Poktan Mekar Sari Desa Pasir Diberikan Pelatihan Pembuatan PSB

AKURAT.CO DEMAK – Kerusakan tanah akibat pemakaian berlebihan pupuk kimia terus diantisipasi oleh Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Demak.
Salah satunya dengan pemberian pelatihan PSB yang dapat meningkatkan kesuburan tanah sehingga menghasilkan hasil pertanian yang lebih baik.
Adapun Bakteri fotosintesis atau photosynthetic bacteria (PSB) adalah bakteri autotrof yang bisa berfotosintesis dengan sendirinya.
Baca Juga: Produk Unggulan Demak Moncer di Soropadan Agro Festival II
PSB punya pigmen Bakteriofil A atau B yang bisa memproduksi pigmen warna merah, hijau, hingga ungu untuk menangkap energi matahari yang digunakan sebagai bahan bakar fotosintesis.
PPL BPP Kecamatan Mijen Anjar Prasetyo Adhi S.TP menjelaskan pelatihan ini sendiri dilakukan di rumah Herman anggota Poktan Mekar Sari Desa Pasir Kecamatan Mijen.
Pemberian materi pelatihan PSB ini sendiri dilakukan setiap selapanan sekali.
Baca Juga: Gunakan Biosaka, Hasil Panen Ubinan Kacang Hijau Poktan Tani Maju Kerangkulon Luar Biasa
“Diharapkan adanya kegiatan ini berguna sebagai penyemangat kelompok tani agar selalu kompak dan slalu berjalan bersama, adapun dalam sambutannya ketua poktan mekar sari mempunyai slogan yaitu Poktan Mekar Sari Tanah Subur Petani Makmur,” ujarnya.
Selain pemberian materi Pelatihan Pembuatan PSB (photosynthetic Bacteria), PPL Anjar Prasetyo Adhi S.TP juga memberikan pelatihan dengan praktek cara membuatannya.
Dijelaskan bahwa Bakteri fotosintesis atau photosynthetic bacteria (PSB) adalah bakteri yang bisa berfotosintesis dengan sendirinya.
Baca Juga: Mesin Cuci Top Load Terbaru dari MODENA Siap Menantang Musim Kemarau
PSB bisa memproduksi pigmen warna merah, hijau, hingga ungu untuk menangkap energi matahari yang digunakan sebagai bahan bakar fotosintesis.
Untuk bahan dan cara pembuatan PSB sendiri, adalah Air Sumur/Air Hujan, telur 2 butir, micin 2 sdm, botol air mineral bekas, terasi.
Sedangkan cara pembuatannya adalah dengan mengaduk 3 hingga 5 bahan sampai merata dan berbusa.
Baca Juga: Polresta Surakarta Kembalikan Barang Bukti Kepada Pemiliknya
Selanjutnya botol air mineral diisi air dan masukan hasil adukan 3-5 ke botol air Mineral.
Setelah itu botol dijemur di terik matahari, dan ditunggu kurang lebih 35 hari, hingga berwarna merah maron/ungu/hijau.
“Untuk dosis penggunaan 250 ml per tangki, dengan manfaat membantu menstimulasi kekebalan dan pertumbuhan akar tanaman, untuk berkembang dan bercabang dengan baik sehingga menghasilkan serat yang baik,” terang Anjar.
Baca Juga: Unwahas Siap Tingkatkan Peran Mahasiswa Dalam Membangun Peradaban Dunia
“Dengan adanya pelatihan ini diharapkan petani bawang merah Desa Pasir dapat membuat POC sendiri sehingga nantinya dapat mengurang ketergantungan Pupuk Kimia,” tukas PPL.
Selain itu, bakteri fotosintetik juga digunakan untuk memperbaiki kualitas tanah dengan memanfaatkan kemampuannya untuk mengurangi polusi air.
PSB dapat digunakan untuk menghilangkan limbah organik dan anorganik dari air limbah serta menghilangkan zat kimia berbahaya seperti arsenik dan nitrat dari sumber air.*** (ADV/Pemkab Demak)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 3Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 4Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 5Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 6Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 7Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 8Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 9Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal
- 10Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?








