sampah

Afri Rismoko | 8 Desember 2023, 09:32 WIB
Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang Berinovasi dengan Budidaya Magot untuk Pengelolaan Sampah

AKURAT.CO, Dalam upaya untuk mengurangi dampak lingkungan dan mempromosikan keberlanjutan, Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang telah mengambil langkah inovatif dengan menggandeng komunitas Pegiat Magot Puhon Indonesia Lestari.

Kemitraan ini bertujuan untuk memperkaya metode pengelolaan sampah bandara melalui teknik budidaya magot yang ramah lingkungan.

Kolaborasi strategis ini diresmikan melalui seremoni penyerahan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) dari PT Angkasa Pura I kepada Puhon Indonesia Lestari, yang diwakili oleh General Manager Bandara Jenderal Ahmad Yani, Fajar Purwawidada.

Baca Juga: Klasemen Liga 3 Jawa Tengah 2023: PSIK Klaten dan Universitas Surakarta FC Pimpin Babak 12 Besar

Sejumlah dana sebesar Rp.111.750.000,- telah dialokasikan untuk mendukung pembelian peralatan budidaya magot, peralatan pengolahan sampah, dan transportasi sampah di bandara.

Puhon Indonesia Lestari, sebagai kelompok aktivis magot, telah menunjukkan kemajuan yang signifikan dalam mengelola sampah organik dengan menggunakan magot sebagai agen pengurai.

Magot, yang dihasilkan dari telur lalat Black Soldier Fly (BSF), tidak hanya efektif dalam mengurai sampah organik tetapi juga berguna sebagai sumber pakan alternatif untuk ternak unggas dan ikan.

Baca Juga: Bawaslu Salatiga Ambil Tindakan atas Penyebaran Tabloid 'Indonesia Maju' Tanpa Izin

Dengan adanya pendekatan ini, bandara bertujuan untuk mengurangi volume sampah organik yang dikirim ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan sekaligus menciptakan nilai ekonomi melalui penjualan hasil sampingan seperti kasgot yang dapat digunakan sebagai pupuk.

Fajar Purwawidada menekankan pentingnya manajemen sampah yang bertanggung jawab untuk menghindari dampak buruk pada lingkungan.

Beliau berharap bahwa bantuan yang diberikan akan mendorong lebih banyak inisiatif serupa dan menginspirasi masyarakat untuk aktif dalam mengelola sampah.

Baca Juga: PSIS Hadapi Sanksi Tanpa Penonton: Agung Buwono Ungkap Rencana Evaluasi dan Banding

PT Angkasa Pura I juga telah mengimplementasikan strategi pengelolaan sampah yang efisien di Bandara Jenderal Ahmad Yani, dengan 50% residu sampah saat ini sudah diolah melalui budidaya magot, sementara sampah non organik dijual untuk mendanai operasional Tempat Pengolahan Sampah (TPS) bandara.

“ Saat ini sangat diperlukan penanganan serius terhadap sampah agar tidak berdampak buruk pada lingkungan, pemberian bantuan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) harapan kedepannya kepada Puhon Indonesia Lestari dapat mengajak masyarakat lain untuk dapat mengelola sampah dengan baik dengan memilah sampah sampah organik dan non organik sehingga bisa menghasilkan nilai dan mengurangi sampah yang di kirim ke Tempat Pembuangan Sampah akhir TPA .” Ujar Fajar.

Dalam rangka mendukung konsep Eco Airport dan Green Airport, Bandara Jenderal Ahmad Yani juga telah menginisiasi berbagai kegiatan ramah lingkungan lainnya, termasuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), penggunaan lampu hemat energi, pengelolaan limbah, dan penghijauan dengan menanam 1.000 pohon di sekitar bandara.

Konsep eco airport ini bertujuan untuk meminimalkan polusi dari operasional bandara, termasuk kebisingan, getaran, polusi udara dan air, serta mengurangi konsumsi energi.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Reporter
Afri Rismoko
A