Jateng

Wonosobo Hidden Gems! Jelajahi 2 Pasar Unik dan Tradisional dengan Keindahan dan Keanekaragaman Budaya! Wajib Agendakan Kesini

Theo Adi Pratama | 18 Juli 2024, 08:00 WIB
Wonosobo Hidden Gems! Jelajahi 2 Pasar Unik dan Tradisional dengan Keindahan dan Keanekaragaman Budaya! Wajib Agendakan Kesini

JATENG.AKURAT.CO, Pernahkah kamu merasa bosan dengan wisata yang itu-itu saja? Ingin mencari pengalaman wisata yang berbeda dan penuh dengan kejutan? Jika ya, Wonosobo adalah jawabannya!

Kabupaten di Jawa Tengah ini menyimpan banyak sekali hidden gems, yaitu tempat wisata tersembunyi yang menawarkan pesona dan keunikan yang luar biasa.

Salah satu hidden gems yang wajib kamu kunjungi di Wonosobo adalah pasar tradisional.

Pasar tradisional di Wonosobo bukan hanya tempat untuk berbelanja, tetapi juga merupakan tempat untuk merasakan budaya dan tradisi lokal yang masih kental.

Di sini, kamu bisa menemukan berbagai macam produk lokal yang unik dan menarik, seperti hasil bumi, kerajinan tangan, dan makanan khas Wonosobo.

Penasaran dengan pasar tradisional di Wonosobo? Yuk, jelajahi 2 hidden gems ini yang wajib kamu agendakan untuk dikunjungi!

Dijamin, kamu bakal betah berlama-lama dan gak mau pulang!

Baca Juga: Pecinta Kuliner Pasar Wajib Tahu! 4 Pasar Unik di Surabaya Ini Tawarkan Aneka Ragam Jajanan Pasar! Cocok Buat Kamu yang Doyan Makanan Tradisional

1. Pasar Tradisional Projo Buritan Wonosobo

Pasar Tradisional Projo Buritan merupakan pasar tradisional terbesar di Wonosobo.

Khas dari pasar ini adalah banyaknya pohon bambu di sekitar lokasi pasar, memberikan suasana alami yang asri.

Selain suasana alam yang menenangkan, Pasar Tradisional Projo Buritan menjual berbagai macam barang, mulai dari kebutuhan pokok hingga kuliner khas Wonosobo.

Di Pasar Tradisional Projo Buritan terdapat banyak warung makan yang menjual makanan khas Wonosobo, seperti mie ongklok, getuk goreng, dan tempe kemul.

Suasana pasar yang ramai dan semarak menambah daya tarik tersendiri.

Yang unik dari pasar ini adalah alat pembelian yang digunakan bukan uang melainkan kepingan bambu berbentuk jajar genjang.

Uang kepingan bambu ini hanya bisa digunakan di Pasar Tradisional Projo Buritan.

Untuk mendapatkan uang keping bambu, pengunjung bisa menukar uang rupiah di sebelah pintu masuk pasar.

Alamat: Desa Projo, Kecamatan Buritan, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah

(Info dari google map menunjukkan pasar ini sedang tutup sementara, tetapi buat memastikan Anda bisa melihat ke lokasi secara langsung)

Baca Juga: Bingung Mau Makan Apa di Magelang? Coba 3 Alternatif Pasar Kuliner Ini, Dijamin Puas! Harga dan Kualitasnya Sangat Merakyat

2. Pasar Tradisional atau Lawas Kumandang Wonosobo

Pasar Lawas Kumandang terletak di Dusun Bongkotan, Desa Bojasari, Kecamatan Kertek, Kabupaten Wonosobo, dan buka setiap hari Minggu pukul 07.00-16.00 WIB.

Pasar Tradisional ini merupakan pasar tradisional tertua di Wonosobo.

Seperti di Pasar Tradisional Projo Buritan, untuk melakukan jual beli di Pasar Lawas Kumandang juga menggunakan alat tukar tertentu, yaitu berupa batok atau tempurung kelapa.

Selain alat tukar pembelian yang unik, pasar ini juga terletak di tengah hutan, memberikan suasana yang asri dan pemandangan pasar yang sangat tradisional.

Pasar Lawas Kumandang juga menjadi pusat kuliner Wonosobo, dengan banyak warung makan yang menjual makanan khas Wonosobo seperti mie ongklok, getuk goreng, dan tempe kemul.

Alamat: Dusun Bongkotan, Desa Bojasari, Kecamatan Kertek, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah

Baca Juga: Menelusuri Jejak Masa Lalu: Benteng Kaloran Pasar Pagi Tegal Menyimpan Kisah Sejarah yang Menakjubkan! Bangunannya Masih Ada Lho Hingga Sekarang

Jadi, tunggu apa lagi? Segera rencanakan kunjunganmu ke pasar tradisional di Wonosobo ini dan nikmati pengalaman wisata yang berbeda! Kamu akan merasakan sensasi berbelanja yang unik sambil menikmati keindahan alam dan budaya lokal yang masih terjaga.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.