Jateng

Bantah Korban Penembakan Polisi Terlibat Tawuran, Siswa dan Guru SMKN 4 Semarang Akan Demo di Mapolda Jateng

Arixc Ardana | 26 November 2024, 14:32 WIB
Bantah Korban Penembakan Polisi Terlibat Tawuran, Siswa dan Guru SMKN 4 Semarang Akan Demo di Mapolda Jateng


AKURAT.CO,  Siswa dan guru SMKN 4 Semarang akan melakukan aksi dukacita & keprihatinan di depan Mapolda Jateng atas meninggalnya Gamma Rizkynata Oktavandi (GRO), Selasa (26/11/2024).

GRO diduga jadi korban penembakan oknum polisi pada Minggu dinihari (24/11/2024).

"Peristiwa tersebut memunculkan duka cita Dan Keprihatinan masyarakat, untuk itu Aliansi Masyarakat Peduli Anak & PEREMPUAN Semarang melakukan AKSI Duka Cita Dan Keprihatinan pada hari Selasa, 26 Nopember 2024, jam 15.00 di depan kantor Polda Jawa Tengah Dan depan SMK Negeri 4 Semarang," bunyi undangan yang disebar oleh koordinator aksi.

Aksi tersebut dimaksudkan sebagai dorongan bagi kepolisian untuk mengusut tuntas peristiwa tersebut, sehingga diharapkan tidak terulang lagi di masa yang akan datang, sekaligus mengingatkan tugas kepolisian dalam mengayomi dan melindungi masyarakat.

Aksi akan dilakukan oleh 50 sampai 100 orang, berkostum serba hitam dari berbagai elemen masyarakat, berkumpul di patung kuda jl. Imam Barjo Semarang, bergerak ke kantor Polda Jawa Tengah.

Di depan kantor Polda Jawa Tengah masa aksi meletakkan bunga mawar dengan diam pada foto korban yang diletakkan di trotoar depan kantor Polda lawa Tengah.

Masa AKSI dilanjutkan berjalan kaki menuju SMK Negeri 4 melakukan hal yang sama.

Sebelumnya, Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Irwan Anwar mengatakan bahwa GRO melakukan tawuran dan bagian dari gangster.

Namun, tuduhan itu dibantah ramai-ramai seperti oleh temannya, satpam hingga staf di sekolah Gamma.

Akbar Deni Saputra, sahabat korban saat bertakziah ke rumah nenek korban di Kembangarum, Semarang Barat, mengatakan bahwa GRO adalah orang yang baik dan tak pernah bersikap aneh.

"Dia (korban) orangnya baik, tidak bersikap aneh-aneh," ungkapnya.

Nanang Agus B, staf kesiswaan SMK N 4 Semarang, menyatakan korban memiliki rekam jejak yang baik selama di sekolah.

"Kalau korban tergabung gangster kami tidak tahu. Namun, rekam jejak mereka (korban) itu baik dan berprestasi. Jadi dihubungkan ke gangster, kesimpulan kami ya tidak," terang Nanang.

Nanang Agus B, staf kesiswaan SMK N 4 Semarang, menyatakan korban memiliki rekam jejak yang baik selama di sekolah.

"Kalau korban tergabung gangster kami tidak tahu. Namun, rekam jejak mereka (korban) itu baik dan berprestasi. Jadi dihubungkan ke gangster, kesimpulan kami ya tidak," terang Nanang.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.