Jateng

Mengenal Tokoh Pewayangan dari Perspektif Sejarah dan Budaya: Dewi Madrim, Permaisuri Bijaksana dan Ibu yang Penuh Cinta

Theo Adi Pratama | 1 Maret 2024, 16:00 WIB
Mengenal Tokoh Pewayangan dari Perspektif Sejarah dan Budaya: Dewi Madrim, Permaisuri Bijaksana dan Ibu yang Penuh Cinta

AKURAT.CO Sejarah, Dewi Madrim, putri dari Prabu Mandrapati, raja negara Mandaraka, dan permaisuri Dewi Tejawati, adalah sosok yang kisahnya mempesona dalam mitologi Jawa.

Ia memiliki seorang kakak kandung yang bernama Narasoma, yang kemudian menjadi raja Mandaraka dengan gelar Prabu Salya.

Dewi Madrim menikah dengan Prabu Pandu, raja negara Astina, dan menjadi permaisuri kedua yang mendampingi Dewi Kunti.

Baca Juga: Mengenal Tokoh Pewayangan dari Perspektif Sejarah dan Budaya: ANTAGOPA, Pemelihara Kebuyutan dengan Hati Ikhlas

Dari pernikahan tersebut, ia dikaruniai dua orang putra kembar yang bernama Nakula dan Sadewa.

Dewi Madrim dikenal sebagai wanita yang penuh belas kasih, setia, sabar, dan penuh perhatian terhadap keluarganya.

Akhir dari riwayat Dewi Madrim sangat mengharukan.

Baca Juga: Mengenal Tokoh Pewayangan dari Perspektif Sejarah dan Budaya: ARIMBA, Pahlawan Raksasa dalam Epos Mahabharata

Ketika suaminya, Prabu Pandu, meninggal dunia, ia memilih untuk mengikuti tradisi bela pati dengan terjun ke dalam pancaka (api pembakaran jenazah).

Keputusan tersebut menunjukkan kesetiaannya yang tidak tergoyahkan terhadap suaminya.

Setelah kepergiannya, kedua putra kembar Dewi Madrim, Nakula dan Sadewa, yang masih bayi, diasuh oleh Dewi Kunti, ibu mereka yang lain.

Baca Juga: Mengenal Tokoh Pewayangan dari Perspektif Sejarah dan Budaya: DETYA Arimuka, Kisah Kesaktian dan Kematian Pahlawan dalam Perang Cinta

Meskipun tak lagi berada di sisi mereka, semangat cinta dan pengabdian Dewi Madrim tetap hidup dalam ingatan dan warisan keluarga kerajaan Astina.

Kisah tentang Dewi Madrim menginspirasi dengan kepribadiannya yang mulia dan pengorbanannya yang besar bagi keluarga.

Sebagai seorang permaisuri, ibu, dan wanita, Dewi Madrim memberikan contoh tentang pentingnya kesetiaan, belas kasih, dan pengabdian dalam menjalani kehidupan.

Ia tidak hanya dikenang sebagai bagian dari mitologi Jawa, tetapi juga sebagai simbol kekuatan wanita yang tangguh dan penuh kasih.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.