Jateng

Jurnalis Grobogan Jadi Korban Pembacokan Orang Tak Dikenal, IJTI dan AJI Minta Polisi Bertindak

Arixc Ardana | 20 Agustus 2025, 20:44 WIB
Jurnalis Grobogan Jadi Korban Pembacokan Orang Tak Dikenal, IJTI dan AJI Minta Polisi Bertindak

JATENG.AKURAT.CO, Manik Priyo Prabowo, seorang jurnalis yang bekerja sebagai kontributor di MNC Group, menjadi korban pembacokan oleh orang tak dikenal saat perjalanan pulang di Desa Tanggungharjo, Kabupaten Grobogan, Jumat (15/8/2025) dinihari. 

Kejadian tersebut menambah daftar aksi kekerasan terhadap jurnalis di Indonesia, termasuk di Jawa Tengah. 

Akibat serangan tersebut, Manik mengalami luka serius di bagian kepala hingga harus menjalani operasi. Saat ini kondisinya berangsur pulih dan ia masih menjalani perawatan intensif di rumahnya. 

Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Jateng, Teguh Hadi Prayitno, menyatakan keprihatinan sekaligus mengecam keras tindakan tersebut.

Dia menegaskan bahwa kekerasan terhadap jurnalis adalah tindak kriminal yang tidak bisa ditoleransi.

"Kami mendesak aparat kepolisian untuk mengusut tuntas peristiwa ini dengan menangkap segera pelakunya, mengungkap motifnya dan membawa siapapun yang terlibat ke ruang pengadilan untuk mendapat hukuman setimpal," tegas Teguh saat dihubungi Espos, Rabu (20/8/2025) sore. 

Menurut Teguh, setiap warga negara berhak dilindungi dari aksi kriminal semacam ini. Dia pun mengutuk keras tindakan pelaku kekerasan terhadap jurnalis.

Hal serupa juga disampaikan Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Semarang, Aris Mulyawan.

Peristiwa pembacokan tersebut dinilai tidak hanya membahayakan nyawa, tetapi juga mengancam kebebasan pers di Indonesia.

"Kekerasan yang dialami rekan jurnalis Manik tidak bisa dianggap sebagai peristiwa biasa. Aparat harus segera mengusut tuntas kasus ini," imbuh Aris. 

AJI Kota Semarang menilai jika kasus kekerasan terhadap jurnalis seperti ini dibiarkan. Maka dikhawatirkan akan menciptakan rasa takut di kalangan pewarta. 

"Jika serangan seperti ini dibiarkan, jurnalis akan takut meliput isu-isu penting, terutama yang bersinggungan dengan kepentingan publik dan korporasi besar," terangnya. 

Manik sendiri sempat menjalani operasi setelah mengalami luka bacok sebanyak dua kali di bagian kepala.

Setelah kondisi kesehatannya membaik, dia diperbolehkan pulang untuk menjalani pemulihan. 

Meski demikian, Manik masih merasakan sakit pada saraf kepala dan belum bisa banyak menjawab sejumlah pertanyaan. 

"Kasus ini saya pasrahkan kepada Polri yang sudah profesional menangani perkara tipe atau golongan seperti ini," ungkap Manik singkat. 

Sementara itu, pihak keluarga mengaku masih terkejut dengan kejadian yang menimpa Manik.

Felek Wahyu Prabowo sebagai kakak korban, menyampaikan bahwa adiknya belum lama kembali dari penugasan di Surabaya. 

"Sudah hampir sebulan nggak liputan pasca dari Surabaya. Terakhir liputan itu demo petani Sugihmanik yang minta akses jalan pertanian ke komplek industri," terangnya. 

Meski begitu, Felek enggan berspekulasi apakah insiden yang menimpa adiknya berkaitan dengan liputan jurnalistik atau tidak. 

"Saya tidak berani berpendapat, karena pelakunya belum tertangkap," tukasnya.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.