Jateng

Demak Surganya Kerupuk Udang, Begini Cara Pembuatannya

Theo Adi Pratama | 17 Oktober 2023, 12:58 WIB
Demak Surganya Kerupuk Udang, Begini Cara Pembuatannya

AKURAT.CO DEMAK - Dukuh Bongkol Indah, Desa Buko, Kecamatan Wedung menjadi surganya kerupuk udang di Kabupaten Demak, Jawa Tengah.

Kerupuk berbahan dasar udang ini dikenal akan rasanya yang enak dan gurih. Sangat cocok sebagai pendamping makanan.

Baca Juga: Pengelolaan Air di Semarang Jadi Percontohan untuk IKN

Aneka Zaroh (42) salah satu produsen kerupuk udang di Desa Buko ini menyebut, dalam sebulan ia mampu menghasilkan 30 kilogram kerupuk.

"Minimal sehari itu 6 kilogram, paling banyak itu sampai 10 kilogram," ujarnya belum lama ini.

Meski kerupuk buatannya banyak diminati konsumen akan rasa gurih manisnya, perempuan yang akrab disapa Eko ini tidak sungkan-sungkan membagikan bahan dan proses pembuatan kerupuk udang.

Baca Juga: Promo Kursi Gratis dari AirAsia, Berikut Rute Destinasi Internasional dan Cara Dapatkan Tiketnya!

Kata dia, tiga bahan dasar dalam proses pembuatan kerupuk udang yakni, tepung tapioka, udang segar, dan rempah-rempah.

Semua bahan itu selanjutnya dihaluskan dan dikukus berbentuk memanjang seperti lontong.

"Bahannya tepung tapioka, dikasih bumbu bawang merah, bawang putih, sama penyedap rasa, sama udang, setelah itu dikukus," ungkapnya.

Eko mengingatkan, dalam proses memasak dengan cara dikukus ini harus benar-benar matang dengan ciri-ciri tekstur kenyal lunak. Apabila ini tidak diperhatikan maka hasilnya nanti tidak seperti yang diharapkan.

Baca Juga: Berikut Jadwal Film Baru di Bioskop Semarang, Selasa 17 Oktober 2023

Menurutnya, setelah adonan kerupuk berbentuk lontong ini matang, tahap selanjutnya adalah menunggu agar dingin sebelum diiris tipis-tipis.

"Setelah di iris tipis-tipis ditata di papan dari bambu dan dijemur sampai kering," ucapnya.

Baca Juga: Berikut 5 Aktor dan Aktris Korea yang Pernah Cedera Saat Syuting, Bahkan Ada yang Sampai di Gips

Eko menambahkan, dalam proses penjemuran kerupuk udang sampai kering apabila musim kemarau cukup 1,5 hari. Namun apabila cuaca tidak mendukung bisa memakan waktu lebih.

"Kalau panas seperti ini bisa satu setengah hari, kerupuk sudah kering," terangnya. (ADV/Pemkab Demak) 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.