Jateng

Terkuak! Asal-Usul dan Sejarah Perjalanan Dunia Dalam Berita, Siaran Berita Legendaris TVRI! Dulu Berita Luar Negeri Lebih Cepat dari Dalam Negeri?!

Theo Adi Pratama | 12 April 2025, 15:00 WIB
Terkuak! Asal-Usul dan Sejarah Perjalanan Dunia Dalam Berita, Siaran Berita Legendaris TVRI! Dulu Berita Luar Negeri Lebih Cepat dari Dalam Negeri?!

JATENG.AKURAT.CO, Hai para generasi 90an dan para penonton setia TVRI! Masih ingatkah kalian dengan suara khas opening "Dunia Dalam Berita" yang selalu menemani malam kalian?

Ternyata, ada kisah seru di balik lahirnya program berita legendaris ini!

Dari siaran perdana yang sederhana hingga keterbatasan teknologi yang bikin geleng-geleng kepala, yuk kita bongkar sejarah "Dunia Dalam Berita" yang penuh kejutan ini!

Bahkan dulu, berita dari luar negeri bisa lebih cepat sampai ke layar kaca kita daripada berita dari pelosok negeri sendiri! Kok bisa?!

Lahirnya Divisi Pemberitaan TVRI: Kerja Keras 14 Jam Tanpa Batas!

Sejak siaran perdana pada 24 Agustus 1962 saat menyiarkan pembukaan Asian Games, TVRI sudah menaruh perhatian besar pada berita.

Setahun kemudian, tepatnya tahun 1963, dibentuklah divisi pemberitaan dengan hanya 5 orang staf yang bekerja keras selama 14 jam sehari demi menghasilkan dua acara berita!

Bayangkan, di era itu belum ada pengiriman berita kawat dari luar negeri, kantor berita yang mengirimkan berita setiap hari pun belum ada, apalagi transmisi satelit!

Sumber berita TVRI kala itu sangat terbatas, mengandalkan Kantor Berita Antara, radio, dan sumber lain tanpa dukungan visual berupa film atau video!

Evolusi Sajian Berita TVRI: Dari 15 Mata Acara Hingga Lahirnya "Eko Sepekan"

Perlahan tapi pasti, seiring perkembangan peralatan, teknologi, dan manajemen, kualitas serta kuantitas sajian berita TVRI semakin meningkat.

Hingga akhir dekade 60-an, TVRI sudah mampu memproduksi 15 mata acara berita secara periodik!

Beberapa di antaranya adalah Sari Berita, Berita Olahraga, Laporan TVRI, Laporan Luar Negeri, Varia Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan, Laporan Budaya, dan masih banyak lagi!

Nah, dari 15 mata acara ini, ada satu program yang tayang seminggu sekali setiap Sabtu malam pukul 21.00 WIB selama 30 menit, yaitu "Eko Sepekan".

Dibawakan oleh dua penyiar legendaris, Drs. Subrata dan Tatik Tito, "Eko Sepekan" inilah yang menjadi cikal bakal siaran berita paling ikonik TVRI: Dunia Dalam Berita!

Dunia Dalam Berita Lahir: Imbas Satelit Palapa dan Perombakan Acara!

Siaran berita legendaris Dunia Dalam Berita pertama kali mengudara pada tanggal 22 Desember 1976 pukul 21.30 WIB.

Kelahirannya merupakan bagian dari perombakan acara di TVRI agar lebih menarik, terutama setelah peluncuran Satelit Palapa 1 pada 9 Juli 1976.

Adanya satelit ini memperluas jangkauan siaran TVRI ke berbagai pelosok Nusantara!

Format Penyajian Khas Dunia Dalam Berita: Dua Penyiar, Tanpa Teleprompter Awalnya!

Format penyajian "Dunia Dalam Berita" sangat mirip dengan "Eko Sepekan".

Dua penyiar bergantian membacakan berita dengan narasi yang dibuat tidak terlalu kaku.

Ada intro yang mirip cerita, dan menjelang akhir acara selalu disuguhkan berita ringan, bahkan terkadang kocak!

Yang menarik, naskah berita diketik dalam secarik kertas dan dibacakan secara manual tanpa alat bantu teleprompter!

Nggak heran kalau para penyiar "Dunia Dalam Berita" terkesan selalu menunduk saat membawakan berita!

Baru tiga bulan kemudian, tepatnya tanggal 11 Maret 1977, TVRI mulai menggunakan teleprompter untuk siaran "Dunia Dalam Berita", memungkinkan penyiar menatap kamera langsung sambil membaca naskah!

Keterbatasan Sumber Berita: Berita Luar Negeri Lebih Cepat?!

Materi berita yang ditayangkan sebagian besar berupa berita internasional, diselingi beberapa event olahraga luar negeri atau berita ringan dari berbagai penjuru dunia.

Sumber utama video berita TVRI berasal dari kantor berita yang berpusat di London, Visnews dan UPITN, dengan berlangganan rutin.

Hambatan utamanya adalah pengiriman video yang sering terlambat, bahkan sampai 3 hari!

Untuk mengatasi keterlambatan tersebut, berita dari Visnews dikirimkan ke Hongkong via satelit, lalu diproses di Singapura, dan selanjutnya video dibawa ke Jakarta menggunakan pesawat terbang!

Sebenarnya, TVRI bisa saja berlangganan langsung lewat satelit, tetapi biayanya sangat mahal!

Barulah pada tahun 1985, berita dari news agency yang dipancarkan melalui satelit dapat direkam langsung oleh TVRI dengan biaya yang relatif terjangkau.

Alhasil, berita tayangan pagi hari sudah dapat disajikan kembali pada hari yang sama!

Ironisnya, pemberitaan untuk peristiwa dalam negeri di daerah yang jauh dari Jakarta malah kalah cepat dari berita luar negeri karena sebagian bahan berita dikirimkan melalui pesawat, bahkan lewat jalan darat!

Perubahan Jam Tayang dan Ikoniknya Musik Pembuka!

Jam tayang Dunia Dalam Berita yang awalnya pukul 21.30 WIB maju satu jam lebih awal menjadi pukul 20.30 WIB pada Mei 1978.

Kemudian, pada tahun 1979, jam siar berpindah lagi menjadi pukul 21.00 WIB yang bertahan hingga bertahun-tahun!

Yang tak kalah ikonik adalah tema opening pembuka Dunia Dalam Berita yang awalnya menggunakan komposisi musik "Pulstar" dari Vangelis!

Di era 70-an, opening berubah berupa jam yang menunjukkan detik-detik menjelang pukul 21.00 WIB diiringi nada awal lagu "Mars Pancasila".

Kemudian, tema berganti lagi dengan komposisi lagu berjudul "VHS" karya musisi Adista Sach!

Para Pembawa Berita Legendaris yang Melekat di Hati Pemirsa!

Selama bertahun-tahun, "Dunia Dalam Berita" menjadi favorit penonton TVRI.

Efeknya, nama dan wajah para penyiar yang membawakan acara ini begitu akrab dan menjadi sosok perhatian di tengah masyarakat.

 

Dari Keterbatasan Menuju Ikon: Perjalanan Panjang "Dunia Dalam Berita"!

Kisah "Dunia Dalam Berita" adalah cerminan perjalanan panjang media televisi di Indonesia.

Dari segala keterbatasan di awal kemunculannya hingga menjadi program berita paling ikonik dan melekat di hati jutaan pemirsa.

Meskipun kini banyak bermunculan program berita dengan teknologi yang lebih canggih, "Dunia Dalam Berita" tetap memiliki tempat tersendiri dalam sejarah pertelevisian Indonesia.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.