Jateng

Mojokerto Vibes! Lebih Dari Sekedar Tempat Transaksi Jual Beli, Pasar Keramat Ini Menyimpan Cerita dan Fakta Unik yang Tak Terlupakan

Theo Adi Pratama | 24 Juli 2024, 15:32 WIB
Mojokerto Vibes! Lebih Dari Sekedar Tempat Transaksi Jual Beli, Pasar Keramat Ini Menyimpan Cerita dan Fakta Unik yang Tak Terlupakan

JATENG.AKURAT.CO, Di antara hiruk pikuk Mojokerto, tersembunyi sebuah harta karun budaya yang menanti untuk dijelajahi.

Namanya Pasar Keramat, sebuah pasar tradisional yang tak hanya menawarkan transaksi jual beli, tetapi juga membawa pengunjung menyelami cerita dan fakta unik yang tak terlupakan.

Pasar Keramat berlokasi di Dusun Pong Boto, Warugunung, Kecamatan Pacet.

Warga menamai Pasar Keramat karena Dusun Wonokerto dijuluki Kramatjetak.

Pasar ini berubah menjadi wisata yang mengusung konsep tempo dulu.

Pasar Keramat sempat ditutup sementara, tetapi kini sudah dibuka kembali.

Pembangunan Pasar Keramat diprakarsai masyarakat Dusun Wonokerto bekerja sama dengan berbagai pihak.

Baca Juga: Wonosobo Hidden Gems! Jelajahi 2 Pasar Unik dan Tradisional dengan Keindahan dan Keanekaragaman Budaya! Wajib Agendakan Kesini

Pasar ini pun menjadi pusat penggerak ekonomi. Karena itulah berdiri wisata budaya Pasar Keramat.

Para pengunjung yang ingin datang ke Pasar Keramat tidak dipungut biaya.

Fakta Unik Seputar Pasar Keramat

Banyak sekali perbedaan Pasar Keramat dengan pasar lain pada umumnya. Penasaran? Simak penjelasannya berikut ini:

1. Lokasi di Tengah Hutan Bambu

Pasar Keramat berada di tengah hutan bambu yang memberikan suasana sejuk dan alami, membuat pengalaman berbelanja semakin unik dan menyenangkan.

2. Jam Buka Khusus

Pasar Keramat buka setiap Minggu Wage dan Kliwon pada penanggalan Jawa mulai pukul 06.00-12.00 WIB. Hal ini menjadikan kunjungan ke pasar ini terasa lebih istimewa dan terjadwal.

3. Transaksi dengan Koin Gobog

Di Pasar Keramat, transaksi jual beli tidak menggunakan uang biasa, melainkan koin gobog. Pengunjung harus menukarkan uangnya dengan koin gobog terlebih dahulu. Nilai satu koin gobog sama dengan Rp 2.000.

4. Harga Jajanan Pasar

Harga jajanan pasar mulai dari 1 gobog. Beragam kue tradisional seperti kue lumpur, kue lapis, kue putu, gorengan, getuk, onde-onde, kerupuk puli gantung, dan lain sebagainya tersedia di sini.

Baca Juga: Pecinta Kuliner Pasar Wajib Tahu! 4 Pasar Unik di Surabaya Ini Tawarkan Aneka Ragam Jajanan Pasar! Cocok Buat Kamu yang Doyan Makanan Tradisional

5. Penjual yang Memasak di Tempat

Terdapat penjual makanan yang memasak langsung di depan pembeli, contohnya kue serabi. Ini menambah kesan otentik dan kelezatan makanan yang disajikan.

6. Makanan Berat dengan Harga Terjangkau

Banyak makanan berat dijual mulai dari harga 4 gobog, seperti lontong sate, sego wader, dan lain sebagainya. Minuman yang dijual mulai dari 2 gobog.

7. Penjual Hewan dan Makanan Hewan

Ada pedagang yang menjual hewan seperti ayam, kelinci, kambing, ikan, bahkan ular, serta makanan untuk hewan peliharaan.

8. Jasa Pijat dari Pelaku UMKM

Di Pasar Keramat, pengunjung juga bisa menikmati jasa pijat yang ditawarkan oleh pelaku UMKM setempat.

Baca Juga: Bingung Mau Makan Apa di Magelang? Coba 3 Alternatif Pasar Kuliner Ini, Dijamin Puas! Harga dan Kualitasnya Sangat Merakyat

9. Pernak-Pernik Unik dari Bambu

Ada penjual yang menawarkan pernak-pernik unik yang terbuat dari bambu, menambah daya tarik pasar ini sebagai tempat berbelanja suvenir yang khas.

10. Mainan Tradisional

Pasar Keramat juga menjual berbagai macam mainan tradisional yang mungkin sudah jarang ditemukan di tempat lain.

Pasar Keramat di Mojokerto adalah bukti nyata bahwa tradisi dan budaya masih bisa hidup berdampingan dengan modernisasi.

Dari lokasi yang eksotis di tengah hutan bambu, transaksi unik dengan koin gobog, hingga beragam makanan tradisional dan jasa yang ditawarkan, semua ini menjadikan Pasar Keramat sebagai destinasi yang tak boleh dilewatkan.

Jadi, jangan ragu untuk mengunjungi dan merasakan sendiri keunikan Pasar Keramat!***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.