Pilkada Kota Semarang, Mas Wawan Ziarah ke Makam Gus Dur dan Pendiri NU

AKURAT.CO, Salah satu bakal calon wakil walikota Semarang Ady Setyawan atau Mas Wawan, mengadakan ziarah dan silaturahmi religi bersama 400 warga NU Kota Semarang.
Rombongan diangkut 8 bus dan 3 mobil, dia ajak ziarah ke Makam Presiden ke 4 RI KH Abdurrahman Wahid dan para pendiri NU, Jum'at, (10/5/2024).
Ia juga diserta Ibu dan bapak kandungnya, serta saudara dan tetangganya. Berangkat dari halaman parkir Masjid Agung Jawa Tengah, Mas Wawan membersamai gabungan anggota NU dan PKB Kota Semarang ke Jombang.
Baca Juga: PLN Mobile Proliga 2024 Palembang: Popsivo Polwan Makin Mantab Pimpin Klasemen Sementara
Tahlilan pertama di komplek Ponpes Tebu Ireng Jombang, di makam pendiri PKB Gus Dur, Pendiri NU KH Hasyim Asy'ari dan Manteri Agama RI Pertama, KH Abdul Wahid Hasyim. Dilanjut ke makam pendiri NU KH Bisri Syansuri di Denanyar Jombang.
"Kami ziarah bersama gabungan warga NU dan PKB ini untuk ngalap berkah wali. Kita ini santri yang ingin meraiu Ridho Ilahi melalui para kiai," ujar Wawan dalam sambutan di parkiran komplek Makam Gus Dur.
Ia didampingi ulama Semarang mengharapkan bisa mendapat inspirasi dari kisah perjuangan semasa hidupnya para tokoh yang diziarahi tersebut. Sehingga bisa didapat semangat dan inspirasi untuk membangun Kota Semarang
"Spirit para tokoh yang kita ziarah itu sangat perlu untuk kita jadikan semangat membangun Kota Semarang," tuturnya.
Beruntung, usai ziarah di makam KH Bisyri Syansuri, Wawan bersama Ibu dan Bapaknya mendapat kesempatan berkunjung ke rumah Ibunda Gus Muhaimin di komplek pondok pesantren Manbaul Maarif Denanyar Jombang.
Wawan membawakan kue Nogosari buatan tangan ibunya, kepada Ibunda Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar yakni Bunda Nyai Muhassonah Iskandar. Juga satu kardus berisi produk makanan khas Semarang.
Nyai Muhashonah Iskandar merupakan pimpinan Pesantren Putri Manbaul Ma’arif, mendoakan Mas Wawan, lalu membalas memberi oleh-oleh satu kardus berisi makanan khas Jombang.
Baca Juga: Jarang Ada yang Tahu, Ini 5 Kecamatan Penghasil Buah Pisang Terbanyak di Kabupaten Grobogan
Banyak Manfaat Ziarah
Wawan menjelaskan dirinya datang berziarah bersama dengan para pengurus DPC PKB Kota Semarang dan para sesepuh serta Ulama. Dia juga mengatakan bahwa ziarah adalah tradisi yang baik yang difahamkan oleh ajaran Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja) yang harus terus dilestarikan bersama.
“Sehingga kita menjadi warga Nahdliyin yang istiqomah memelihara tradisi leluhur serta mendapat keberkahan,” terangnya.
Harapan Mas Wawan dengan silaturrahmi religi dengan ziarah ini terjadi kesolidan dan kekompakan warga NU untuk membangun bangsa, khususnya Kota Semarang. Mas Wawan juga berharap ziarah ini adalah awal yang baik untuk hajatnya dalam mengabdi di Kota Semarang dengan mendaftar Bakal Calon Wakil Walikota melalui PKB.
“Kami bersama-sama membangun yang belum baik menjadi baik, kemudian yang tidak baik kita revisi dengan mengawalinya dengan ngalap barokah kepada founding father bangsa, aulia, ulama, serta pendiri NU di Jombang ini,” urainya.
Mas Wawan mengatakan mayoritas warga Semarang adalah santri. Menurutnya, alangkah lebih baiknya dan tidak ada salahnya jika dirinya berjuang di jalan santri serta mencita-citakan Semarang menjadi Kota Santri kedepannya.
“Jadi salah satu visi kami adalah dengan memberikan proporsi lebih banyak agar santri itu tidak hanya di pesantren, tetapi dia bisa memanfaatkan ilmunya untuk mengabdi membangun masyarakat lebih luas,” ujarnya.
“Kenapa seperti itu? Karena Semarang sebenarnya adalah Kota yang sangat multi etnis dan multi religi, sangat disayangkan jika santri hanya berkutat di lingkungan pesantren saja, mereka harus berjuang dan membangun masyarakat lebih luas lagi dengan diberikan fasilitas dari Pemerintah Kota Semarang,” tutupnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 3Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 4Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 5Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 6Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 7Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 8Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 9Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal
- 10Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?








