Jateng

PPP Semarang Diminta Hentikan Politik Berorientasi Caleg, Suyono: Utamakan Kebesaran Partai

Muhammad Husni Mushonifi | 31 Oktober 2026, 18:27 WIB
PPP Semarang Diminta Hentikan Politik Berorientasi Caleg, Suyono: Utamakan Kebesaran Partai

JATENG.AKURAT.CO, Lemahnya kontribusi suara partai di tengah perolehan suara calon legislatif (caleg) yang cukup baik menjadi pekerjaan rumah bagi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Semarang. Evaluasi terhadap pola perjuangan politik pun mulai diarahkan pada penguatan identitas partai, konsolidasi organisasi, serta perluasan basis dukungan masyarakat.

Ketua DPW PPP Jawa Tengah, Suyono, mengingatkan agar kader tidak terjebak pada perjuangan politik yang hanya berorientasi terhadap kepentingan individu. Menurutnya, peningkatan suara PPP harus menjadi tujuan bersama sehingga seluruh aktivitas politik kader bermuara pada penguatan partai.

Pesan tersebut disampaikan Suyono saat menghadiri Musyawarah Anak Cabang (Musancab) PPP Kota Semarang di Astina Ballroom Hotel Grasia, Sabtu (31/10/2026) siang.

Ia menilai hasil Pemilu 2024 perlu dijadikan bahan evaluasi, terutama ketika perolehan suara caleg belum sejalan dengan peningkatan suara partai. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya membangun kesadaran pemilih agar tidak hanya mengenal figur calon legislatif, tetapi juga memberikan dukungan kepada PPP sebagai institusi politik.

"Ya, ini harus menjadi pelajaran kita bersama, bahwa perjuangan kita itu jangan sampai ke arah individu, tapi perjuangan partai," tegas Suyono.

Wakil Bupati Batang tersebut meminta seluruh kader lebih konsisten memperkenalkan identitas PPP kepada masyarakat. Salah satu caranya dengan mengintensifkan sosialisasi lambang Ka'bah agar menjadi pilihan pemilih ketika menggunakan hak suara di tempat pemungutan suara (TPS).

Menurutnya, urusan para caleg dalam membangun popularitas dan memperoleh dukungan personal merupakan bagian dari strategi masing-masing. Namun, seluruh kader memiliki tanggung jawab bersama untuk memperbesar suara partai.

"Sudah sosialisasikan itu terus-menerus. Nanti urusan calon mencari suara terbanyak itu sudah tahu sendiri cara mencari suara. Tapi kader itu harus benar-benar bicara tentang pilih gambar Ka'bah," ujarnya.

Enam Kursi Jadi Target PPP Kota Semarang

Untuk merealisasikan peningkatan suara tersebut, Suyono mendorong DPC PPP Kota Semarang memperkuat organisasi hingga tingkat paling bawah. Targetnya, partai berlambang Ka'bah itu mampu mendapatkan minimal satu kursi DPRD di setiap daerah pemilihan (dapil).

Dengan enam dapil yang ada di Kota Semarang, PPP diharapkan dapat mengamankan enam kursi legislatif pada pemilu mendatang.

Suyono mengapresiasi langkah Ketua DPC PPP Kota Semarang, dr. Muhammad Hayyi Wildani, yang mulai melakukan berbagai terobosan, termasuk memperluas perekrutan kader di tingkat kecamatan hingga kelurahan.

"Saya pesan justru terima kasih artinya Ketua DPC melakukan apa yang saya inginkan untuk melakukan terobosan-terobosan baru agar PPP Kota Semarang khususnya bisa setiap dapil satu kursi," katanya.

Ia tidak menampik bahwa target tersebut membutuhkan perjuangan ekstra. Persaingan antarpartai semakin kompetitif, sementara perubahan perilaku pemilih dan perkembangan teknologi turut memengaruhi strategi komunikasi politik.

Karena itu, Suyono meminta PPP tidak bertahan dengan pola lama. Partai harus mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan budaya, teknologi dan karakter masyarakat modern agar tidak kehilangan dukungan.

