Jateng

Dampak Kekeringan, Nilai Produksi Budidaya Ikan Air Tawar Demak Capai 20 Persen

Theo Adi Pratama | 17 Oktober 2023, 13:05 WIB
Dampak Kekeringan, Nilai Produksi Budidaya Ikan Air Tawar Demak Capai 20 Persen

AKURAT.CO DEMAK - Budidaya ikan air tawar di Kabupaten Demak, Jawa Tengah diprediksi menyusut selama musim kemarau 2023 yang menyebabkan krisis air, persentase penurunan ini mencapai 20 persen.  

Data yang dihimpun dari Dinas Kelautan dan Perikanan (Dinlutkan) Kabupaten Demak, periode Januari - Juni 2023 nilai produksi ikan tawar mencapai 19.842.904 kilogram (Kg).

Baca Juga: Unik, Manfaatkan Jerami untuk Pengasapan Ikan Nila Memiliki Cita Rasa Gurih

Kepala Bidang Budidaya Perikanan Dinlutkan Demak, Siti Sunarti menyebut, produksi ikan air tawar meliputi, ikan lele sebanyak 18.911.602 kg, ikan nila 890.840 kg, dan ikan gurame sebanyak 28.271 kg.  

"Prediksi pengurangan perkiraan kami 20 persen, terutama mayoritas budidaya ikan air tawar lele. Itu pengurangan satu siklus saja dalam setahun," ungkapnya.

Baca Juga: Demak Surganya Kerupuk Udang, Begini Cara Pembuatannya

Kendati demikian, ia tak menampik belum sepenuhnya merinci dari total 543.643 meter persegi kolam milik 1.201 pembudidaya yang ada di Kabupaten Demak.

Namun, untuk mengurangi dampak kerugian selama musim kemarau tahun ini pihaknya sudah mengimbau para pembudidaya untuk mengurangi tabur benih dan menyarankan penggunaan kolam terpal.

Baca Juga: Pengelolaan Air di Semarang Jadi Percontohan untuk IKN

"Kami menyarankan menggunakan kolam terpal sehingga hemat air, apabila dikasih air tidak langsung hilang. Selanjutnya pembudidaya mengurangi persentase penyebaran bibit ikan," imbau Narti.

Ia menambahkan, apabila kekeringan nanti menyebabkan krisis air, pihaknya juga akan meminta bantuan BPBD Demak untuk menyuplai air khusus kolam terpal untuk mencegah kerugian para pembudidaya ikan air tawar. (ADV/Pemkab Demak) 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.