Jateng

Ady Setiawan: Pendidikan Berkualitas, Kunci Masa Depan Semarang

Arixc Ardana | 25 Juli 2024, 15:15 WIB
Ady Setiawan: Pendidikan Berkualitas, Kunci Masa Depan Semarang
 
AKURAT.CO, Ketua Alumni S3 Hukum Untag Semarang, Dr. Dr. Ir. H. Ady Setiawan, SH., MH., MM., MT, PIA, IPM, Asean Eng., menyoroti pentingnya peningkatan kualitas pendidikan di Kota Semarang.
 
Menurutnya, pendidikan bukan hanya sekadar transfer ilmu, namun juga pembentukan karakter dan bekal keterampilan yang relevan dengan tantangan global.

"Pendidikan adalah investasi jangka panjang untuk masa depan bangsa. Kita harus memastikan bahwa generasi muda kita memiliki bekal yang cukup untuk bersaing di tingkat internasional," tegas Ady Setiawan, yang kerap disapa Mas Wawan ini.
 
Baca Juga: Jateng Vibes! Ternyata 4 Gunung di Jawa Tengah Ini Termasuk yang Ramah Anak Lho, Cocok juga Buat Pendaki Pemula

Mas Wawan menekankan pentingnya penguasaan bahasa asing, pengembangan soft skills, dan sertifikasi kompetensi bagi para siswa.
 
"Menguasai minimal satu bahasa asing adalah keharusan di era globalisasi. Selain itu, soft skills seperti komunikasi, kerja sama tim, dan problem-solving juga sangat penting untuk kesuksesan di dunia kerja," jelasnya.

Dirinya juga menyoroti pentingnya sertifikasi kompetensi sebagai bukti nyata penguasaan suatu keterampilan.
 
"Sertifikasi kompetensi akan meningkatkan daya saing lulusan di pasar kerja," imbuhnya.

Semarang Menuju Kota Pendidikan Berkualitas

Dengan visi yang jelas, Ady Setiawan berharap Kota Semarang dapat menjadi pusat pendidikan berkualitas yang mampu mencetak generasi emas.
 
"Kita harus menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, menyediakan fasilitas yang memadai, serta melibatkan seluruh stakeholder dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan," ujarnya.

Apa Saja yang Perlu Dilakukan?

Untuk mewujudkan visi tersebut, beberapa langkah strategis perlu dilakukan, antara lain dengan peningkatan kualitas guru, melalui pelatihan dan pengembangan profesional yang berkelanjutan.

"Pembaharuan kurikulum,  sesuaikan kurikulum dengan perkembangan zaman dan kebutuhan pasar kerja. Kemudian pemanfaatan teknologi, caranya dengan mengintegrasikan teknologi dalam proses pembelajaran untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi," terangnya
 
Selanjutnya dengan melakukan kerjasama dengan dunia industri.
 
"Jalin kerjasama dengan dunia industri untuk memberikan kesempatan magang dan praktik kerja bagi siswa. Dan terpenting, berupa peningkatan akses pendidikan. Pastikan semua anak memiliki kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan berkualitas," pungkasnya.
 
***
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.