"Tidak mudah, tapi keadaan itu harus dilawan. Kalau kita tidak melawan, ini dunia yang modern, kita tidak mengikuti gaya partai-partai yang muncul di dunia modern, ya kita akan tergerus," ungkapnya.

Rekrutmen Anak Muda Jadi Energi Baru

Di sisi lain, Suyono menilai regenerasi menjadi kebutuhan mendesak agar PPP memiliki kekuatan baru dalam menghadapi perubahan politik. Perekrutan generasi muda harus menjadi perhatian serius seluruh jajaran pengurus.

Ia menginginkan adanya perpaduan antara pengalaman kader senior dengan kreativitas dan semangat anak muda. Dengan komposisi tersebut, PPP diharapkan memiliki kemampuan lebih baik dalam menjangkau kelompok pemilih lintas generasi.

"Transformasi ini transformasi energi, yaitu bagaimana merekrut anak-anak muda untuk diajak bersama-sama berjuang membangun bangsa dan negara untuk kesejahteraan masyarakat lewat partai politik," jelasnya.

Menurut Suyono, regenerasi tidak berarti menghilangkan peran kader senior. Pengalaman dan kontribusi mereka tetap dibutuhkan, tetapi generasi muda harus mendapatkan ruang untuk berkembang dan mengambil bagian dalam kepengurusan maupun aktivitas politik.

"Senior tidak kita tinggalkan, tapi yang muda harus berguna," tandasnya.

Ia juga menegaskan bahwa PPP perlu memperluas segmentasi masyarakat yang menjadi sasaran perekrutan. Basis partai tidak boleh hanya terbatas pada kalangan santri atau kelompok masyarakat tertentu.

Seluruh lapisan masyarakat, termasuk kelompok yang selama ini belum tersentuh pendekatan politik PPP, harus dirangkul.

"Ruang berpici, tidak berpici, santri, tidak santri, orang jalanan, semua itu kita harus kejar," katanya.

Suyono menambahkan, peningkatan jumlah kader menjadi salah satu faktor penting untuk memperbesar peluang memperoleh kursi legislatif. Menurutnya, kualitas pengurus harus tetap dijaga, tetapi kekuatan jumlah anggota juga tidak boleh diabaikan.

"PPP butuh kuantiti, bukan kualitas. Kualitas itu pengurusnya harus berkualitas, tapi kuantiti itu penting karena yang kita butuhkan adalah jumlah kursi, maka harus punya jumlah suara yang baik," ujarnya.

Konsolidasi dan Kehadiran di Tengah Masyarakat

Lebih lanjut, Suyono memaparkan tiga langkah yang harus dijalankan PPP untuk meningkatkan elektabilitas dan perolehan suara. Pertama, memperkuat konsolidasi internal secara berkelanjutan. Kedua, mengintensifkan komunikasi langsung dengan masyarakat untuk menyerap aspirasi. Ketiga, menghadirkan solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat.

Menurutnya, kader tidak cukup hanya membangun komunikasi politik menjelang pemilu. Mereka harus hadir secara konsisten di tengah masyarakat, memahami kebutuhan warga, sekaligus memperjuangkan penyelesaian persoalan yang dihadapi.

Ia berharap pola kerja tersebut dapat memperkuat kepercayaan publik terhadap PPP sekaligus membangun hubungan yang lebih dekat antara partai dan konstituen.

Suyono juga memastikan kader senior yang telah menduduki jabatan di pemerintahan maupun legislatif tetap memiliki ruang dalam kepengurusan partai. Ia meminta seluruh elemen tersebut membangun sinergi, bukan saling memandang sebagai kompetitor.

Melalui konsolidasi, regenerasi, perluasan basis massa dan penguatan identitas partai, Suyono optimistis PPP Kota Semarang memiliki peluang untuk kembali meningkatkan kekuatan politiknya.

Baginya, target enam kursi DPRD bukan sekadar angka, melainkan tantangan yang harus dijawab melalui perubahan pola perjuangan dan kerja kolektif seluruh kader.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.