Ngeri! Korban Tewas Demo di Nepal Bertambah, Pemerintah Janjikan Kompensasi dan Perawatan Gratis!

JATENG.AKURAT.CO, Situasi di Nepal masih mencekam. Pihak berwenang mengumumkan bahwa jumlah korban tewas akibat gelombang protes anti-korupsi pekan lalu kini mencapai 72 orang.
Angka ini bertambah setelah tim pencari menemukan jenazah di dalam gedung-gedung pemerintah, rumah, dan bangunan lain yang dibakar selama kerusuhan.
Kerusuhan Terburuk dalam Sejarah
Pekan lalu, Nepal dilanda krisis politik paling mematikan dalam beberapa dekade terakhir.
Ribuan anak muda turun ke jalanan ibu kota dan kota-kota lain untuk menyuarakan protes terhadap dugaan korupsi pemerintah.
Aksi ini berhasil memaksa Perdana Menteri K.P. Sharma Oli untuk mengundurkan diri pada Selasa.
Namun, demonstrasi berubah menjadi kekerasan. Pasukan keamanan menembakkan gas air mata dan peluru karet untuk membubarkan massa, yang sebagian di antaranya membalas dengan membakar gedung-gedung negara, termasuk Gedung Mahkamah Agung, parlemen, kantor polisi, rumah para politisi, dan bisnis swasta.
"Jenazah banyak orang yang tewas di pusat perbelanjaan, rumah, dan bangunan lain yang dibakar atau diserang kini sedang ditemukan," kata juru bicara Kementerian Kesehatan, Prakash Budathoki.
Data terbaru hingga Minggu menunjukkan bahwa setidaknya 2.113 orang terluka dalam kekerasan tersebut.
Pemimpin Baru Nepal Berjanji Perbaiki Negara
Sebagai pengganti Oli, mantan Ketua Mahkamah Agung, Sushila Karki, dilantik menjadi perdana menteri sementara.
Ia kini memegang sejarah sebagai wanita pertama yang memimpin Nepal.
Salah satu tugas utamanya adalah menyelenggarakan pemilihan parlemen baru yang dijadwalkan pada 5 Maret.
Baca Juga: Waspada! Mode Incognito Ternyata Tidak Aman! Ini 5 Fakta Mengejutkan yang Bikin Privasi Terancam
Karki, yang memulai tugasnya di sebuah gedung dekat kantor Perdana Menteri yang sempat terbakar, langsung membuat beberapa keputusan penting.
Ia berjanji pemerintah akan memberikan kompensasi sebesar 1 juta rupee (sekitar 7.100 dolar AS) kepada keluarga korban tewas dan menyediakan perawatan gratis bagi semua yang terluka.
"Kita sekarang harus terlibat dalam pembangunan kembali struktur yang hancur," kata Karki kepada para pejabat senior, seperti dilansir televisi pemerintah.
Dengan janji-janji ini, rakyat Nepal berharap agar masa-masa sulit ini bisa segera berakhir dan perdamaian kembali terwujud di negara tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 3Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 4Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 5Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 6Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 7Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 8Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 9Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal
- 10Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?







