Terungkap! Pertarungan Sengit Man Thing vs Swamp Thing: Siapa Raja Monster Rawa Sejati dari Marvel dan DC?

JATENG.AKURAT.CO, Di dunia komik, ada rivalitas yang seringkali membingungkan, atau mungkin hanya kebetulan yang unik: Man Thing dari Marvel dan Swamp Thing dari DC.
Keduanya terlihat sangat mirip, sama-sama monster rawa yang menjaga alam. Tapi, siapa sebenarnya yang lebih dulu muncul? Siapa yang lebih kuat?
Dan siapa yang pantas menyandang gelar monster rawa terbaik? Mari kita bedah tuntas!
Sejarah Penciptaan: Mirip Tapi Tak Sama
Kisah ini dimulai di awal tahun 70-an.
Man Thing (Marvel): Pada Mei 1971, editor Marvel Comics, Stan Lee dan penulis Roy Thomas, menggagas karakter Man-Thing.
Lee menemukan namanya, dan konsep dasarnya adalah seorang ilmuwan yang bekerja pada obat eksperimental pemerintah, diserang mata-mata, lalu menyatu dengan rawa dan berubah menjadi makhluk ini. Man-Thing pertama kali muncul di Savage Tales #1 pada Mei 1971.
Swamp Thing (DC): Hanya dua bulan kemudian, pada Juli 1971, versi pertama Swamp Thing muncul di House of Secrets #92.
Kisah awalnya adalah tentang seorang ilmuwan bernama Alexander Olsen yang dibunuh dan tubuhnya berakhir di rawa, lalu kembali sebagai makhluk pembalas dendam.
Namun, versi yang paling terkenal adalah Alec Holland, seorang ahli kimia brilian yang diserang, tubuhnya terbakar bahan kimia dan jatuh ke rawa, lalu bertransformasi menjadi Swamp Thing.
Fakta bahwa kedua karakter ini memiliki cerita asal yang hampir identik dan muncul dalam waktu berdekatan sempat menimbulkan tuduhan plagiarisme.
Apalagi, Jerry Conway (penulis bersama Man Thing) dan Len Wein (penulis bersama Swamp Thing) adalah teman sekamar saat cerita Swamp Thing dikembangkan.
Kisah Asal dan Transformasi yang Mengerikan
Man Thing: Sebelum menjadi Man-Thing, Ted Sallis adalah ahli biokimia yang mengerjakan proyek rahasia pemerintah bernama Project Gladiator, bertujuan menciptakan serum prajurit super seperti Captain America.
Saat istrinya, Ellen Brandt, mengkhianatinya kepada kelompok AIM yang menginginkan formulanya, Ted menghancurkan semua penelitiannya dan menyuntikkan vial terakhir serum itu ke tubuhnya sebelum mobilnya jatuh ke rawa.
Kombinasi serum, sihir iblis Bolasco, dan sifat rawa mengubah Ted menjadi Man-Thing.
Sebagai Man Thing, tubuhnya berubah menjadi materi seperti tumbuhan, membuatnya hampir mustahil dihancurkan dan sangat fleksibel.
Namun, ia kehilangan kecerdasannya dan menjadi makhluk insting murni. Man Thing dikenal karena kemampuannya memicu dan membakar siapa pun yang merasakan ketakutan di dekatnya.
Slogannya yang terkenal: "Siapa pun yang tahu ketakutan akan terbakar oleh sentuhan Man-Thing!"
Swamp Thing: Kisah Alec Holland jauh lebih kompleks. Dalam saga Saga of the Swamp Thing karya Alan Moore, terungkap bahwa Alec Holland sebenarnya meninggal dunia, dan Swamp Thing adalah makhluk tumbuhan misterius yang entah bagaimana menyerap fragmen kesadaran dan ingatan Alec.
Mitologi Swamp Thing semakin kompleks dengan diperkenalkannya konsep The Green, medan energi hidup yang menghubungkan semua kehidupan tumbuhan di alam semesta, dan Parliament of Trees, kesadaran kolektif semua tumbuhan.
Kekuatan dan Kemampuan: Siapa yang Lebih Unggul?
Keduanya memiliki banyak kesamaan dalam kemampuan dasar:
Regenerasi: Jika tubuh mereka rusak atau hancur, keduanya bisa membangun kembali diri mereka dari kehidupan tumbuhan di sekitar.
Kontrol Tumbuhan: Keduanya memiliki kendali atas semua tumbuhan di planet ini, bisa mengubah ukuran, menumbuhkan kembali anggota tubuh yang hilang, dan bahkan menumbuhkan sulur tambahan.
Namun, ada perbedaan mencolok:
Man Thing: Kekuatan utamanya adalah hubungannya dengan emosi. Ia sangat peka terhadap perasaan di sekitarnya.
Ketika orang atau makhluk merasakan ketakutan yang intens, Man-Thing terpicu, dan sentuhannya bisa membakar mereka.
Ia juga memiliki kendali atas Nexus of All Realities, sebuah gerbang menuju setiap dimensi di multiverse yang terletak di Everglades Florida, memungkinkannya melakukan perjalanan waktu dan ruang.
Swamp Thing: Keunikan Swamp Thing adalah kemampuannya membuat salinan dirinya.
Ia bisa menciptakan duplikat yang ia kendalikan, bahkan pernah mengalahkan Batman dengan menggunakan salinan ini.
Salinan ini bisa mengembangkan kesadaran sendiri dan menjadi makhluk terpisah. Kekuatan terbesarnya berasal dari hubungannya yang dalam dengan The Green, memberinya kekuatan setara dewa.
Debat Fans: Siapa Pemenangnya?
Dalam perdebatan di antara para fans, banyak yang langsung menunjuk Swamp Thing sebagai pemenang. Mengapa? Karena koneksinya yang dalam dengan The Green dan kecerdasannya yang tajam.
Swamp Thing hampir seperti dewa, bisa muncul di mana saja ada tumbuhan, tumbuh menjadi ukuran raksasa, dan mengendalikan semua tumbuhan.
Sementara itu, senjata terbesar Man-Thing adalah sentuhan empatiknya yang membakar rasa takut. Namun, ia tidak punya pikiran manusia atau kemampuan untuk merencanakan; ia hanya bereaksi terhadap emosi.
Dalam pertarungan langsung, sebagian besar fans dan analis condong ke Swamp Thing. Ia bisa membentuk kembali dirinya di tempat lain jika dihancurkan, atau ia bisa mengalahkan Man Thing dengan seluruh hutan tumbuhan.
Man Thing mungkin tangguh, tetapi itu terlalu banyak untuk ditangani. Selain itu, sebagai elemental tumbuhan, Swamp Thing mungkin tidak mengalami ketakutan dengan cara yang akan memicu sentuhan pembakar Man Thing, atau jika pun iya, koneksinya ke The Green akan memungkinkannya pulih seketika.
Meskipun perdebatan siapa yang akan menang seringkali mengarah ke satu sisi, kedua karakter ini patut dieksplorasi lebih jauh di media live-action. Jadi, kamu tim Man Thing atau tim Swamp Thing?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










