Jateng

Renungan Harian Katolik Hari Sabtu Dalam Pekan Biasa 18 November 2023

Theo Adi Pratama | 18 November 2023, 02:00 WIB
Renungan Harian Katolik Hari Sabtu Dalam Pekan Biasa 18 November 2023

AKURAT.CO Renungan, Berikut ini adalah renungan harian Katolik berdasarkan bacaan Injil Lukas 18:1-8 untuk hari Sabtu dalam pekan biasa 18 November 2023.

Saudara-saudari yang terkasih dalam Yesus Kristus, Pada Renungan Harian Sabtu 18 November 2023 dalam Bacaan Injil hari ini Lukas 18:1-8, bercerita tentang Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang berseru kepada-Nya.

Seorang pahlawan tidak berjuang sendirian. Sehebat-hebatnya pahlawan, ia tidak mungkin melakukan segalanya seorang diri. Ia pasti membutuhkan teman, khususnya di saat yang genting.

Baca Juga: Renungan Harian Katolik Jumat Dalam Pekan Biasa 17 November 2023

Dalam film superhero, pasti kita melihat bagaimana sisi kemanusiawian muncul. Di saat sang superhero berada di ambang kekalahan atau kematian, muncullah orang lain yang datang menyelamatkan nyawanya.

Pertolongan itu bisa datang dari sahabat atau dari orang yang menjadi lawannya atau bahkan dari makhluk hidup lain. Semua dikemas dengan indah hingga menyentuh perasaan kita.

Demikian halnya dengan situasi orang Israel saat berperang melawan orang Amalek (Kel 17:8-13). Musa menyuruh Yosua untuk bertempur langsung menghadapi orang Amalek, sedangkan ia berdiri di puncak bukit sambil mengangkat tongkat Allah di tangannya.

Baca Juga: Berikut Renungan Harian Katolik Hari Kamis Dalam Pekan Biasa 16 November 2023

Namun tangan Musa menjadi penat sehingga Harun dan Hur mengambil sebuah batu supaya Musa dapat duduk di atasnya.

Mereka berdua juga menopang kedua lengan Musa sehingga tetap terangkat sampai matahari terbenam. Yosua pun berhasil mengalahkan orang Amalek.

Rasul Paulus juga menghendaki agar anak-anak Allah tetap berpegang pada kebenaran dan berbuat baik "dengan selalu mengingat orang yang telah mengajarkannya kepadamu" (2Tim 3:14).

Baca Juga: Renungan Harian Katolik Rabu Dalam Pekan Biasa, 15 November 2023

Ia menegaskan bahwa Kitab Suci dapat memberi hikmat dan menuntun manusia pada "keselamatan oleh iman akan Kristus Yesus". Ia tidak ingin para saudara seiman hidup dalam ketidaktahuan moral dan mendapat celaka.

Sabda Allah hendaknya dimanfaatkan untuk mengajar, menyatakan kesalahan, memperbaiki kelakuan dan mendidik orang dalam kebenaran.

Oleh karena itu, bagi orang Katolik, berbuat baik dan benar serta berani mengkritik kesalahan adalah hal yang wajar dan sepatutnya.

Baca Juga: Renungan Harian Katolik Senin dalam Pekan Biasa 13 November 2023

Kita memerlukan kritik dan bantuan orang lain agar semakin berkembang dalam kebaikan dan kebenaran.

Hal senada dipesankan oleh Tuhan Yesus bagi kita lewat perumpamaan hakim dan janda (Luk 18:1-8). Janda yang selalu datang dan memohon kepadanya membuat hakim yang lalim itu mengubah pemikiran dan sikapnya menjadi lebih bijak dan lunak.

Yesus menegaskan bahwa Allah pun akan segera membenarkan anak-anak Allah yang siang malam berseru memohon pertolongan kepada-Nya.

Baca Juga: Renungan Harian Katolik Minggu Dalam Pekan Biasa 12 November 2023

Yesus menggugah kepekaan anak-anak Allah untuk saling menolong dengan berkata, "Jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia menemukan iman di bumi?" Orang beriman tidak hidup bagi dirinya sendiri.

Ia selalu bersedia menolong, namun juga terbuka untuk meminta pertolongan dari Tuhan dan sesamanya. Sikap tolong-menolong harus menjadi karakter setiap murid Yesus.

Doa Penutup :

Allah yang kekal dan kuasa, ciptakanlah dalam diri kami hati yang tulus dan setia agar kami mampu melayani Engkau, ya Allah yang Mahaagung, dengan penuh bakti dan kasih.

Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.