BSI Perkuat Jaringan Global melalui Pengembangan Kantor Cabang di Dubai

AKURAT.CO, Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) terus memperkokoh kerjasama strategisnya dengan Uni Emirat Arab (UEA) melalui langkah strategis berupa pengembangan kantor cabang penuh di Dubai.
Inisiatif ini tidak hanya bermaksud untuk memfasilitasi hubungan ekonomi, bisnis, dan perdagangan antara Indonesia dengan UEA, tetapi juga untuk memperluas dampaknya hingga kawasan Timur Tengah & Afrika melalui layanan keuangan syariah.
Direktur Utama BSI, Hery Gunardi, menyatakan bahwa perolehan izin usaha untuk membuka kantor cabang penuh memberikan fleksibilitas yang lebih besar dalam menjalankan bisnis internasional.
Baca Juga: PSIW Wonosobo Torehkan Kemenangan Meyakinkan Atas Bina Sentra 3-0 di Babak 12 Besar Liga 3 Jateng
Lisensi ini membuka peluang baru bagi BSI dalam berbagai kegiatan, termasuk trade finance seperti letter of credit (LC) ekspor dan impor, pembiayaan korporasi, serta sindikasi dengan kapasitas skala internasional.
Dengan keberadaannya di Dubai, BSI dapat melakukan arranging dan advising untuk mendukung investasi global yang ingin memasuki Indonesia melalui sejumlah instrumen keuangan dan perbankan.
Hery menekankan bahwa fokus utama BSI adalah pada perusahaan-perusahaan yang terkait dengan Indonesia, memastikan peningkatan kualitas layanan yang pada akhirnya berdampak pada aktivitas ekonomi nasional secara global.
"Peningkatan kantor cabang ini tidak hanya memperkuat posisi BSI di Timur Tengah, tetapi juga meningkatkan kemampuan kami untuk menawarkan layanan dan produk yang komprehensif kepada nasabah di Dubai," ungkap Hery.
Ekspansi untuk Mendukung Ekosistem Global Halal
Pendirian kantor cabang penuh BSI di Dubai tidak hanya bertujuan untuk menguatkan kemitraan dengan UEA dan Arab Saudi, tetapi juga untuk mendukung eksportir dan perusahaan Indonesia dalam mengembangkan bisnis di wilayah Timur Tengah, termasuk UMKM.
Hery menegaskan bahwa ekspansi dan layanan BSI di UEA sejalan dengan komitmen bank untuk mendukung ekosistem Global Halal Hub.
Baca Juga: Sambut Natal, KAI Daop 4 Berikan Bantuan TJSL kepada Pondok Diakonia Yayasan Sosial Harapan Bawen
Dengan posisi strategis di Dubai, BSI diharapkan dapat menjadi pelaku utama yang menghubungkan Indonesia dengan pusat ekonomi syariah dunia. Potensi pangsa pasar mencapai 10%-20% dari volume perdagangan ekspor-impor senilai US$4-5 miliar menjadi target yang dapat dicapai.
Kontribusi pada IUAE-CEPA dan Dukungan Pemerintah
Dalam konteks Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Emirat Arab (IUAE-CEPA), BSI optimis mampu mendukung ekspor pengusaha lokal ke UEA dan sekitarnya.
Menteri BUMN Erick Thohir memberikan apresiasi terhadap langkah BSI di pasar global, khususnya di Timur Tengah, seiring dengan diperolehnya lisensi penuh untuk bisnis operasional di Dubai.
Erick Thohir berharap bahwa BSI dapat memperkuat kontribusinya dalam mengembangkan bisnis global korporasi Indonesia di UEA, Timur Tengah, dan Afrika.
Baca Juga: Demak Job Fair Diharapkan Tekan Angka Pengangguran di Kota Wali
Dukungan penuh dari pemerintah menegaskan bahwa langkah strategis BSI di Dubai diakui dan didukung dalam memajukan ekonomi Indonesia di tingkat global.
"Kami juga terus mendorong BSI untuk membantu pengusaha Indonesia yang ingin melakukan ekspansi di kawasan ini, terutama untuk penguatan industri halal dan keuangan syariah di Tanah Air," kata Erick Thohir.
Peran dalam Konferensi COP28 dan Komitmen Lingkungan
Selain ekspansi bisnis, BSI juga turut berperan dalam Konferensi Tingkat Tinggi COP28 di Dubai, pertemuan tahunan PBB mengenai pembatasan perubahan iklim di masa depan.
Partisipasi BSI dalam konferensi ini mencerminkan komitmen perusahaan terhadap isu-isu lingkungan dan iklim secara global.
Hery menjelaskan bahwa partisipasi BSI dalam konferensi ini sebagai peserta yang dihormati menunjukkan visi dan komitmen perusahaan untuk memperkuat peran sektor keuangan syariah dalam mendukung inisiatif hijau.
Baca Juga: BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem di Jawa Tengah 1-3 Desember
Dalam menghadapi tantangan perubahan iklim, BSI mengakui pentingnya partisipasi aktif sektor keuangan dalam menciptakan solusi berkelanjutan.
Mendorong Transformasi ke Ekonomi Hijau dan Berkelanjutan
Keterlibatan BSI dalam COP28 sejalan dengan komitmen global untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan.
BSI tidak hanya berperan sebagai entitas keuangan, tetapi juga sebagai agen perubahan yang mendukung transformasi ke arah ekonomi yang lebih hijau dan berkelanjutan di Indonesia.
Dukungan penuh dari pemerintah dan peran aktif BSI dalam isu-isu global menunjukkan bahwa langkah-langkah strategis perusahaan ini tidak hanya berdampak pada pertumbuhan bisnisnya, tetapi juga memberikan kontribusi positif pada pembangunan ekonomi dan lingkungan, sejalan dengan nilai-nilai keuangan syariah yang berkelanjutan.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








