iQOO G1 Resmi Diperkenalkan, Controller Game dengan Joystick Hall Effect dan Pengisian Daya 15W

JATENG.AKURAT.CO, iQOO bersiap memperluas ekosistem gaming dengan menghadirkan pengendali game mobile terbaru bernama iQOO G1.
Perangkat ini dijadwalkan meluncur pada 4 November dengan harga 499 yuan atau sekitar US$75.
Mengusung desain teleskopik, joystick Hall Effect, serta pegangan modular, controller ini dirancang untuk memberikan pengalaman bermain game yang lebih nyaman dan presisi.
Salah satu daya tarik utama iQOO G1 adalah kemampuannya menyesuaikan bentuk pegangan sesuai kebutuhan pengguna.
Selain itu, controller ini menggunakan koneksi USB-C langsung ke perangkat, sehingga pemain tidak perlu mengandalkan koneksi Bluetooth saat bermain.
Meski membawa sejumlah fitur menarik, dukungan perangkat lunak iQOO G1 masih terbatas pada beberapa perangkat tertentu dari iQOO.
Hal ini menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan sebelum pengguna memutuskan untuk membelinya.
Spesifikasi iQOO G1, Controller Gaming dengan Desain Modular
iQOO G1 menggunakan desain teleskopik yang dapat diperpanjang hingga 211 mm.
Mekanisme tersebut memungkinkan controller dipasangkan dengan smartphone maupun tablet berukuran kecil yang memiliki dimensi sesuai.
Untuk menunjang kenyamanan, iQOO menyediakan dua jenis pegangan magnetik yang bisa dilepas dan dipasang sesuai preferensi.
Pengguna dapat memilih pegangan berukuran ringkas agar mudah dibawa bepergian atau pegangan yang lebih besar untuk mendapatkan sensasi bermain layaknya menggunakan controller konsol.
Bobot iQOO G1 tercatat mencapai 176,5 gram ketika menggunakan pegangan berukuran besar.
Perangkat ini juga dilengkapi bantalan silikon untuk membantu menjaga posisi ponsel atau tablet tetap stabil selama digunakan bermain.
Kombinasi desain tersebut membuat iQOO G1 menawarkan fleksibilitas bagi pemain yang membutuhkan perangkat gaming portabel dengan konfigurasi fisik yang dapat disesuaikan.
Joystick Hall Effect dan Trigger Linear untuk Kontrol Presisi
Pada sektor kontrol, iQOO G1 mengandalkan joystick dengan teknologi Hall Effect.
Teknologi ini memanfaatkan sensor magnetik untuk membaca pergerakan stik tanpa bergantung pada kontak mekanis seperti pada sejumlah joystick konvensional.
Penggunaan teknologi tersebut ditujukan untuk mengurangi risiko stick drift, yakni kondisi ketika karakter atau kamera dalam game bergerak sendiri meskipun stik tidak sedang digerakkan.
Meski demikian, teknologi Hall Effect tidak sepenuhnya menghilangkan kemungkinan terjadinya masalah pada joystick.
iQOO mengklaim joystick G1 mampu bertahan hingga 5 juta kali penggunaan.
Controller ini juga menyediakan tiga pilihan tutup joystick atau thumbstick cap yang dapat diganti untuk menyesuaikan kenyamanan dan gaya bermain.
Selain joystick, tersedia trigger linear yang memungkinkan kontrol input lebih terukur.
Tombol ABXY menggunakan mekanisme micro-switch, sementara D-pad dirancang dengan respons taktil untuk membantu pemain mengenali setiap input dengan lebih jelas.
iQOO G1 turut membawa dua tombol bahu tambahan, yakni L4 dan R4. Kedua tombol ini dapat dikonfigurasi untuk menjalankan berbagai aksi dalam game, sehingga pengguna memiliki lebih banyak pilihan kontrol tanpa harus mengandalkan tombol utama saja.
Mendukung Pengisian Daya 15W melalui USB-C
Berbeda dari controller nirkabel yang membutuhkan baterai internal, iQOO G1 mengandalkan koneksi USB-C untuk terhubung langsung dengan perangkat yang digunakan bermain.
Koneksi kabel ini menghilangkan kebutuhan pemasangan Bluetooth dan mengurangi ketergantungan pada koneksi nirkabel.
Penggunaan USB-C juga ditujukan untuk memberikan respons kontrol yang konsisten, meskipun tingkat latensi aktual tetap dapat dipengaruhi oleh perangkat dan game yang digunakan.
Karena tidak memiliki baterai sendiri, daya operasional iQOO G1 diambil dari smartphone atau tablet yang terhubung.
Namun, iQOO menyediakan fitur pengisian daya tembus atau pass-through charging hingga 15W.
