Jateng

Misteri Jembatan Kali Elo Blondo, Magelang: Kisah Mistis di Balik Jejak Tragedi yang Mengerikan

Theo Adi Pratama | 5 Desember 2023, 07:30 WIB
Misteri Jembatan Kali Elo Blondo, Magelang: Kisah Mistis di Balik Jejak Tragedi yang Mengerikan

AKURAT.CO Misteri, Magelang, sebuah kota yang indah di Jawa Tengah, menyimpan sejumlah cerita mistis yang melekat di tempat-tempat tertentu.

Salah satunya adalah Jembatan Kali Elo di Blondo, Mungkid, Kabupaten Magelang.

Tempat ini dianggap sebagai salah satu lokasi paling angker di sepanjang Jalan Magelang-Jogja, bukan tanpa alasan.

Jembatan ini tidak sekadar menjadi tempat lintasan kendaraan, melainkan menyimpan jejak darah dari dua peristiwa kecelakaan besar transportasi darat di Indonesia.

Baca Juga: Misteri dan Ketakutan di Balik Alas Roban: 4 Kisah Seram yang Menghantui Jalur Paling Angker

Pertama, kecelakaan kereta api pada tahun 1943 yang mengakibatkan ratusan korban tewas.

Kedua, tragedi kecelakaan bus Sumber Waras pada tahun 1981 yang menewaskan 35 orang.

Peristiwa kecelakaan tersebut membawa dampak yang cukup mengerikan.

Kabarnya, penumpang bus Sumber Waras dan Mitsubishi Colt yang jatuh di Kali Elo meninggal dengan kondisi fisik yang tidak utuh.

Baca Juga: Misteri Bus Hantu di Alas Roban: Kisah Horor yang Menggetarkan

Kronologi kecelakaan bermula saat mobil Colt T berusaha mendahului kendaraan di depannya dengan kecepatan tinggi.

Namun, dari arah berlawanan, Bus Sumber Waras melaju dengan kecepatan yang sama. Tabrakan hebat terjadi, dan Bus Sumber Waras terpelanting hingga terjatuh ke Kali Elo.

Bus berwarna hijau tua itu tenggelam dalam sungai, menyebabkan banyak korban jiwa.

Demikian pula dengan Mitsubishi Colt yang mengalami kerusakan parah, dan sebagian penumpangnya meninggal dunia.

Baca Juga: Mengungkap Sejarah dan Misteri Pabrik Gula Pangkah: Menelusuri Jejak yang Tak Terlupakan

Kabarnya, di antara korban dari mobil Mistubishi Colt adalah sepasang pengantin baru.

Setelah tragedi berdarah itu, masyarakat sekitar mulai berbicara tentang penampakan hantu tanpa kepala di Blondo, Kecamatan Mungkid.

Kesaksian sejumlah warga menceritakan suara ketukan pintu rumah yang konon dilakukan oleh arwah yang mencari kepala yang hilang.

Cerita seram ini menyebar dan mencekam, bahkan akun Facebook Dwi Setyawati pernah menulis pengalamannya.

Baca Juga: Misteri Naga Rantensari Dayang Nyai Roro Kidul: Pesona dan Keunikan Obyek Wisata Guci Tegal

"Kecelakaan ini yang menjadi sebab anak-anak kecil dulu takut. Termasuk aku karena denger-denger ada kepala penumpang yang putus dan katanya tiap malam arwahnya gentayangan mengetuk pintu rumah terus bilang 'ndi gembungku' hiii ngeri pokokke," ungkapnya.

Cerita horor ini tidak hanya menjadi bahan perbincangan masyarakat, tapi juga memengaruhi perilaku pengguna jalan Magelang-Jogja.

Mereka mengadopsi tradisi menyalakan klakson dan membaca doa saat melewati Jembatan Kali Elo, sebagai upaya untuk menghindari nasib buruk.

Baca Juga: Perjalanan Sejarah Keraton Kartasura: Dari Konflik Amangkurat II hingga Runtuhnya Geger Pecinan

Beberapa mahasiswa alumni Universitas Muhammadiyah Magelang, pada tahun 2000-2004, menyimpulkan bahwa Jalan Magelang-Jogja di sekitar Jembatan Kali Elo kerap menjadi tempat kecelakaan setiap 1 Syuro.

Meskipun korban hanya luka ringan, peristiwa kecelakaan selalu terjadi selama empat tahun masa kuliah mereka.

Sayangnya, cerita mistis ini dimanfaatkan oleh para penjahat untuk melakukan tindakan kriminal.

Mereka memanfaatkan ketakutan akan hantu tanpa kepala untuk merampok rumah-rumah warga di sekitar Blondo.

Baca Juga: Mitos dan Keindahan Danau Beko: Mengeksplorasi Alam Mistis dan Misteri yang Menyelimuti di Jawa Tengah

Kondisi ini memberikan dampak negatif bagi masyarakat yang merasa terancam dan takut.

Versi lain cerita menyebutkan bahwa sebelum kecelakaan tragis tersebut, seorang pemancing melihat sosok perempuan yang menaiki bulus atau kura-kura besar di bawah Jembatan Blondo.

Namun, pada tahun 2000-an, jalan Jogja-Magelang mengalami pelebaran, dan monumen peringatan kecelakaan dirobohkan, menjelma menjadi jembatan timbang tikungan Blondo.

Beberapa pengguna jalan juga menceritakan pengalaman aneh mereka di sekitar Jembatan Kali Elo.

Salah satu pengendara motor Honda mengaku bahwa kendaraannya mendadak macet saat melewati area tersebut. Bahkan setelah kontak dimatikan dan kunci dilepas, motor tetap bersuara meraung-raung keras.

Kejadian serupa juga dialami oleh individu lain pada tahun 2009, yang melihat sosok pria berjalan di tepi jembatan pada pukul 02.00 dini hari.

Meskipun jalan sekarang telah dilebarkan, dan keadaan sekitar Jembatan Kali Elo Blondo mungkin telah berubah, namun mitos dan cerita seram ini masih tetap diyakini oleh sebagian masyarakat.

Pengendara dihimbau untuk tetap hati-hati saat melintasi jalan tersebut, sebagai penghormatan terhadap sejarah kelam yang pernah terjadi di sana.

Misteri dan keangkeran Jembatan Kali Elo Blondo Magelang tetap menjadi bagian dari warisan budaya dan tradisi yang melekat di wilayah tersebut.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.