Jateng

Mengungkap Sejarah Penting Selat Muria: Seberapa Pentingkah Selat Muria Bagi Jalur Perdagangan Masa Lalu?

Theo Adi Pratama | 18 Maret 2024, 11:21 WIB
Mengungkap Sejarah Penting Selat Muria: Seberapa Pentingkah Selat Muria Bagi Jalur Perdagangan Masa Lalu?

AKURAT.CO, Selat Muria, yang kini menjadi kenangan dalam sejarah, pernah memainkan peran sentral dalam kehidupan ekonomi dan politik di wilayah Jawa Tengah pada masa lampau.

Nama perairan ini dihubungkan erat dengan sejumlah kerajaan dan perdagangan pada zamannya.

Dulunya, Selat Muria memisahkan bagian utara Jawa Tengah dengan Pulau Muria, yang kini menjadi Gunung Muria, sebuah gunung berapi tipe stratovolcano yang terletak di pesisir utara Jawa Tengah.

Baca Juga: Abdul Kholik Ungkap Sejumlah Masalah Penyebab Banjir Bandang di Pantura

Namun, karena proses alami endapan fluvio-marine, selat ini lambat laun berubah menjadi daratan. Kini, bekas selat ini menjadi bagian dari Kabupaten Kudus, Grobogan, Pati, dan Rembang.

Selat Muria menjadi jalur penting untuk transportasi dan perdagangan pada masa lampau.

Ia menghubungkan masyarakat Jawa Kuno dengan masyarakat di pulau-pulau lain, memfasilitasi aliran barang dan budaya antar wilayah.

Baca Juga: Bantuan Sosial Karang Taruna Kota Semarang untuk Korban Banjir di Kelurahan Tambakrejo

Catatan sejarah dari China menunjukkan bahwa Pulau Muria, di mana Selat Muria berada, telah menjadi pusat kekuasaan pada masa lalu.

Ketika Kartikeya Singha memimpin Kalingga, Pulau Muria sudah menjadi kerajaan besar.

Selat Muria, dengan segala kepentingan ekonomi dan politiknya, menjadi jalur utama yang penting bagi perdagangan dan interaksi antar kerajaan.

Catatan sejarah dari China juga menyebutkan bahwa dua kerajaan, Holing (Kalingga) dan Kerajaan Shepo, menggunakan Selat Muria sebagai jalur perdagangan utama.

Baca Juga: Dimana Lokasi Bekas Selat Muria di Wilayah Demak Kudus Jepara? Cek Fakta Pulau Muria yang Pernah Terpisah dari Daratan Pulau Jawa

Kalingga, yang berlokasi di Keling (sebuah kecamatan di Jepara yang berbatasan dengan Pati), diyakini menggunakan Selat Muria sebagai jalur utamanya, yang menjadikan wilayah Pati utara dan Jepara timur sebagai pusat kota Kalingga.

Selat Muria, dengan pembagian wilayahnya menjadi Pati Utara dan Pati Selatan, menjadi saksi bisu dari kemegahan dan kegiatan perdagangan serta politik di masa lalu.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.