Melalui fitur tersebut, pengguna dapat menyambungkan pengisi daya ke controller ketika baterai ponsel mulai menipis.
Dengan begitu, sesi bermain bisa dilanjutkan sambil mengisi daya perangkat yang digunakan.
Fitur ini menjadi salah satu aspek penting bagi pemain yang kerap menghabiskan waktu lama untuk bermain game mobile, terutama judul yang membutuhkan kontrol fisik dan sesi permainan berkelanjutan.
Fitur Kustomisasi iQOO G1 Masih Terbatas pada Perangkat Tertentu
Untuk memanfaatkan fitur pengaturan lanjutan, pengguna perlu mengakses perangkat lunak iQOO Game Space dan Game Magic Box.
Melalui kedua layanan tersebut, pemain dapat menyesuaikan fungsi tombol bahu, mengatur dead zone joystick, hingga mengonfigurasi fitur rapid-fire.
Dead zone merupakan area pergerakan joystick yang tidak menghasilkan input, sedangkan rapid-fire memungkinkan input tertentu diulang dengan cepat sesuai pengaturan yang tersedia.
Opsi tersebut memberikan keleluasaan bagi pengguna untuk menyesuaikan kontrol berdasarkan kebutuhan permainan.
Namun, dukungan perangkat lunak iQOO G1 saat peluncuran masih terbatas pada empat perangkat yang telah ditentukan. Daftar kompatibilitas awalnya meliputi:
*iQOO 16
*iQOO Neo 12
*iQOO Pad Ultra
*iQOO Pad Pro dengan layar 8,8 inci
Perangkat-perangkat tersebut harus menjalankan OriginOS 7 atau versi yang lebih baru untuk mendapatkan dukungan resmi sebagaimana disebutkan dalam informasi peluncurannya.
Batasan ini membuat kompatibilitas menjadi faktor penting bagi calon pembeli.
Meski desainnya berpotensi digunakan dengan perangkat lain yang memiliki ukuran sesuai, ketersediaan fitur kustomisasi tetap bergantung pada dukungan perangkat lunak.
Harga iQOO G1 dan Pilihan Warna
iQOO G1 dijadwalkan meluncur pada 4 November dengan harga 499 yuan, setara sekitar US$75.
Controller ini hadir dalam satu pilihan warna, yaitu Cool Black atau hitam.
Dengan joystick Hall Effect, pegangan magnetik yang dapat diganti, tombol tambahan yang bisa dipetakan, serta dukungan pengisian daya 15W, iQOO G1 menawarkan sejumlah fitur yang ditujukan bagi penggemar game mobile.
Meski begitu, informasi mengenai ketersediaan dan harga resminya di Indonesia belum disebutkan.
Calon pembeli di Tanah Air juga perlu memperhatikan daftar perangkat yang didukung sebelum mempertimbangkan controller ini sebagai aksesori gaming.
Pada akhirnya, daya tarik iQOO G1 tidak hanya terletak pada teknologi joystick dan desain modularnya, tetapi juga pada integrasi dengan ekosistem perangkat iQOO.
Dukungan yang lebih luas terhadap smartphone dan tablet lain akan menjadi faktor penting untuk memperbesar jangkauan penggunanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kota Semarang Berduka, Atlet Silat Ayudiah Rivana Tridiandinita Berpulang usai Ikuti Kejuaraan Porprov Jateng 2026
- 2Kronologi Atlet Pencak Silat Semarang Ayudiah Rivana Meninggal Usai Operasi Cedera, Penyebab Masih Ditelusuri
- 3GEMPA LAMPUNG HARI INI! Gempa Magnitudo 4,7 Guncang Tanggamus Lampung, Getaran Dirasakan hingga Kotaagung dan Pringsewu
- 4Gempa GunungKidul 2 Menit Lalu, Gempa 5,2 M Guncang Gunung Kidul Malam Ini, Guncangan Terasa hingga Yogya, Bantul Sleman Pacitan Kediri
- 5Atlet Pencak Silat Kota Semarang Ayudiah Rivana Meninggal Dunia Usai Operasi Cedera, Penyebab Masih Ditelusuri
- 6GRATIS! Live Streaming Persib vs Melbourne Victory ACL Two Malam Ini, Tayang di RCTI dan Vision+
- 7Catatan Prestasi Ayudiah Rivana, Atlet Pencak Silat Semarang yang Meninggal Usai Cedera di Porprov Jateng 2026
- 8Porprov XVII Jateng 2026: Taekwondo Kota Semarang Raih Emas dan Perak di Salatiga
- 9Porprov Jateng 2026, Wakil Wali Kota Semarang Optimis Voli Sabet Emas
- 10Bening Intan Arya Lolos Semifinal Kick Boxing Porprov Jateng 2026, 10 Bulan Menanti Kembali Naik Ring Demi Emas Semarang





