UPDATE Banjir Demak: Lebih dari 63 Ribu Jiwa Terdampak

AKURAT.CO, Banjir besar yang melanda Kabupaten Demak telah mempengaruhi kehidupan lebih dari 63.465 warga, menyebar di 30 desa dan 7 kecamatan.
Kejadian ini dimulai sejak Senin (5/2/2024), dengan banjir semakin meluas, mempengaruhi hampir separuh dari total kecamatan di Demak.
Kecamatan yang terdampak termasuk Karangawen, Kebonagung, Wonosalam, Karangtengah, Gajah, Dempet, dan Karanganyar.
Kepala BPBD Demak, Agus Nugroho Luhur Pambudi, menyatakan bahwa banjir ini disebabkan oleh hujan deras di wilayah hulu dan jebolnya tujuh tanggul, termasuk di desa Rejosari, Pilangwetan, dan Kalianyar Wonosalam, serta beberapa lainnya.
Baca Juga: Kisah Survival di Atap Rumah: Warga Demak Hadapi Banjir Terparah
Banjir ini tidak hanya menyebabkan ribuan warga mengungsi tapi juga mengancam keberhasilan panen di sekitar 951 ha lahan pertanian.
Warga yang terdampak mengungsi ke berbagai fasilitas umum, termasuk balai desa dan pondok pesantren, mencari perlindungan dari banjir.
Upaya evakuasi masih berlangsung hingga Kamis malam, dengan tim SAR dari Jepara, Solo, dan Semarang berupaya keras membawa warga ke tempat yang lebih aman.
"Semula warga banyak yang enggan dievakuasi, namun karena debit air semakin tinggi dan tidak surut, sekarang mereka meminta untuk dievakuasi," kata Masdi, anggota Tim SAR BPBD.
Baca Juga: Banjir Belum Surut, Jalur Pantura Kudus-Demak Terjebak Kemacetan Ekstrem
Dinas Sosial Demak, di bawah kepemimpinan Agus Herawan, berupaya menyelesaikan evakuasi dan memastikan distribusi logistik berlangsung lancar, meskipun menghadapi beberapa kendala.
Sebanyak 30 perahu karet dikerahkan untuk membantu proses evakuasi.
Banjir ini juga berdampak pada infrastruktur, termasuk lumpuhnya jalan Kudus-Jepara, menambah kesulitan bagi warga dan tim evakuasi.
BPBD dan instansi terkait terus bekerja keras untuk memastikan keselamatan dan kebutuhan dasar warga terpenuhi di tengah kondisi banjir yang belum kunjung surut.
Sementara itu, Dalam sebuah operasi evakuasi besar-besaran, personel Polres Kudus bersama dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus, dan instansi terkait, termasuk relawan, bergotong-royong membantu warga Karanganyar, Kabupaten Demak, yang terdampak banjir.
Pada Jumat (9/2/2024), operasi ini berhasil mengevakuasi warga ke posko pengungsian yang telah didirikan di Terminal Jati, Kudus.
Kolaborasi antarinstansi ini menunjukkan kekuatan sinergi dalam menghadapi bencana alam yang melanda wilayah tersebut.
Keterlibatan berbagai pihak dalam proses evakuasi tidak hanya mempercepat penanganan korban banjir tetapi juga memastikan keamanan dan kesejahteraan mereka saat di posko pengungsian
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini





