Pemkot Semarang Terus Berupaya Tingkatkan Kesejahteraan Guru

AKURAT.CO SEMARANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang di bawah kepemimpinan Hevearita Gunaryanti Rahayu terus berupaya meningkatkan kesejahteraan guru.
Seperti halnya, terhadap guru non-ASN (aparatur sipil negara) yang honornya kini sudah di atas upah minimum kota (UMK) Semarang.
Hal itu dilakukan karena Wali Kota Semarang, Hevarita Gunaryanti Rahayu sangat sadar akan peran penting para pendidik, yang selama ini dianggap sebagai Pahlawan Tanpa Tanda Jasa.
Baca Juga: Kota Semarang Raih Apresiasi Kota Pelestari Berkelanjutan Cagar Budaya dari KemenPUPR
Kepala Bidang Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dinas Pendidikan Kota Semarang, Aning Rahayuningsih mengatakan, perhatian terhadap guru non-ASN menjadi prioritas.
Hal ini dibuktikan dengan nominal gaji yang diterima para guru non-ASN tahun ini sudah senilai Rp 3.660.000.
"Dengan ketentuan, 1 persen dibebankan kepada yang bersangkutan untuk iuran BPJS Kesehatan. Sementara sisanya sebesar 4 persen ditanggung oleh Pemkot Semarang," kata Aning, ditemui di Kantor Dinas Pendidikan Kota Semarang, Selasa (31/10/2023).
Baca Juga: Pecahkan Kaca Mobil, Seorang ODGJ Diamankan Satpol PP Kota Semarang
Dengan rincian, iuran tiap bulan BPJS Kesehatan sebesar Rp 153.017.
Termasuk perhitungan iuran BPJS Ketenagakerjaan yang dibebankan kepada para guru non-ASN sebesar Rp 190.996 per bulannya.
Sehingga gaji bersih tiap bulan yang diterima oleh guru non-ASN senilai Rp 3.316.000.
Baca Juga: Tekan Perilaku Korup di Jajaran Pemkot Semarang, Mbak Ita Luncurkan Aplikasi Lopissemar
Aning mengatakan, angka tersebut berada di atas besaran UMK Kota Semarang yang hanya Rp 3.060.000.
"Kota Semarang hebat, mereka (guru non-ASN-red) diberikan honor sesuai UMK plus-plus. Paling tinggi se-Jawa Tengah," katanya.
Meski begitu, dia mengakui bahwa masih banyak kekurangan yang belum bisa diberikan dari Pemkot Semarang kepada para guru kontrak tersebut.
Baca Juga: Perempuan Muda Pati Bisa Memulai Usaha Kuliner Berkat Pelatihan dari Srikandi Ganjar
Hanya saja, ruang dan fasilitas penunjang fasilitas tetap diberikan sesuai porsinya.
"Di perjanjian kerja disebutkan yang bersangkutan masuk dapodik Kota Semarang. Termasuk kami memberikan ruang agar mereka bisa mengikuti peningkatan kompetensi tiap tahunnya," katanya.
Terlepas dari guru non-ASN, Aning menuturkan, Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu atau yang akrab disapa Mbak Ita, juga memperhatikan kesejahteraan guru di sekolah-sekolah swasta yang belum menerima tunjangan profesi.
Baca Juga: KAI Imbau Masyarakat Waspadai Penipuan Berkedok Rekrutmen
Perhatian tersebut berwujud bantuan transpor terhadap para guru di jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Pos PAUD, Taman Kanak-kanak (TK), hingga Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di Kota Semarang.
Setiap bulannya, mereka mendapatkan bantuan transport sebesar Rp 150 ribu.
Pada tahun ini, Pemkot Semarang memberikan selama sembilan kali. Dana tersebut dicairkan setiap tiga bulan sekali.
"Untuk 2024 nanti full, jadi Rp 1.8 juta. Ini wujud perhatian Mbak Ita terhadap guru-guru di luar guru ASN dan guru kontrak," kata Aning.
Baca Juga: Polda Jateng Periksa 24 Saksi Kasus Ilegal DrIling Sumur Tua LDK 27 Ledok Blora
"Karena kita tahu, tidak semua sekolah swasta itu mampu memberikan honor yang layak kepada guru-gurunya," ujarnya.
Tak hanya itu saja, masa kepemimpinan Mbak Ita juga melahirkan fokus perhatian terhadap sekolah swasta.
Setidaknya, terdapat 121 sekolah swasta yang didukung untuk menggratiskan biaya sekolah bagi siswanya.
Ratusan sekolah swasta yang digratiskan tersebut mulai dari tingkat TK, SD (sekolah dasar), hingga jenjang SMP (sekolah menengah pertama).
Termasuk, dalam kurikulum merdeka ini, Mbak Ita juga turun dan menyapa ke sekolah-sekolah memastikan P5 (proyek penguatan profil pelajar Pancasila) berjalan sesuai dengan penerapannya.
"Memberikan motivasi, selain kepada anak didik juga kepada guru-gurunya supaya tidak terjadi bullying, supaya mengajar sepenuh hati, dan memberikan motivasi kepada siswa agar mengeksplor kemampuannya," ujarnya.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Atlet Selam Jepara Meninggal di Porprov Jateng, Lomba di Awann Costa Ditunda
- 2Profil Instagram Wasit Persija vs Persik di Super League 2026/2027, Steven Yubel Poli Pimpin Duel, Aidil Azmi Jadi Wasit VARdi JIS
- 3LIVE SCORE PSMS vs PSIS! Ayam Kinantan Unggul 2-0 di Babak Pertama, Tuan Rumah Kena Kartu Merah, Cek Skor Akhir FULL TIME
- 4UPDATE! Kronologi Atlet Selam Jepara Syabilla Rizkia Meninggal Saat Porprov Jateng 2026
- 5Viral Pelari JRF 2026 Terobos Barikade, Apa Itu COT dan COP? Ini Aturan yang Wajib Dipahami
- 6Jadwal BWF Hylo Open 2026 Lengkap hingga Final, Cek Wakil Indonesia dan Link Live Streaming
- 7GMPI Kota Semarang Gelar Rakercab dan Forum Diskusi Kepemudaan, Ajak Gen Z Menjaga Nilai Demokrasi di Era Digital
- 8Prediksi Skor Garudayaksa vs Persib, Cuma Punya 1 Hari Persiapan, Mampukah Persib Taklukkan Garudayaksa?
- 9Perangkat Pertandingan Garudayaksa vs Persib: Wasit Irfan Wahyu Wijanarko Pimpin Laga Panas Malam Ini
- 10CEK! Viral Pelari JRF 2026, Mengenal Flag-Off Time, Gun Time, dan Chip Time



