Pemilu Melahirkan Demokrasi dan Regenerasi Kepemimpinan, Begini Isi FGD PW IKAPMII Jateng di Purworejo

AKURAT.CO PURWOREJO - Pengurus Wilayah Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PW IKA-PMII) Jawa Tengah kembali menggelar tur Seminar dan Forum Group Discussion (FGD) Penguatan Wawasan Kebangsaan yang bekerjasama dengan Pemerintah Provinis Jawa Tengah di Institut Agama Islam (IAI) An-Nawawi pada Minggu siang hingga sore (27/8/2023).
Acara yang bertema 'Memperkokoh Demokrasi dan Persatuan Bangsa Menjelang Pemilu 2024" tersebut dihadiri oleh politisi Jawa Tengah seperti Muhammad Hendri Wicaksono dan Muhammad Ngaini Richard.
Baca Juga: Berikut 4 Jenis Pekerjaan yang Bisa Dijalankan Diatas Kapal Pesiar
Selain iti, hadir pula Dr Mustholih, seorang dosen sejarah, politik, dan atudi agama dari Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama (IAINU) Kebumen.
Hendri Wicaksono, yang juga anggota DPRD Jawa Tengah asal Fraksi PKB menyampaikan pentingnya pemilu demi keberlangsungan demokrasi sekaligus regenerasi kepemimpinan di Indonesia.
Dia mengatakan, jika pada zaman kerajaan di Nusantara masa silam, sebuah negara yang dikuasai seorang raja tidak bisa melakukan pergantian kepemimpinan yang ideal, karena sistem pewarisan tahta hanya bisa dilakukan di lingkungan keluarga penguasa saja.
Baca Juga: Mengenal 5 Tugas Akuntan Dalam Sebuah Perusahaan
"Iya kalau penerusnya bagus dalam memimpin. Kalau penerusnya jelek kan kasihan rakyatnya. Banyak kisah sejarah yang menceritakan saat kerajaan sudah maju malah jadi ambruk gara-gara penerusnya jelek," ujar Hendri.
Selain itu, Hendri menjelaskan, jika pihak oposisi ingin mengganti kekuasaan pasti harus melakukan pemberontakan atau perang.
"Pasti perang kalau oposisi mau mengganti kekuasaan. Karena nggak ada pemilu, nggak ada demokrasi," tutur Hendri.
Kemudian bergantian Muhammad Ngaini Richard, politisi PPP Jateng itu menjelaskan bahwa pemilu menjadi penting untuk memastikan kebutuhan seluruh rakyat bisa terpenuhi. Setidaknya suara rakyat didengar.
Baca Juga: PT Radiant Utama Interinsco Sedang membuka Lowongan Pekerjaan
"Ya karena semua rakyat dilibatkan dalam penyelenggaraan," tandasnya.
Richard menambahkan, pemilu meniscayakan semua kelompok dan masyarakat bisa mengawal kebijakan pemerintah.
"Dari situ kita bisa mengawal kebijakan pemerintah supaya tidak menyeleweng," ungkapnya.
Lalu yang terakhir, Dr Mustholih mengatakan, dalam keadaan kacau, negara lebih baik dipimpin pemimpin dhzolim daripada tidak ada pemimpin sama sekali.
"Karena kalau tidak ada pemimpin, kekacauan tidak akan bisa diredam. Itulah pentingnya pemilu," tutupnya.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Jalan Diperbaiki, Warga Malah Menderita: Seragam Anak Kotor, Motor Rusak di Jalur Semarang–Kendal
- 2Atlet Selam Jepara Meninggal di Porprov Jateng, Lomba di Awann Costa Ditunda
- 3Profil Instagram Wasit Persija vs Persik di Super League 2026/2027, Steven Yubel Poli Pimpin Duel, Aidil Azmi Jadi Wasit VARdi JIS
- 4LIVE SCORE PSMS vs PSIS! Ayam Kinantan Unggul 2-0 di Babak Pertama, Tuan Rumah Kena Kartu Merah, Cek Skor Akhir FULL TIME
- 5UPDATE! Kronologi Atlet Selam Jepara Syabilla Rizkia Meninggal Saat Porprov Jateng 2026
- 6Viral Pelari JRF 2026 Terobos Barikade, Apa Itu COT dan COP? Ini Aturan yang Wajib Dipahami
- 7Jadwal BWF Hylo Open 2026 Lengkap hingga Final, Cek Wakil Indonesia dan Link Live Streaming
- 8GMPI Kota Semarang Gelar Rakercab dan Forum Diskusi Kepemudaan, Ajak Gen Z Menjaga Nilai Demokrasi di Era Digital
- 9Prediksi Skor Garudayaksa vs Persib, Cuma Punya 1 Hari Persiapan, Mampukah Persib Taklukkan Garudayaksa?
- 10CEK! Viral Pelari JRF 2026, Mengenal Flag-Off Time, Gun Time, dan Chip Time






