Jateng

Kunjungan Wisata ke Semarang Belum Terdampak Efek Larangan Study Tour

Theo Adi Pratama | 22 Mei 2024, 16:23 WIB
Kunjungan Wisata ke Semarang Belum Terdampak Efek Larangan Study Tour

JATENG.AKURAT.CO, Efek Larangan Study Tour belum terdampak kepada jumlah kunjungan wisata ke Kota Semarang. Larangan Study Tour itu sendiri diberlakukan di beberapa Provinsi dan daerah karena imbas kecelakaan maut di Bogor beberapa waktu lalu.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang, Wing Wiyarso mengatakan dampak dari pelarangan itu belum berdampak pada pengurangan jumlah kunjungan wisatawan.

“Terkait dampak atas pelarangan study tour kami lihat belum terasa dampaknya ya ke kunjungan wisata di Semarang,” ujarnya pada Rabu (22/5/2024).

Wing mengatakan hingga saat ini masih banyak pula rombongan wisatawan dari lembaga pendidikan seperti sekolah dan perguran tinggi.

Baca Juga: Jadwal MatchDay 2 Liga 3 Nasional Babak 16 Besar pada Kamis, 23 Mei 2024

“Masih banyak juga rombongan wisatawan dari lembaga pendidikan, baik sekolah maupun perguruan tinggi. Jadi kita juga berharap larangan tersebut tidak berdampak terhadap jumlah wisatawan ke Kota Semarang,” terangnya.

Wing menyadari bahwa pelarangan tersebut dampak dari kecelakaan maut di Bogor beberapa waktu lalu yang menewaskan 11 siswa SMK Sidoarjo.

Oleh sebab itu pihaknya sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak agar setiap perjalanan wsiata menjadi aman dan nyaman.

“Larangan-larangan ini sebetulnya karena kejadian kecelakaan di Bogor, jadi memang ini tugas dari kami untuk memberikan himbauan kepada para wisatawan dan agen perjalanan wisata agar berhati-hati,” ujarnya.

Disbudpar Kota Semarang juga berkoordinasi dengan stakeholder terkait yang bukan ranah wisata namun terkait erat dengan pariwisata seperti sektor transportasi, perhubungan, dan keamanan lalu-lintas.

Baca Juga: Polemik Larangan Study Tour, Direktur Semarang Zoo: Kecelakaan Itu Musibah, Penyedia Jasa Harus Bertanggungjawab

Wing juga sudah meminta kepada perusahaan-perusahaan Oto Bus untuk bisa memberikan pelayanan dan mengedepankan K3 (Keamanan, Keamanan, dan Keselamatan).

“Insya Allah temen-temen dari pelaku perjalanan wisata sudah sepakat bahwa mereka akan mengedepankan K3 untuk perjalanan wisata,” terangnya.

Kunjungan Wisata Terbanyak

Saat ini, Kota Semarang masih menempati urutan pertama untuk kunjungan wisata di Jawa Tengah. Ada empat objek wisata yang menjadi destinasi favorit wsiatawan jika berkunjung ke semarang, antara lain Kota Lama, Lawang Sewu, Sam Poo Khong, dan Semarang Zoo.

“pertama ada Kota Lama, kedua Lawang Sewu, nah yang ketiga ini cukup bersaing antara Sam Poo Kong dan Semarang Zoo,” terangnya.

Atas pencapaian tersebut, Wing memberikan apresiasi kepada keempat destinasi wisata yang menyumbangkan angka wisatawan terbesar.

“Kami mengapresiasi atas capaian ini, khusus untuk Semarang Zoo memang menyediakan pengalaman wisata baru dengan memberi makan hewan-hewan atraksi,” tuturnya.

Baca Juga: Golkar Pastikan Tambah 1 Kursi DPRD Jateng Setelah MK Putuskan Hasil Sidang PHPU

Kemudian Sam Poo Kong masih mendapat perhatian khusus dari Disbudpar Kota Semarang karena masih menyimpan pekerjaan rumah untuk menyediakan atraksi menarik agar semakin dikunjungi banyak wisatawan.

“Sam Poo Kong sudah saya minta untuk menyediakan atraksi agar bisa menambah ketertarikan wisata di Kota Semarang,” tutupnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.