Jateng

Antisipasi Perubahan Iklim dan Masalah Lingkungan, Mawar Hartopo Gencarkan Gerakan Pilah Sampah

Bani Maryanto | 17 Februari 2023, 07:20 WIB
Antisipasi Perubahan Iklim dan Masalah Lingkungan, Mawar Hartopo Gencarkan Gerakan Pilah Sampah

AKURAT.CO KUDUS - Permasalahan lingkungan dan perubahan iklim udah menjadi PR yang harus disikapi dengan serius.

Oleh karenanya sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan perubahan iklim, TP PKK Kabupaten Kudus terus menggencarkan gerakan pilah sampah untuk mendukung Program Kampung Iklim (ProKlim).

Hal ini diungkapkan Ketua TP PKK Kabupaten Kudus, Mawar Hartopo, dalam pembinaan ProKlim oleh Dinas PKPLH Kabupaten Kudus di Ruang Pertemuan Lantai 4 Gedung A Setda, Rabu (15/2).

Mawar Hartopo mengatakan, perubahan iklim adalah masalah bersama dan sudah menjadi isu nasional bahkan sampai pada tingkat global.

Maka untuk penanganannya membutuhkan dukungan dan sinergi seluruh komponen Masyarakat.

Seperti di Kabupaten Kudus sendiri, kerja sama lintas sektor antara pemerintah dan swasta masih diupayakan terus dilakukan. 

“Perubahan iklim bukan hanya masalah pemerintah, tapi kita semua. Pemerintah tidak bisa sendiri dan harus didukung seluruh komponen, mulai dari diri kita sendiri," ujarnya. 

Saat ini tidak ada solusi yang instan yang bisa dilakukan terhadap adanya isu perubahan iklim.

Namun hal ini bisa diupayakan dari melakukan hal-hal yang kecil dan sederhana terlebih dahulu sebagai langkah awal.

Mawar Hartopo pun mencontohkan penerapan pilah-pilah sampah yang dapat dimulai dari lingkungan rumah tangga. 

"Perubahan dimulai dari pilah sampah rumah tangga, organik dan non organik. Saya sendiri sudah mempraktikan selama setahun, hasilnya bisa setor ke bank sampah yang menjadi keuntungan," katanya. 

Mawar Hartopo juga mengajak seluruh penggerak dan kader PKK untuk bersama-sama meningkatkan kesadaran diri terhadap perubahan iklim.

Perubahan kecil dapat dimulai dari diri sendiri saat berada lingkungan sekitar tempat tinggal.

Karena dengan menjaga alam akan pula menjaga masa depan generasi yang akan datang. 

"Kita hidup di dunia ini menghirup oksigen diberi gratis. Maka yang bisa kita lakukan adalah menjaga keseimbangan alam demi anak cucu kita nanti," tandasnya. 

Kepala Dinas PKPLH Kabupaten Kudus, Abdul Halil, melaporkan bahwa kegiatan didasari atas peraturan Bupati Kudus nomor 32 tahun 2020 tentang Pelaksanaan Program Kampung Iklim.

Pihaknya berencana akan menambah Kampung Iklim di Kabupaten Kudus yang saat ini sudah berjumlah 29 desa.

Maka dari itu sejumlah narasumber dari dinas provinsi dan kementerian turut dihadirkan. 

"Tindak lanjutnya adalah membentuk kampung iklim yang persyaratan akan dijelaskan narasumber yang telah berpengalaman di bidangnya. Kita juga akan membentuk tim yang akan mendamping ke desa-desa yang akan menjadi Kampung Iklim," jelasnya. 

Kegiatan gerakan pilah sampah ini diikuti oleh perwakilan lintas sektor, diantaranya akademisi dan perusahaan swasta yang peduli terhadap isu lingkungan.

Sebagai narasumber, hadir perwakilan tim dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah dan perwakilan Tim Teknis ProKlim KLKH, Sumino.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.