Jateng

Menilik Wisata Religi Makam Syech Jangkung, Penyebar Agama Islam di Wilayah Pati yang Juga Putra Sunan Muria

Theo Adi Pratama | 11 Mei 2024, 21:11 WIB
Menilik Wisata Religi Makam Syech Jangkung, Penyebar Agama Islam di Wilayah Pati yang Juga Putra Sunan Muria

JATENG.AKURAT.CO, Menilik Wisata Religi Makam Syech Jangkung, Penyebar Agama Islam di Wilayah Pati yang Juga Putra Sunan Muria.

Di Kabupaten Pati Jawa Tengah, ada objek wisata religi yang kaitannya erat dengan tokoh penyebar agama Islam di tanah Jawa. Tempat itu adalah makam Syech Jangkung.

Syech Jangkung atau bernama asli Saridin adalah tokoh fenomenal yang menjadi sejarah legendaris warga Minatani atau Pati dari zaman ke zaman lintas generasi. 

Baca Juga: Rekomendasi 5 Tempat Makan Favorit di Kota Demak, Destinasi Kuliner setelah Ziarah Walisongo

Beliau Hidup pada era Walisongo sekitar abad 15, Saridin yang bergelar Syech Jangkung mengisi kisah Nusantara yang mengajarkan generasi penerus bangsa akan sebuah kejujuran, keluguan, dan kesaktian yang semestinya digunakan untuk kebaikan.

Dari ajaran Kanjeng Sunan Kalijaga ini, Syech Jangkung diminta untuk menyebarkan agama Islam di Kadipaten Pesantenan Pati (nama Kabupaten Pati dulu)

Kala itu dipimpin oleh Adipati Kembangjoyo atau bergelar Wasis Joyokusumo.

Makam Syekh Jangkung berada di Desa Landoh, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati. Jarak dari pusat Kota Pati sekitar 19 kilometer, 30 menit jika ditempuh dengan kendaraan bermotor.

Baca Juga: Kisah Pertarungan 35 Hari Anak Sunan Muria Dibalik Sejarah Gerbang Kuno Majapahit yang Ada di Kota Pati

Kondisi makam tokoh penyebar Islam di Pati pada abad ke-15 ini masih terawat hingga sekarang.

Banyak peziarah, dari Pati maupun dari luar daerah, di makam yang berada di utara Pegunungan Kendeng ini.

Juru Kunci Makam Syeh Jangkung, Kartono, mengatakan silsilah dari Syech Jangkung ada beberapa versi. 

Di antaranya ada yang mengatakan Syeh Djangkung putra dari Sunan Muria. Namun, ada pula yang menyebut dia putra dari Ki Ageng Karingan yang ada di Tayu, Pati.

Menurut Kartono, awalnya daerah Desa Landoh yang berada di utara Pegunungan Kendeng merupakan hutan belantara.

Syech Djangkung semasa remaja dikenal bernama Saridin. Diceritakan Kartono, Saridin sempat berkelana sampai ke daerah Mataram yang saat itu sedang dilanda wabah dan peperangan.

Saat bertemu Sultan Agung, Saridin yang memiliki kesaktian itu diminta membantu menangani wabah penyakit dan peperangan. 

Singkat cerita, Saridin dapat menunaikan tugasnya. Oleh Sultan Agung, dia diberi wilayah kekuasaan di Pegunungan Kendeng sebelah utara.

Kartono mengatakan, Syekh Djangkung juga sempat berguru kepada Sunan Kudus dan Sunan Kalijaga. 

Baca Juga: Sejarah dan Perkembangan Masjid Sunan Muria: Mengungkap Jejak Sunan Muria di Colo, Kudus

Syekh Djangkung diperkirakan wafat pada 15 Rajab 1563 tahun Saka. Syekh Djangkung dimakamkan di Desa Landoh, Kayen, Kabupaten Pati. 

Setiap 14 - 15 Rajab pun biasanya masyarakat menggelar buka luwur di makam Syeh Jangkung.

Melansir dari laman Patikab.go.id, kawasan wisata religi Makam Syekh Jangkung selalu ramai peziarah tiap malam Jumat Pahing. ***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.