Bantah Korban Penembakan Polisi Terlibat Tawuran, Siswa dan Guru SMKN 4 Semarang Akan Demo di Mapolda Jateng

AKURAT.CO, Siswa dan guru SMKN 4 Semarang akan melakukan aksi dukacita & keprihatinan di depan Mapolda Jateng atas meninggalnya Gamma Rizkynata Oktavandi (GRO), Selasa (26/11/2024).
GRO diduga jadi korban penembakan oknum polisi pada Minggu dinihari (24/11/2024).
"Peristiwa tersebut memunculkan duka cita Dan Keprihatinan masyarakat, untuk itu Aliansi Masyarakat Peduli Anak & PEREMPUAN Semarang melakukan AKSI Duka Cita Dan Keprihatinan pada hari Selasa, 26 Nopember 2024, jam 15.00 di depan kantor Polda Jawa Tengah Dan depan SMK Negeri 4 Semarang," bunyi undangan yang disebar oleh koordinator aksi.
Aksi tersebut dimaksudkan sebagai dorongan bagi kepolisian untuk mengusut tuntas peristiwa tersebut, sehingga diharapkan tidak terulang lagi di masa yang akan datang, sekaligus mengingatkan tugas kepolisian dalam mengayomi dan melindungi masyarakat.
Aksi akan dilakukan oleh 50 sampai 100 orang, berkostum serba hitam dari berbagai elemen masyarakat, berkumpul di patung kuda jl. Imam Barjo Semarang, bergerak ke kantor Polda Jawa Tengah.
Di depan kantor Polda Jawa Tengah masa aksi meletakkan bunga mawar dengan diam pada foto korban yang diletakkan di trotoar depan kantor Polda lawa Tengah.
Masa AKSI dilanjutkan berjalan kaki menuju SMK Negeri 4 melakukan hal yang sama.
Sebelumnya, Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Irwan Anwar mengatakan bahwa GRO melakukan tawuran dan bagian dari gangster.
Namun, tuduhan itu dibantah ramai-ramai seperti oleh temannya, satpam hingga staf di sekolah Gamma.
Akbar Deni Saputra, sahabat korban saat bertakziah ke rumah nenek korban di Kembangarum, Semarang Barat, mengatakan bahwa GRO adalah orang yang baik dan tak pernah bersikap aneh.
"Dia (korban) orangnya baik, tidak bersikap aneh-aneh," ungkapnya.
Nanang Agus B, staf kesiswaan SMK N 4 Semarang, menyatakan korban memiliki rekam jejak yang baik selama di sekolah.
"Kalau korban tergabung gangster kami tidak tahu. Namun, rekam jejak mereka (korban) itu baik dan berprestasi. Jadi dihubungkan ke gangster, kesimpulan kami ya tidak," terang Nanang.
Nanang Agus B, staf kesiswaan SMK N 4 Semarang, menyatakan korban memiliki rekam jejak yang baik selama di sekolah.
"Kalau korban tergabung gangster kami tidak tahu. Namun, rekam jejak mereka (korban) itu baik dan berprestasi. Jadi dihubungkan ke gangster, kesimpulan kami ya tidak," terang Nanang.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 3Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 4Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 5Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 6Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 7Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 8Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 9Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal
- 10Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?






