Jateng

Hari Ini Dalam Sejarah Dunia: Pembebasan Krakow, Peristiwa Kemenangan atas Penindasan Nazi pada 18 Januari 1945

Theo Adi Pratama | 18 Januari 2024, 10:18 WIB
Hari Ini Dalam Sejarah Dunia: Pembebasan Krakow, Peristiwa Kemenangan atas Penindasan Nazi pada 18 Januari 1945

AKURAT.CO Sejarah, Pada 18 Januari 1945, Krakow, kota bersejarah terbesar kedua di Polandia, mengalami titik balik saat Tentara Merah Uni Soviet membebaskannya dari lima tahun pendudukan brutal Nazi Jerman selama Perang Dunia II.

Pembebasan ini menjadi momen penting dalam sejarah Polandia, mengakhiri penderitaan dan kekejaman yang dialami oleh penduduk Krakow di bawah rezim Nazi.

Baca Juga: Hari Ini Dalam Sejarah: Jepang Ajukan 21 Tuntutan kepada China pada 18 Januari 1915

Pendudukan Nazi di Krakow

Selama lima tahun pendudukan Nazi Jerman, Krakow menjadi saksi dari berbagai kekejaman, pembantaian, dan pengusiran terhadap orang Yahudi, Polandia, dan Romani.

Kota ini, yang memiliki nilai budaya dan sejarah tinggi bagi Polandia, mengalami penindasan yang memilukan di bawah kekuasaan Jerman.

Peristiwa Pembebasan: 18 Januari 1945

Pada akhir tahun 1944, Tentara Merah Uni Soviet meluncurkan ofensif musim dingin mereka dan mendekati Krakow dari timur.

Nazi Jerman, yang berusaha mempertahankan kota dengan garis pertahanan di sekitar sungai Vistula dan Wisla, tidak dapat menghadapi serangan pasukan Soviet.

Gubernur Jerman di Krakow, Otto Wächter, pada 17 Januari 1945, memerintahkan evakuasi kota dan merencanakan penghancuran berbagai bangunan bersejarah termasuk Kastil Wawel dan Katedral Wawel.

Baca Juga: Eksplorasi Keajaiban Alam dan Misteri Air Terjun Madakaripura: Mitos serta Sejarah yang Membekas di Tepi Tebing

Alasan Uni Soviet dan Bergeraknya Pasukan ke Krakow

Uni Soviet memiliki motivasi strategis untuk membebaskan Krakow.

Selain ingin menguasai wilayah Eropa Timur, mereka juga ingin menyebarkan ideologi komunisme mereka.

Krakow, sebagai kota penting di Polandia, menjadi sasaran utama.

Pembebasan ini diharapkan dapat memperkuat pengaruh Soviet di Polandia dan negara-negara di bawah pendudukan Jerman.

Pasukan Soviet mendekati Krakow dari timur dan selatan, berhasil menembus garis pertahanan Jerman, dan pada 18 Januari 1945, Tentara Merah memasuki kota tanpa perlawanan yang signifikan.

Penduduk Krakow bersukacita menyambut kedatangan Tentara Merah, sementara anggota gerakan perlawanan Polandia yang selama ini bersembunyi keluar dari persembunyian mereka.

Baca Juga: Hari Ini Dalam Sejarah: Sejumlah Perayaan Penting pada Tanggal 18 Januari dan Uniknya Perayaan Tahun 2024

Evakuasi dan Ancaman Penghancuran

Sehari sebelum pembebasan, gubernur Jerman memerintahkan evakuasi dan rencana penghancuran Krakow.

Namun, sebagian besar perintah tersebut tidak terlaksana sepenuhnya karena kurangnya bahan peledak dan waktu yang sempit.

Beberapa pejabat Jerman menolak menghancurkan kota yang mereka anggap berharga dan indah.

Dampak Pembebasan dan Kebebasan yang Diraih

Pembebasan Krakow oleh Tentara Merah memberikan dampak yang signifikan:

  • Pertahanan Sejarah: Rencana penghancuran sebagian besar gagal, sehingga Krakow tetap mempertahankan nilai sejarah dan kebudayaannya.

  • Kebebasan dan Kebangkitan Semangat: Penduduk Krakow merasakan kelegaan dan kebebasan setelah lima tahun penderitaan di bawah pendudukan Jerman.

  • Pembentukan Pemerintahan Baru: Polandia mendapat kesempatan untuk membentuk pemerintahan baru yang demokratis, meskipun tunduk pada pengaruh Uni Soviet.

Baca Juga: Misteri Danau Situ Bagendit: Mengambil Hikmah dari Kisah Nyai Bagendit yang Tamak

Pembebasan Kamp Konsentrasi Auschwitz-Birkenau

Selain pembebasan Krakow, pada 27 Januari 1945, Tentara Soviet juga memasuki kamp konsentrasi Auschwitz-Birkenau, yang terletak di dekat Krakow.

Mereka membebaskan ribuan tahanan yang selamat, menyaksikan kekejaman Nazi, dan memberikan bantuan medis serta makanan.

Pembebasan Krakow sebagai Pergumulan Melawan Tirani

Pembebasan Krakow pada 18 Januari 1945, menjadi simbol perlawanan dan keberanian melawan tirani.

Kota ini, yang merayakan kebebasan setelah lama disiksa, tetap menjadi saksi sejarah yang menginspirasi, mengingatkan kita akan pentingnya mempertahankan nilai-nilai kemanusiaan dan perdamaian.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.