Jateng

JATIM PUNYA HARTA KARUN TERSEMBUNYI! 4 Upacara Adat Unik di Jawa Timur Ini Memang Wajib Harus Kamu Saksikan Minimal Sekali Seumur Hidup

Theo Adi Pratama | 10 Mei 2024, 12:17 WIB
JATIM PUNYA HARTA KARUN TERSEMBUNYI! 4 Upacara Adat Unik di Jawa Timur Ini Memang Wajib Harus Kamu Saksikan Minimal Sekali Seumur Hidup

JATENG.AKURAT.CO, Jawa Timur, salah satu provinsi di Indonesia yang kaya akan keberagaman budaya, menghidupkan tradisi lama melalui berbagai macam upacara adat yang dilakukan setiap musim.

Setiap upacara memiliki nilai penting dalam menjaga hubungan antara manusia, alam, dan spiritualitas, serta menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas budaya masyarakat Jawa Timur.

Mari kita mengenal lebih dekat beberapa di antaranya.

Baca Juga: Keberagaman Suku Bangsa Indonesia: Suku Naulu dengan Tradisi Pemenggalan Kepala untuk Mas Kawin dan Ritual Pengasingan Bagi Perempuan

1. Kebo-Keboan

Upacara adat Kebo-Keboan merupakan ritual yang diadakan oleh komunitas di Desa Alasmalang, Jawa Timur, sebagai bentuk penghargaan kepada Tuhan atas hasil panen tahunan.

Tradisi ini berlangsung pada awal bulan Suro dalam kalender Jawa dan menjadi simbol kekuatan petani serta budaya agraris.

Kebo-Keboan bukan hanya sekadar ritual, tetapi juga memperkaya warisan budaya Banyuwangi dan menarik minat wisatawan yang ingin memahami keunikan budaya setempat.

2. Yadnya Kasada

Yadnya Kasada merupakan tradisi adat yang dijalankan oleh suku Tengger di Jawa Timur dengan tujuan menghormati Sang Hyang Widhi (Tuhan Yang Maha Esa) dan memohon keberkahan.

Ritual ini sering dilakukan pada hari-hari besar dan merupakan ungkapan rasa syukur serta penyesalan kepada Tuhan.

Yadnya Kasada juga menjadi ajakan kepada masyarakat untuk senantiasa bersyukur atas anugerah yang diberikan serta menjaga warisan budaya spiritual dan sosial Hindu Tengger Bromo di Jawa Timur.

Baca Juga: Menjejakkan Kaki di Benteng Pendem Cilacap, Mengeksplore Wisata Sejarah Dibalik Keseruan Memberi Makan Rusa

3. Larung Sembonyo

Larung Sembonyo adalah praktik sedekah laut yang telah menjadi bagian dari budaya masyarakat nelayan Prigi di Kabupaten Trenggalek.

Tradisi ini merupakan ungkapan rasa syukur atas hasil laut yang diperoleh serta permohonan keselamatan saat mencari ikan.

Meskipun sempat terhenti pada 1985, Larung Sembonyo kembali dilakukan secara besar-besaran dengan dukungan pemerintah setempat untuk memperkaya warisan budaya tradisional Kabupaten Trenggalek.

4. Keduk Beji

Upacara Keduk Beji adalah ritual adat yang dilaksanakan di Jawa Timur, terutama di Taman Wisata Tawun Ngawi, dengan tujuan mengatur dan meningkatkan pasokan air di wilayah tersebut.

Prosesnya meliputi berbagai tahapan, termasuk pembuangan tulangan kambing ke dalam kawah, yang dikenal sebagai "keduk beji".

Upacara ini tidak hanya bermaksud menyediakan air yang bersih bagi penduduk lokal, tetapi juga sebagai bentuk penguatan hubungan spiritual dengan leluhur dan Sang Pencipta, serta menjadi inspirasi bagi pengunjung taman wisata setempat.

Baca Juga: Bulu Tangkis Antarkelurahan: Sampangan dan Sendangmulyo A bertemu di Final

Setiap upacara adat di Jawa Timur memancarkan keindahan dan kearifan lokal yang unik, mencerminkan hubungan erat antara manusia dan alam, serta menghormati warisan leluhur.

Dengan menjaga dan merayakan tradisi-tradisi ini, masyarakat Jawa Timur turut memelihara kekayaan budaya yang menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan mereka.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.