Memelihara Kearifan Lokal dan Budaya Indonesia: Sejarah, Asal Usul serta Makna Tari Seblang Bakungan Banyuwangi

JATENG.AKURAT.CO, Tari Seblang Bakungan tetap menjadi salah satu tradisi adat yang sakral bagi masyarakat Banyuwangi.
Kendati terlihat mistis dan primitif bagi beberapa orang, nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung di dalamnya patut dijaga dan dilestarikan.
Setiap pelaksanaan tari Seblang Bakungan diawali dengan ziarah ke makam leluhur sebagai ungkapan rasa syukur dan penghormatan terhadap nenek moyang.
Ritual ini juga dianggap sebagai media untuk memohon berkah dan keberuntungan dari Sang Pencipta.
Asal Usul dan Sejarah
Tari Seblang Bakungan merupakan bagian dari warisan budaya masyarakat Osing di Banyuwangi, Jawa Timur.
Meskipun asal usulnya masih menjadi perdebatan, beberapa sumber menyebutkan bahwa tarian ini sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda di Indonesia, sementara yang lain menyatakan bahwa sudah ada sejak zaman pemerintahan Kerajaan Blambangan di Banyuwangi.
Tarian Seblang sendiri memiliki dua jenis, yakni Seblang Olehsari dan Seblang Bakungan, yang tujuannya tetap sama: sebagai sarana penghormatan kepada leluhur dan ungkapan syukur atas hasil panen.
Baca Juga: Menelusuri Jejak Sejarah Daerah di Indonesia: Dari Bagelen Menjadi Purworejo yang Maju dan Makmur
Makna dan Simbolisme
Tarian Seblang Bakungan tidak hanya sekadar rangkaian gerakan, melainkan juga menyimpan makna yang dalam.
Melalui gerakan-gerakannya, tarian ini merepresentasikan hubungan antara manusia dan alam semesta, serta kepercayaan pada keajaiban alam dan pengaruh roh leluhur dalam kehidupan sehari-hari.
Makna dan simbolisme dalam tarian ini membawa warisan budaya pra-Hindu yang kaya dan unik.
Pentingnya Pelestarian
Meskipun nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung dalam Tari Seblang Bakungan sangat penting, tradisi ini terancam oleh arus modernisasi.
Oleh karena itu, upaya pelestarian budaya dan kearifan lokal menjadi sangat krusial.
Melalui pemberdayaan budaya dan kearifan lokal, diharapkan tradisi Seblang Bakungan dapat terus dilestarikan dan menjadi identitas budaya yang mampu memberikan manfaat ekonomi dan pariwisata bagi masyarakat Banyuwangi.
Tari Seblang Bakungan bukan sekadar tarian, melainkan sebuah ekspresi budaya yang sarat dengan nilai-nilai tradisional yang patut dilestarikan demi keberlanjutan dan kekayaan budaya Bangsa Indonesia.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 3Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 4Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 5Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 6Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 7Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 8Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 9Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal
- 10Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?









