Berikut Profil Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi yang Di Demo Pegawai Kementerian Karena Dinilai Bersifat Arogan

JATENG.AKURAT.CO, Pegawai Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi melakukan aksi unjuk rasa di kantor kementerian setempat, Senin (20/1/2025).
Mereka menilai Menteri Dikti Saintek Satryo Soemantri Brodjonegoro kerap bersikap arogan.
Tak hanya itu, sang menteri juga kerap bersikap kasar hingga main tangan kepada pegawai kementerian.
Tak hanya itu, istri sang menteri juga diduga sering ikut campur dalam urusan kementerian.
Siapa sebenarnya sosok Satryo Soemantri Brodjonegoro tersebut? Dunia pendidikan tidak bisa dilepaskan dari masa kecil Satryo.
Bukan tanpa sebab, sang ayah Soemantri Brodjonegoro yang pernah menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia (1973).
Ayahnya juga yang membidani lahirnya Institut Teknologi Bandung (ITB) dan pernah menjabat Rektor Universitas Indonesia (1964-1973).
Satryo adalah anggota Komisi Bidang Ilmu Rekayasa pada Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia.
Dua saudaranya juga aktif di dunia pendidikan. Irsan Soemantri mengajar di ITB.
Saudara lainnya Bambang Brodjonegoro sempat menjabat sebagai Dekan Fakultas EKonomi UI, Menteri Keuangan, Menteri Ristek dan Menteri Perencanaan/Kepala Bappenas di era Presiden Joko Widodo.
Gelar Ph.D di bidang teknik mesin ia raih dari University of California, Amerika Serikat dan kemudian bergabung dengan Institut Teknologi Bandung.
Ia juga pernah menjabat sebagai Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi pada tahun 1999-2007.
Saat ini ia aktif sebagai dosen tamu di bidang teknis mesin di Toyohashi University of Technology, Jepang dan ITB.
Saat menjadi sebagai Dirjen Dikti pada 1999-2007, Satryo Soemantri Brodjonegoro telah memberikan kontribusi yang cukup signifikan bagi pendidikan Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 3Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 4Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 5Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 6Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 7Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 8Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 9Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal
- 10Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?






