Jateng

Walikota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, Umumkan Tidak Maju Pilwakot 2024 Demi Keluarga

Afri Rismoko | 23 Februari 2024, 16:47 WIB
Walikota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, Umumkan Tidak Maju Pilwakot 2024 Demi Keluarga

AKURAT.CO, Dalam perkembangan politik terbaru, Walikota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, yang akrab disapa Mbak Ita, mengumumkan keputusan mengejutkan untuk tidak maju dalam Pemilihan Walikota (Pilwakot) Semarang 2024.

Keputusan ini diumumkan langsung oleh Mbak Ita pada Jumat, 23 Februari 2024, menandai langkah besar dalam karier politiknya.

Mbak Ita, yang telah mengabdi sebagai Walikota Semarang sejak menggantikan Hendrar Prihadi satu tahun lalu, menyatakan bahwa alasan utama di balik keputusannya adalah untuk kembali fokus kepada keluarga.

Dengan mata yang berkaca-kaca, ia mengungkapkan.

Baca Juga: Mengungkap Sejarah Cerita dan Tradisi Meriahnya Tradisi Cap Go Meh: Momen Penting di Akhir Perayaan Imlek

"Ijinkan saya ingin fokus kembali ke keluarga."

Sebelum menjabat sebagai walikota, Mbak Ita telah menghabiskan 28 tahun dalam dunia bisnis dan birokrasi, termasuk dua periode sebagai wakil walikota.

Kini, ia ingin mengutamakan kebersamaan dengan anaknya, Muhammad Farras Razin Perdana, yang saat ini berprofesi sebagai dokter spesialis.

"Anak saya belum pernah merasakan seorang ibu yang di rumah. Saat ini dia menjadi spesialis, dia meminta untuk saya berhenti," jelas Mbak Ita.

Meskipun akan mengundurkan diri dari dunia politik, Mbak Ita berkomitmen untuk menyelesaikan masa kerjanya sebagai Walikota Semarang hingga tahun 2025.

Ia juga menyerahkan sepenuhnya kepada partai politiknya mengenai kemungkinan pencalonan kembali.

Baca Juga: Mengungkap Sejarah Cerita dan Tradisi Meriahnya Tradisi Cap Go Meh: Momen Penting di Akhir Perayaan Imlek

Keputusan Mbak Ita ini tidak hanya berdampak pada peta politik Semarang tetapi juga menyoroti pentingnya keseimbangan antara karier dan kehidupan keluarga bagi para pemimpin publik.

Sebagai pemimpin yang telah membawa berbagai perubahan positif, termasuk penurunan area banjir di Semarang dan peningkatan investasi, kepergian Mbak Ita akan dirasakan oleh banyak pihak.Mbak Ita mengakhiri dengan pesan yang menyentuh.

"Dari hati yang terdalam, yang pertama saya ingin menyelesaikan tugas sampai selesai."

Semarang kini menantikan kepemimpinan berikutnya yang dapat melanjutkan legasi dan visi pembangunan yang telah dimulai.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Reporter
Afri Rismoko
A